Jumat, Mei 8, 2026
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
No Result
View All Result
Home Daerah Surabaya

Transformasi Digital Birokrasi: Teknologi Saja Tidak Cukup

by Redaksi
Jumat, 8 Mei 2026, 18:25 WIB
A A
Transformasi Digital Birokrasi: Teknologi Saja Tidak Cukup

Ir. Bagus Budi Hermanto, MM

Penulis: Ir. Bagus Budi Hermanto, MM.

Koranpilar.com. Surabaya – Indonesia sedang berada di tengah arus perubahan besar dunia. Revolusi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari perdagangan, pendidikan, transportasi, hingga pelayanan publik. Masyarakat kini hidup dalam budaya serba cepat, serba praktis, dan serba digital.

Dalam situasi seperti ini, birokrasi pemerintahan tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama yang lambat, kaku, dan terfragmentasi. Karena itu, transformasi digital birokrasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan nasional.

Namun perlu dipahami, transformasi digital bukan sekadar membuat aplikasi, membangun dashboard, atau memindahkan dokumen kertas menjadi file elektronik. Digitalisasi sejati adalah perubahan cara berpikir, cara bekerja, dan cara melayani masyarakat.

Teknologi hanyalah alat. Yang paling menentukan adalah kepemimpinan, budaya kerja, dan keberanian untuk berubah. Di sinilah tantangan terbesar birokrasi Indonesia sesungguhnya berada.

Presiden Visioner Menjadi Penentu Arah Transformasi besar sebuah negara membutuhkan pemimpin yang mampu melihat jauh melampaui zamannya.

Presiden tidak cukup hanya menjadi administrator pemerintahan, tetapi harus menjadi arsitek masa depan bangsa. Presiden yang visioner memahami bahwa kekuatan negara modern tidak hanya diukur dari sumber daya alam atau pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas tata kelola pemerintahannya. Negara yang mampu bergerak cepat, mengambil keputusan berbasis data, dan memberikan pelayanan publik yang efisien akan memiliki daya saing yang jauh lebih kuat.

Baca Juga :  Cerita UKW LKBN Antara ke-30 di Surabaya, Wartawan Muda Doktor hingga Peserta Terjauh dari Kalimantan

Dalam konteks ini, Presiden ibarat nahkoda kapal besar bernama Indonesia. Kapal sebesar Indonesia tidak mungkin bergerak menuju masa depan tanpa arah yang jelas. Nahkoda harus mampu membaca perubahan zaman, menentukan tujuan pelayaran, sekaligus menjaga seluruh awak kapal tetap bergerak dalam satu irama.

Karena itu, arah transformasi digital nasional membutuhkan kepemimpinan yang berani mengambil keputusan besar, termasuk menyederhanakan birokrasi, mengintegrasikan layanan publik, dan mengubah budaya kerja pemerintahan menjadi lebih adaptif.

Dunia Bergerak Cepat, Pemerintah Harus Adaptif Perubahan global hari ini terjadi sangat cepat. Teknologi kecerdasan buatan, big data, cloud computing, dan internet of things telah mengubah pola kerja pemerintahan di berbagai negara.

Jika birokrasi tidak mampu beradaptasi, maka pelayanan publik akan tertinggal dari kebutuhan masyarakatnya sendiri. Presiden dan seluruh pimpinan pemerintahan harus memiliki budaya kerja adaptif. Artinya, tidak terjebak pada pola lama yang merasa nyaman dengan rutinitas administratif.

Pemerintah harus berani mengevaluasi sistem yang sudah tidak relevan dan menggantinya dengan pendekatan yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi.

Baca Juga :  Pernyataan Sikap PROMEG 96 Jatim

Masyarakat hari ini tidak ingin lagi dipersulit oleh banyak meja, banyak tanda tangan, atau banyak aplikasi yang tidak saling terhubung. Rakyat membutuhkan pelayanan yang sederhana, cepat, dan mudah diakses. Di sinilah pentingnya keberanian untuk berubah.

Keterbukaan terhadap Inovasi Transformasi digital juga membutuhkan pimpinan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang terbuka terhadap inovasi. Banyak program digital gagal bukan karena teknologinya buruk, tetapi karena pola pikir birokrasi masih mempertahankan ego sektoral dan cara kerja lama. Padahal inovasi lahir dari keterbukaan terhadap gagasan baru, kolaborasi, dan keberanian, mencoba pendekatan berbeda.

Setiap kementerian dan pemerintah daerah seharusnya tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Data, sistem, dan layanan publik harus mulai diintegrasikan agar masyarakat tidak menjadi korban kerumitan administrasi. Bila satu instansi meminta data yang sama berulang-ulang kepada masyarakat, maka sesungguhnya birokrasi belum benar-benar digital.

Teknologi seharusnya mempermudah, bukan justru memperumit pelayanan. Karena itu, transformasi digital membutuhkan aparatur yang tidak alergi terhadap perubahan.

ASN masa depan bukan hanya dituntut loyal dan disiplin, tetapi juga kreatif, kolaboratif, dan melek teknologi. Kolaborasi Menjadi Kunci Transformasi digital tidak bisa dilakukan secara parsial. Tidak ada kementerian yang mampu bekerja sendiri menghadapi kompleksitas pelayanan publik modern.

Baca Juga :  Laporan Kemenkes: Jatim Catat Kenaikan Kasus HIV/AIDS Tertinggi Nasional, Tulungagung Masuk Zona Merah

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama. Kementerian, pemerintah daerah, BUMN, perguruan tinggi, sektor swasta, hingga komunitas digital harus mampu membangun ekosistem bersama. Integrasi data nasional, keamanan siber, pelayanan kesehatan digital, pendidikan digital, hingga sistem bantuan sosial membutuhkan kerja bersama lintas lembaga.

