Selasa, Mei 12, 2026
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
No Result
View All Result
Home Daerah Mojokerto

Sinkronisasi Program Pembangunan Desa dan Pemkab Lemah, Bupati Mojokerto Beri Warning

by Redaksi
Selasa, 7 Oktober 2025, 17:23 WIB
A A
Sinkronisasi Program Pembangunan Desa dan Pemkab Lemah, Bupati Mojokerto Beri Warning

Mojokerto – Di tengah sorotan terkait belum sinkronnya sejumlah program pembangunan desa dengan arah kebijakan daerah, Bupati Mojokerto Muhammad Albarra menegaskan pentingnya harmonisasi dan sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah.

Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Harmonisasi Bupati Mojokerto bersama Tenaga Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP P3MD) Tahun 2025 di Pendopo Graha Maja Tama, pekan kemarin.

Acara yang diikuti 104 tenaga pendamping profesional itu menjadi ajang evaluasi terhadap efektivitas pendampingan desa yang selama ini dinilai masih belum optimal. Dalam berbagai kesempatan, sejumlah pendamping desa mengeluhkan tumpang tindih kebijakan dan lemahnya koordinasi antarinstansi yang membuat program pemberdayaan di tingkat desa berjalan lambat.

Kepala DPMD Kabupaten Mojokerto, Sugeng Nuryadi, dalam laporannya mengakui bahwa forum ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan. Ia menyebutkan, banyak desa menghadapi kendala teknis dan administratif karena kebijakan daerah dan pusat tidak selalu sejalan.

“Kita perlu menyamakan persepsi agar pendampingan lebih tepat sasaran. Masih ada perbedaan tafsir di lapangan antara kebijakan daerah, pusat, dan desa,” ujar Sugeng.

Baca Juga :  Pemkab Mojokerto Salurkan Hibah Rp9,8 Miliar pada 65 Lembaga Keagamaan

Bupati Albarra atau yang akrab disapa Gus Bupati, menyoroti langsung persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan desa tidak boleh berjalan sendiri-sendiri dan harus diselaraskan dengan program prioritas kabupaten.

“Selama ini masih banyak desa yang membuat program sendiri tanpa memperhatikan arah kebijakan daerah. Padahal, yang kita butuhkan adalah sinkronisasi dari bawah ke atas,” tegasnya.

Pernyataan Albarra itu mencerminkan kekhawatiran Pemkab Mojokerto terhadap rendahnya efektivitas penggunaan Dana Desa dan DBHCHT, yang dalam beberapa tahun terakhir dinilai belum sepenuhnya mampu menggerakkan perekonomian desa.

Bupati juga menyoroti lemahnya inovasi dan rendahnya akuntabilitas dalam pelaksanaan program desa. Ia menegaskan pendamping harus berperan aktif dalam memastikan transparansi dan mengawal tata kelola anggaran agar tidak disalahgunakan.

“Pendamping desa harus menjadi garda terdepan dalam memastikan penggunaan dana yang bersih, jujur, dan akuntabel,” ujarnya dengan nada tegas.

Namun, di balik ajakan tersebut, sejumlah peserta forum menyebut harmonisasi yang diadakan tiap tahun sering kali hanya berakhir pada tataran wacana. Banyak hasil diskusi tidak diikuti langkah konkret di lapangan karena minimnya dukungan teknis dan birokrasi yang berbelit.

Baca Juga :  Forum P1 Swasta Tulungagung Datangi DPRD, Tuntut Kejelasan Status Pengangkatan

“Forum seperti ini bagus, tapi kalau tidak diikuti perubahan kebijakan dan sinergi nyata antar-dinas, hasilnya akan sama saja seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkap salah satu pendamping desa yang enggan disebutkan namanya.

Meski demikian, Bupati Albarra tetap menegaskan komitmennya menjalankan visi pembangunan Kabupaten Mojokerto 2025–2029 melalui empat misi Catur Abhipraya Mubarok, mencakup peningkatan pelayanan publik, penguatan SDM, kemandirian ekonomi, dan infrastruktur.

“Saya ingin harmonisasi ini tidak berhenti di forum. Harus ada tindak lanjut nyata di lapangan,” tutupnya.

Hingga kini, pelaksanaan program pembangunan desa di Mojokerto masih menghadapi tantangan klasik: koordinasi yang lemah, kebijakan tumpang tindih, serta rendahnya kapasitas SDM pendamping. Meski pemerintah daerah berupaya memperbaikinya, publik menilai hasilnya belum signifikan.

