Beranda Beranda

Tradisi Ulur-Ulur Telaga Buret, Inspirasi Bagi Generasi Mendatang Untuk Menjaga Alam Dan Kearifan Lokal

26
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin sedang menaburkan bunga sesaji

Liputan: Kang Yon // Editor: Redaksi

Koran Pilar.com. Tulungagung – Masyarakat diKabupaten Tulungagung, memiliki banyak warisan budaya yang masih tetap lestari hingga saat ini. Salah satunya adalah tradisi upacara adat Ulur-ulur di Telaga Buret, Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat.

Tradisi Ulur-ulur merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat sekitar Desa Telaga Buret kepada Tuhan sang pencipta, atas melimpahnya air telaga Buret. Air yang melimpah tersebut sangat berarti bagi irigasi pertanian, utamanya yang ada di empat desa sekitar, yaitu Desa Sawo, Desa Gamping, Desa Ngentrong, dan Desa Gedangan.

Menurut salah satu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Telaga Buret, Karsi Nero Sutarmin, upacara adat Ulur-ulur rutin digelar setiap tahun, tepatnya pada hari Jumat Legi di bulan Selo dalam kalender jawa. Pada tahun 2026 ini, upacara adat Ulur-ulur dilaksanakan pada Jumat (24/4/2026).

“Tradisi Ulur-ulur ini ada sejak ratusan tahun lalu peninggalan nenek moyang, mungkin sejak jaman kerajaan Majapahit sudah ada,” kata Karsi, Jumat (24/4/2026).

Upacara adat Ulur-ulur diawali dengan kirab puluhan perwakilan masyarakat yang mengarak aneka sesaji dari pusat desa menuju telaga Buret. Salah satu bagian penting dari upacara adat Ulur-ulur adalah jamasan atau mendandani sepasang arca Joko Sedono dan Dewi Sri.

Baca Juga  Peringati, Hari Lahir Pancasila, Pj. Bupati Tulungagung : Pancasila Pemersatu Bangsa

Kedua arca ini melambangkan Boga wastra atau sandang pangan, yang menjadi perlambang kesuburan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Setelah prosesi jamasan arca, ritual dilanjutkan dengan tabur bunga di telaga.

“Ini tradisi yang kita laksanakan untuk ucap puji syukur pada Tuhan Yang Maha Esa bahwa kita hingga detik ini tetap diberi air yang terus mengalir sehingga dapat mengairi sawah 4 desa kurang lebih 700 hektar,” ujarnya.

Menurut Karsi, Ulur-ulur memiliki makna lebih dari sekedar acara budaya. Ia mengatakan Ulur-ulur sendiri memiliki arti mengulur/memanjangkan atau melestarikan sumber air.

Dengan terjaganya lingkungan pendukung, maka kelestarian sumber air di telaga Buret bisa terjaga dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Tidak hanya kita memperingati ulur-ulur dengan acara budaya tiap tahun, yang terpenting adalah aksi kita setiap saat harus kita jaga kelestarian yang ada di telaga Buret ini, seperti menjaga tanamannya, setiap tahun reboisasi, yang terpenting itu,” tuturnya.

Dalam upaya menjaga kelestarian Telaga Buret, area sekitar telaga telah ditetapkan sebagai kawasan perlindungan setempat seluas 22,8 hektar yang terjaga dengan baik. Debit air dari Telaga Buret pun menunjukkan kestabilan bahkan peningkatan dari tahun ke tahun.

Baca Juga  TPPS Gelar Rembuk Stunting Dalam Percepatan Penurunan Stunting Di Kabupaten Pulau Taliabu

“Bahkan biarpun kemarau panjang telaga Buret ini tetap mengeluarkan air, bisa banjir. Kita ndak tahu mungkin ada sungai bawah tanah seperti itu,” ungkapnya.

Upacara adat Ulur-ulur di Telaga Buret bukan hanya menjadi perayaan upacara adat semata, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mengenalkan dan memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan warisan budaya.

Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, yang hadir didampingi istrinya, Yuyun Wahyuni, mengapresiasi kuatnya tradisi yang masih terjaga di tengah perkembangan zaman.

“Air ini adalah urat nadi kehidupan. Di saat daerah lain menghadapi ancaman kekeringan, masyarakat di sini tetap tenang berkat keberadaan Telaga Buret. Tradisi Ulur-Ulur adalah bentuk rasa syukur kepada Tuhan melalui alam,” ujarnya.

Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin dalam upacara Ulur-ulur berharap, tradisi ini dapat terus dilestarikan dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk menjaga alam dan kearifan lokal.

“Hendaknya anak-anak muda itu mengerti terhadap sejarah, kalau mereka mengerti terhadap sejarahnya maka anak cucu kita akan mempunyai semangat untuk melestarikan sumber air yang ada di telaga Buret ini, itu yang penting sekali,” ujar Ahmad Baharudin.

Baca Juga  Puluhan Mahasiswa Demo Di DPRD Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Janji Buka Data BOS dan Beasiswa