Transformasi birokrasi ibarat orkestra besar.

Presiden adalah dirigen utamanya, tetapi harmoni hanya tercipta bila seluruh instrumen bekerja selaras. Tanpa kolaborasi, digitalisasi hanya akan melahirkan ribuan aplikasi yang berjalan sendiri-sendiri tanpa dampak nyata bagi masyarakat.

Menuju Indonesia yang Lebih Modern Pada akhirnya, tujuan transformasi digital bukan sekadar mengejar modernitas teknologi. Tujuan utamanya adalah menghadirkan pemerintahan yang lebih melayani, lebih transparan, lebih cepat, dan lebih dipercaya rakyat.

Indonesia memiliki peluang besar menjadi negara dengan birokrasi modern yang kuat. Namun peluang itu hanya dapat diwujudkan bila ada:

• kepemimpinan nasional yang visioner,

• budaya kerja yang adaptif,

• keterbukaan terhadap inovasi,

• serta kolaborasi lintas sektor yang solid.

Karena bangsa yang maju bukan hanya bangsa yang memiliki teknologi canggih, tetapi bangsa yang mampu menggunakan teknologi untuk memperkuat pelayanan, keadilan, dan kesejahteraan masyarakatnya. Dan transformasi besar itu harus dimulai dari keberanian untuk berubah.

Share4SendTweet2
Previous Post

Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, Lantik 74 Pejabat Fungsional, Tekankan Profesionalitas dan Tanggung Jawab

Next Post

Plt Bupati Titip Doa untuk Tulungagung, Ke Calon Jemaah Haji

Related Posts

Laporan Kemenkes: Jatim Catat Kenaikan Kasus HIV/AIDS Tertinggi Nasional, Tulungagung Masuk Zona Merah
Peristiwa

Laporan Kemenkes: Jatim Catat Kenaikan Kasus HIV/AIDS Tertinggi Nasional, Tulungagung Masuk Zona Merah

Kamis, 4 Desember 2025, 05:40 WIB
Cerita UKW LKBN Antara ke-30 di Surabaya, Wartawan Muda Doktor hingga Peserta Terjauh dari Kalimantan
Peristiwa

Cerita UKW LKBN Antara ke-30 di Surabaya, Wartawan Muda Doktor hingga Peserta Terjauh dari Kalimantan

Sabtu, 2 Agustus 2025, 13:40 WIB
Pernyataan Sikap PROMEG 96 Jatim
Hukum dan Kriminal

Pernyataan Sikap PROMEG 96 Jatim

Sabtu, 10 Mei 2025, 10:00 WIB
Kasus Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Kembali Sorotan Publik: Isu Politisasi Hukum Mencuat
Hukum dan Kriminal

Kasus Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Kembali Sorotan Publik: Isu Politisasi Hukum Mencuat

Sabtu, 10 Mei 2025, 09:57 WIB
Next Post
Plt Bupati Titip Doa untuk Tulungagung, Ke Calon Jemaah Haji

Plt Bupati Titip Doa untuk Tulungagung, Ke Calon Jemaah Haji

Recommended

Banjir Luapan Sungai Lamong Rendam 13 Rumah dan 2,5 Hektare Sawah di Dawarblandong

Banjir Luapan Sungai Lamong Rendam 13 Rumah dan 2,5 Hektare Sawah di Dawarblandong

Senin, 12 Januari 2026, 08:27 WIB
Terbukti Korupsi, Kades dan Bendes Batangsaren Divonis 3 Tahun Penjara

Terbukti Korupsi, Kades dan Bendes Batangsaren Divonis 3 Tahun Penjara

Jumat, 21 Maret 2025, 18:34 WIB

Don't miss it

Plt Bupati Titip Doa untuk Tulungagung, Ke Calon Jemaah Haji
Tulungagung

Plt Bupati Titip Doa untuk Tulungagung, Ke Calon Jemaah Haji

Jumat, 8 Mei 2026, 18:53 WIB
Transformasi Digital Birokrasi: Teknologi Saja Tidak Cukup
Surabaya

Transformasi Digital Birokrasi: Teknologi Saja Tidak Cukup

Jumat, 8 Mei 2026, 18:25 WIB
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, Lantik 74 Pejabat Fungsional, Tekankan Profesionalitas dan Tanggung Jawab
Tulungagung

Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, Lantik 74 Pejabat Fungsional, Tekankan Profesionalitas dan Tanggung Jawab

Rabu, 6 Mei 2026, 04:58 WIB
MENCOPOT Pj. SUROTO, Plt BUPATI TULUNGAGUNG, AHMAD BAHARUDIN MENUNJUK Pj. SEKDA TRI HARIADI
Tulungagung

MENCOPOT Pj. SUROTO, Plt BUPATI TULUNGAGUNG, AHMAD BAHARUDIN MENUNJUK Pj. SEKDA TRI HARIADI

Selasa, 5 Mei 2026, 07:14 WIB
DPRD MENYAMPAIKAN REKOMENDASI LKPJ BUPATI TAHUN ANGGARAN 2025
Tulungagung

DPRD MENYAMPAIKAN REKOMENDASI LKPJ BUPATI TAHUN ANGGARAN 2025

Selasa, 5 Mei 2026, 06:31 WIB
PLT BUPATI AHMAD BAHARUDIN; HASIL BUMI YANG MELIMPAH STOK PANGAN AMAN
Beranda

PLT BUPATI AHMAD BAHARUDIN; HASIL BUMI YANG MELIMPAH STOK PANGAN AMAN

Selasa, 28 April 2026, 10:55 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved