Jumat, November 6, 2026
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
No Result
View All Result
Home Daerah Surabaya

Transformasi Digital Birokrasi: Teknologi Saja Tidak Cukup

by Redaksi
Jumat, 8 Mei 2026, 18:25 WIB
A A
Transformasi Digital Birokrasi: Teknologi Saja Tidak Cukup

Ir. Bagus Budi Hermanto, MM

Penulis: Ir. Bagus Budi Hermanto, MM.

Koranpilar.com. Surabaya – Indonesia sedang berada di tengah arus perubahan besar dunia. Revolusi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari perdagangan, pendidikan, transportasi, hingga pelayanan publik. Masyarakat kini hidup dalam budaya serba cepat, serba praktis, dan serba digital.

Dalam situasi seperti ini, birokrasi pemerintahan tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama yang lambat, kaku, dan terfragmentasi. Karena itu, transformasi digital birokrasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan nasional.

Namun perlu dipahami, transformasi digital bukan sekadar membuat aplikasi, membangun dashboard, atau memindahkan dokumen kertas menjadi file elektronik. Digitalisasi sejati adalah perubahan cara berpikir, cara bekerja, dan cara melayani masyarakat.

Teknologi hanyalah alat. Yang paling menentukan adalah kepemimpinan, budaya kerja, dan keberanian untuk berubah. Di sinilah tantangan terbesar birokrasi Indonesia sesungguhnya berada.

Presiden Visioner Menjadi Penentu Arah Transformasi besar sebuah negara membutuhkan pemimpin yang mampu melihat jauh melampaui zamannya.

Presiden tidak cukup hanya menjadi administrator pemerintahan, tetapi harus menjadi arsitek masa depan bangsa. Presiden yang visioner memahami bahwa kekuatan negara modern tidak hanya diukur dari sumber daya alam atau pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas tata kelola pemerintahannya. Negara yang mampu bergerak cepat, mengambil keputusan berbasis data, dan memberikan pelayanan publik yang efisien akan memiliki daya saing yang jauh lebih kuat.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Pimpin Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Grahadi: Gelorakan Semangat Wujudkan Kedaulatan, Keadilan dan Kemakmuran Bangsa

Dalam konteks ini, Presiden ibarat nahkoda kapal besar bernama Indonesia. Kapal sebesar Indonesia tidak mungkin bergerak menuju masa depan tanpa arah yang jelas. Nahkoda harus mampu membaca perubahan zaman, menentukan tujuan pelayaran, sekaligus menjaga seluruh awak kapal tetap bergerak dalam satu irama.

Karena itu, arah transformasi digital nasional membutuhkan kepemimpinan yang berani mengambil keputusan besar, termasuk menyederhanakan birokrasi, mengintegrasikan layanan publik, dan mengubah budaya kerja pemerintahan menjadi lebih adaptif.

Dunia Bergerak Cepat, Pemerintah Harus Adaptif Perubahan global hari ini terjadi sangat cepat. Teknologi kecerdasan buatan, big data, cloud computing, dan internet of things telah mengubah pola kerja pemerintahan di berbagai negara.

Jika birokrasi tidak mampu beradaptasi, maka pelayanan publik akan tertinggal dari kebutuhan masyarakatnya sendiri. Presiden dan seluruh pimpinan pemerintahan harus memiliki budaya kerja adaptif. Artinya, tidak terjebak pada pola lama yang merasa nyaman dengan rutinitas administratif.

Pemerintah harus berani mengevaluasi sistem yang sudah tidak relevan dan menggantinya dengan pendekatan yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi.

Baca Juga :  81 Tahun Merdeka, Mengapa Daerah Masih Kesulitan Membayar PPPK?. Jangan Hanya Menghemat APBD, Saatnya Kepala Daerah Mengubah Kekayaan Menjadi Kekuatan Fiskal (Episode Tiga)

Masyarakat hari ini tidak ingin lagi dipersulit oleh banyak meja, banyak tanda tangan, atau banyak aplikasi yang tidak saling terhubung. Rakyat membutuhkan pelayanan yang sederhana, cepat, dan mudah diakses. Di sinilah pentingnya keberanian untuk berubah.