Tags: kabupaten mojokertopemerintah kabupaten mojokerto
ShareSendTweet
Previous Post

Gelombang 2 BLT DBHCHT, 1.245 Buruh Rokok Mojokerto Terima Bantuan

Next Post

BUPATI TULUNGAGUNG GATUT SUNU WIBOWO PIMPIN APEL KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA HIDROMETEOROLOGI

Related Posts

BPK Jatim Siap Audit Terperinci LKPD 2025 Pemkab Mojokerto
Mojokerto

BPK Jatim Siap Audit Terperinci LKPD 2025 Pemkab Mojokerto

Jumat, 3 April 2026, 17:04 WIB
Foto : Pemkab Gelar Rapat Koordinasi Antisipasi Perang di Timur Tengah
Mojokerto

Respons Dinamika Global, Pemkab Mojokerto Perkuat Ketahanan Pangan dan Perlindungan Sosial

Sabtu, 28 Maret 2026, 12:18 WIB
Baznas Mojokerto Distribusikan 10 Ton, Total ZIS Rp 574 Juta
Mojokerto

Baznas Mojokerto Distribusikan 10 Ton, Total ZIS Rp 574 Juta

Kamis, 19 Maret 2026, 11:53 WIB
Ibu Kota Kabupaten Mojokerto Resmi Pindah ke Mojosari, DPRD Setujuai dalam Paripurna
Mojokerto

Ibu Kota Kabupaten Mojokerto Resmi Pindah ke Mojosari, DPRD Setujuai dalam Paripurna

Senin, 16 Maret 2026, 12:43 WIB
Menembus Batas Akademik di Mojokerto, Prof. Chamdan Purnama Sang Pendidik Inspiratif
Mojokerto

Menembus Batas Akademik di Mojokerto, Prof. Chamdan Purnama Sang Pendidik Inspiratif

Sabtu, 14 Maret 2026, 09:10 WIB
Pantau Kenaikan Harga Komiditas Bahan Pangan, Pemkab Mojokerto Siapkan Langkah Mitigasi Inflasi
Mojokerto

Siaga Mudik Lebaran 2026, 250 Personel Gabungan Dikerahkan

Jumat, 13 Maret 2026, 12:26 WIB
Next Post
BUPATI TULUNGAGUNG GATUT SUNU WIBOWO PIMPIN APEL KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA HIDROMETEOROLOGI

BUPATI TULUNGAGUNG GATUT SUNU WIBOWO PIMPIN APEL KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA HIDROMETEOROLOGI

Recommended

Meriah” Karnaval HUT RI Ke 80 Di Kecamatan Sambeng Lamongan Di Tingkat Lembaga MI/SD Menampilkan Pakaian Adat Nusantara Dan Tokoh Wayang.

Meriah” Karnaval HUT RI Ke 80 Di Kecamatan Sambeng Lamongan Di Tingkat Lembaga MI/SD Menampilkan Pakaian Adat Nusantara Dan Tokoh Wayang.

Selasa, 26 Agustus 2025, 09:56 WIB
Pembebasan Bersyarat Syahri Mulyo Dan Sutrisno Terganjal Uang Pengganti dan Denda

Pembebasan Bersyarat Syahri Mulyo Dan Sutrisno Terganjal Uang Pengganti dan Denda

Selasa, 20 Agustus 2024, 18:16 WIB

Don't miss it

Dana Ketahanan Pangan Rp 230 Juta, Kandang Sapi Desa Slaharwotan Hanya Berisi 3 Ekor
Tulungagung

Ingkar Janji Alih Fungsi RTH di Perumahan Jepun Residence, Pengembang DiProtes Warga

Selasa, 12 Mei 2026, 15:52 WIB
Dana Ketahanan Pangan Rp 230 Juta, Kandang Sapi Desa Slaharwotan Hanya Berisi 3 Ekor
Lamongan

Dana Ketahanan Pangan Rp 230 Juta, Kandang Sapi Desa Slaharwotan Hanya Berisi 3 Ekor

Selasa, 12 Mei 2026, 15:12 WIB
Damkar Lakukan Evakuasi, Siswi SMK di Tulungagung Mendadak Tak Bisa Bergerak di Lantai Dua
Tulungagung

Damkar Lakukan Evakuasi, Siswi SMK di Tulungagung Mendadak Tak Bisa Bergerak di Lantai Dua

Selasa, 12 Mei 2026, 08:18 WIB
Penemuan Mayat Lansia di Sungai Kering Desa Kaliwungu
Tulungagung

Penemuan Mayat Lansia di Sungai Kering Desa Kaliwungu

Selasa, 12 Mei 2026, 08:00 WIB
Plt Bupati Titip Doa untuk Tulungagung, Ke Calon Jemaah Haji
Tulungagung

Plt Bupati Titip Doa untuk Tulungagung, Ke Calon Jemaah Haji

Jumat, 8 Mei 2026, 18:53 WIB
Transformasi Digital Birokrasi: Teknologi Saja Tidak Cukup
Surabaya

Transformasi Digital Birokrasi: Teknologi Saja Tidak Cukup

Jumat, 8 Mei 2026, 18:25 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved