Penulis: Kang Yon // Editor: Redaksi
Koran Pilar.com. Tulungagung – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menegaskan bahwa ketersediaan stok bahan pokok Khususnya Beras di wilayahnya saat ini berada dalam posisi yang sangat aman.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Ahmad Baharudin saat menghadiri agenda panen raya di area persawahan Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Senin (27/4/2026).
Pemerintah Kabupaten Tulungagung saat ini bergerak cepat dalam memastikan ketahanan pangan daerah tetap kokoh di tengah bayang-bayang musim kemarau panjang tahun 2026.
Dalam kegiatan panen raya, hadir Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini dan bersama jajaran perwakilan Bulog, untuk meninjau langsung produktivitas area lahan petani setempat.
Ahmad Baharudin mengungkapkan bahwa momen panen raya ini merupakan wujud nyata dari sinergi antara ketekunan petani dan dukungan pemerintah yang sigap.

Ia mengungkapkan, hasil bumi yang melimpah ini menjadi modal utama Kabupaten Tulungagung dalam menjaga stabilitas pangan nasional di tingkat daerah.
“Panen raya ini merupakan bentuk rasa syukur atas hasil yang melimpah,” ujarnya Senin (27/4/2026).
Bahkan Baharudin menjelaskan, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai pasokan pangan dalam beberapa bulan ke depan. Karena, volume stok yang ada saat ini diprediksi akan terus bertambah seiring masuknya hasil panen dari berbagai titik di wilayah Tulungagung.
“Stok bahan pokok saat ini aman, bahkan sampai lebih kurang 14 bulan ke depan,” tegasnya.
Walaupun saat ini kondisi pangan stabil, Pemkab Tulungagung tidak ingin kecolongan dalam menghadapi tantangan iklim ekstrem atau fenomena El Nino.
Baharudin telah menyiapkan langkah mitigasi konkret agar lahan pertanian tetap produktif meskipun ada pasokan air dari irigasi teknis mulai menyusut, salah satunya di dareh pengunungan. Sebagai solusinya, pemerintah daerah telah mengalokasikan bantuan berupa pompa air dan sistem irigasi perpompaan.
“Petani yang lahannya tifak ada jaringan irigasi, bisa meminta bantuan pompa air ke Dinas Pertanian,” pungkas Baharudin.