Keterbukaan terhadap Inovasi Transformasi digital juga membutuhkan pimpinan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang terbuka terhadap inovasi. Banyak program digital gagal bukan karena teknologinya buruk, tetapi karena pola pikir birokrasi masih mempertahankan ego sektoral dan cara kerja lama. Padahal inovasi lahir dari keterbukaan terhadap gagasan baru, kolaborasi, dan keberanian, mencoba pendekatan berbeda.

Setiap kementerian dan pemerintah daerah seharusnya tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Data, sistem, dan layanan publik harus mulai diintegrasikan agar masyarakat tidak menjadi korban kerumitan administrasi. Bila satu instansi meminta data yang sama berulang-ulang kepada masyarakat, maka sesungguhnya birokrasi belum benar-benar digital.

Teknologi seharusnya mempermudah, bukan justru memperumit pelayanan. Karena itu, transformasi digital membutuhkan aparatur yang tidak alergi terhadap perubahan.

ASN masa depan bukan hanya dituntut loyal dan disiplin, tetapi juga kreatif, kolaboratif, dan melek teknologi. Kolaborasi Menjadi Kunci Transformasi digital tidak bisa dilakukan secara parsial. Tidak ada kementerian yang mampu bekerja sendiri menghadapi kompleksitas pelayanan publik modern.

Baca Juga :  81 Tahun Merdeka, Mengapa Daerah Masih Kesulitan Membayar PPPK?. Jangan Hanya Menghemat APBD, Saatnya Kepala Daerah Mengubah Kekayaan Menjadi Kekuatan Fiskal (Episode Dua).

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama. Kementerian, pemerintah daerah, BUMN, perguruan tinggi, sektor swasta, hingga komunitas digital harus mampu membangun ekosistem bersama. Integrasi data nasional, keamanan siber, pelayanan kesehatan digital, pendidikan digital, hingga sistem bantuan sosial membutuhkan kerja bersama lintas lembaga.

Transformasi birokrasi ibarat orkestra besar.

Presiden adalah dirigen utamanya, tetapi harmoni hanya tercipta bila seluruh instrumen bekerja selaras. Tanpa kolaborasi, digitalisasi hanya akan melahirkan ribuan aplikasi yang berjalan sendiri-sendiri tanpa dampak nyata bagi masyarakat.

Menuju Indonesia yang Lebih Modern Pada akhirnya, tujuan transformasi digital bukan sekadar mengejar modernitas teknologi. Tujuan utamanya adalah menghadirkan pemerintahan yang lebih melayani, lebih transparan, lebih cepat, dan lebih dipercaya rakyat.

Indonesia memiliki peluang besar menjadi negara dengan birokrasi modern yang kuat. Namun peluang itu hanya dapat diwujudkan bila ada:

• kepemimpinan nasional yang visioner,

• budaya kerja yang adaptif,

• keterbukaan terhadap inovasi,

• serta kolaborasi lintas sektor yang solid.

Karena bangsa yang maju bukan hanya bangsa yang memiliki teknologi canggih, tetapi bangsa yang mampu menggunakan teknologi untuk memperkuat pelayanan, keadilan, dan kesejahteraan masyarakatnya. Dan transformasi besar itu harus dimulai dari keberanian untuk berubah.

Share9SendTweet6
Previous Post

Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, Lantik 74 Pejabat Fungsional, Tekankan Profesionalitas dan Tanggung Jawab

Next Post

Plt Bupati Titip Doa untuk Tulungagung, Ke Calon Jemaah Haji

Related Posts

UIN SATU Tulungagung Gasak 3-0 Universitas Negeri Malang di Liga Voli Mahasiswa Seri Surabaya
Surabaya

UIN SATU Tulungagung Gasak 3-0 Universitas Negeri Malang di Liga Voli Mahasiswa Seri Surabaya

Kamis, 15 Oktober 2026, 07:40 WIB
Kesaksian Mantan Kabag Umum Mengejutkan, Gatut Sunu Paksa Angkat 15 Honorer Hingga Permintaan Sejumlah Uang
Surabaya

Kesaksian Mantan Kabag Umum Mengejutkan, Gatut Sunu Paksa Angkat 15 Honorer Hingga Permintaan Sejumlah Uang

Sabtu, 3 Oktober 2026, 18:41 WIB
DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Ketiga).
Surabaya

DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Ketiga).

