Liputan : Tim // Editor : Redaksi
Koranpilar.com. Tulungagung – Bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung menggelar Job Fair Tahun 2026 sebagai upaya mempertemukan dunia usaha dengan para pencari kerja, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Rabu (10/6/2026).
Melalui penyelenggaraan Job Fair 2026 ini, Disnakertrans Kabupaten Tulungagung berharap dapat menjadi jembatan yang efektif antara dunia usaha dan para pencari kerja. Dengan tersedianya ribuan lowongan pekerjaan, kegiatan ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat
Kegiatan ini dihadiri Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Kepala Disnakertrans Kabupaten Tulungagung yang juga menjabat sebagai Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Drs. Tri Hariadi, M.Si., jajaran Forkopimda, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Ketua Baznas Tulungagung, para kepala OPD, camat, Kepala BNNK, Direktur RSUD dr. Iskak dan RS Bhayangkara, Kepala Disnaker dari berbagai daerah, serta tamu undangan lainnya.
Drs. Tri Hariadi, M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa penyelenggaraan Job Fair merupakan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang terus dikembangkan dari tahun ke tahun agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat.
“Tahun lalu kegiatan serupa telah kami laksanakan di lokasi yang berbeda. Tahun ini kami mencoba memperluas jangkauan dengan memilih Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso sebagai lokasi pelaksanaan. Harapannya masyarakat lebih mudah mengakses informasi dan semakin mengenal kegiatan Job Fair yang ada di Kabupaten Tulungagung,” ungkapnya.
Menurutnya, antusiasme dunia usaha pada pelaksanaan Job Fair tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun lalu. Sebanyak 47 perusahaan turut ambil bagian dengan menyediakan sekitar 3.750 lowongan pekerjaan bagi masyarakat.
“Ini merupakan peluang besar bagi para pencari kerja, khususnya lulusan baru, untuk memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi dan kemampuan yang dimiliki,” katanya.
Lebih lanjut, Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para pencari kerja, untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia melalui Job Fair 2026 sebaik-baiknya.
“Ayo para pencari kerja, manfaatkan kesempatan ini hingga besok sebaik-baiknya untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat, kompetensi, dan harapan masing-masing. Jangan sia-siakan peluang emas yang telah disediakan oleh puluhan perusahaan dalam kegiatan ini,” pesannya.

Tri hariadi menambahkan, bahwa penyelenggaraan Job Fair juga menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Tulungagung yang saat ini masih berada di kisaran 4,02 persen atau sedikit di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur yang mencapai sekitar 3,5 persen.
“Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami. Harapannya angka pengangguran di Tulungagung dapat terus ditekan sehingga mampu sejajar bahkan lebih baik dibanding rata-rata provinsi,” ungkapnya.
Saat ini jumlah penduduk Kabupaten Tulungagung telah melampaui satu juta jiwa dan memiliki potensi sumber daya manusia yang sangat besar sehingga perlu didukung melalui kolaborasi erat antara pemerintah dan para pengusaha untuk meningkatkan kesejahteraan melalui dunia usaha.
Tri Hariadi juga mengajak seluruh perusahaan untuk terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah dalam membuka kesempatan kerja yang lebih luas. Menurutnya, hubungan antara perusahaan dan tenaga kerja merupakan hubungan yang saling membutuhkan.
“Masyarakat membutuhkan pekerjaan untuk meningkatkan kesejahteraan, sedangkan perusahaan memerlukan tenaga kerja yang berkualitas guna mendukung produktivitas dan perkembangan usahanya. Karena itu sinergi ini harus terus dijaga,” tuturnya.
Selain membuka lapangan pekerjaan, Tri Hariadi juga mengingatkan pentingnya perusahaan memperhatikan kesejahteraan pekerja dengan memenuhi hak-hak karyawan sehingga tercipta hubungan industrial yang sehat, harmonis, dan berkelanjutan.