Senin, 21 September 2026, 19:39 WIB
DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Pertama).
Surabaya

DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Kedua).

Minggu, 20 September 2026, 16:30 WIB
DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Pertama).
Surabaya

DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Pertama).

Sabtu, 19 September 2026, 17:40 WIB
Surabaya

Sabtu, 22 Agustus 2026, 17:11 WIB
Next Post
Plt Bupati Titip Doa untuk Tulungagung, Ke Calon Jemaah Haji

Plt Bupati Titip Doa untuk Tulungagung, Ke Calon Jemaah Haji

Recommended

Pengurus Dan Dewan Kehormatan PMI Tulungagung Dilantik, Layanan Kemanusiaan dan Kemandirian Organisasi di Perkuat

Kemandirian PMI Tulungagung Mendapat Apresisai Dari Plt Bupati Ahmad Baharudin

Rabu, 17 Juni 2026, 16:05 WIB
PTSL DI DESA GESIKAN PAKEL DIDUGA BERMASALAH, KETUA : PENDAFTARAN SERTIFIKAT SUDAH SELESAI

PTSL DI DESA GESIKAN PAKEL DIDUGA BERMASALAH, KETUA : PENDAFTARAN SERTIFIKAT SUDAH SELESAI

Sabtu, 28 Februari 2026, 11:25 WIB

Don't miss it

Hasil Penyelidikan Tim URC Jaka Tingkir: Pembobol Rumah Lansia di Rejosari Deket Lamongan Berhasil Diringkus
Lamongan

Hasil Penyelidikan Tim URC Jaka Tingkir: Pembobol Rumah Lansia di Rejosari Deket Lamongan Berhasil Diringkus

Jumat, 6 November 2026, 08:52 WIB
Mojokerto Pusat Perayaan Hari Desa Nasional, Akademisi STIE Al-Anwar Soroti Peluang Emas Pelaku Usaha Desa
Mojokerto

Mojokerto Pusat Perayaan Hari Desa Nasional, Akademisi STIE Al-Anwar Soroti Peluang Emas Pelaku Usaha Desa

Kamis, 5 November 2026, 08:16 WIB
Hasil Pengembangan Kasus Ternak, Polres Lamongan Bekuk Dua Tersangka Curanmor Asal Maduran dan Brondong
Lamongan

Hasil Pengembangan Kasus Ternak, Polres Lamongan Bekuk Dua Tersangka Curanmor Asal Maduran dan Brondong

Kamis, 5 November 2026, 07:59 WIB
Pembangunan Pujasera Pasar Desa Purwokerto Kecamatan Ngimbang Memberikan Ruang Bagi UMKM Warga Lokal Berharap Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Ke Depan Lebih Baik.
Lamongan

Pembangunan Pujasera Pasar Desa Purwokerto Kecamatan Ngimbang Memberikan Ruang Bagi UMKM Warga Lokal Berharap Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Ke Depan Lebih Baik.

Sabtu, 31 Oktober 2026, 18:21 WIB
Empat Bocah yang Tercebur Sumur Sekolah di Modo Lamongan
Lamongan

Empat Bocah yang Tercebur Sumur Sekolah di Modo Lamongan

Jumat, 30 Oktober 2026, 18:58 WIB
Plt Bupati Tulungagung, Menyerahkan penganugerahan SAKIP tahun 2026. (dok redaksi).
Tulungagung

Pemkab Tulungagung Gelar Penghargaan Implementasi SAKIP 2026, Plt Bupati Dorong Peningkatan Kinerja Perangkat Daerah

Rabu, 28 Oktober 2026, 07:18 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved