Minggu, Juli 5, 2026
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
No Result
View All Result
Home Daerah Surabaya

INDONESIA 2030 : BUGAR ATAU BUBAR? Mengembalikan Pancasila sebagai Kompas Kebijakan Negara

by Redaksi
Minggu, 5 Juli 2026, 14:37 WIB
A A
INDONESIA 2030 : BUGAR ATAU BUBAR?  Mengembalikan Pancasila sebagai Kompas Kebijakan Negara

Ilustrasi poster Indonesia, Bugar atau Bubar?.

Oleh: Sila Basuki/CAK eS-Be iNSTiTUTE

Ediror : Redaksi

Koranpilar.com, Surabaya – Ketika pada tahun 2017 Prabowo Subianto menyampaikan peringatan bahwa “Negara kita bisa bubar tahun 2030”, sebagian masyarakat menganggapnya sebagai retorika politik. Padahal, pernyataan itu bukanlah sebuah ramalan, melainkan sebuah peringatan strategis yang merujuk pada skenario geopolitik dalam novel Ghost Fleet karya P. W. Singer dan August Cole.

Kini, setelah Indonesia memasuki babak baru pembangunan nasional, pertanyaan yang sesungguhnya bukan lagi apakah Indonesia akan bubar, melainkan: apakah Indonesia benar-benar sedang dibangun menjadi bangsa yang lebih berdaulat, lebih adil, dan lebih kuat?.

Di sinilah Pancasila semestinya menjadi kompas utama.

Persoalan terbesar Bangsa ini bukan sekadar pertumbuhan ekonomi. Indonesia memang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, kekayaan mineral yang melimpah, bonus demografi, dan posisi geografis yang sangat strategis. Namun sejarah menunjukkan bahwa banyak bangsa kaya sumber daya justru gagal menjadi negara maju ketika kehilangan arah kebijakan dan kedaulatan pengambilan keputusan.

Persoalan terbesar Bangsa ini bukan sekadar pertumbuhan ekonomi. Indonesia memang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, kekayaan mineral yang melimpah, bonus demografi, dan posisi geografis yang sangat strategis. Namun sejarah menunjukkan bahwa banyak bangsa kaya sumber daya justru gagal menjadi negara maju ketika kehilangan arah kebijakan dan kedaulatan pengambilan keputusan.

Baca Juga :  Kakanwil BPN Jatim Serahkan Hewan Qurban

Pertanyaan mendasarnya adalah : siapa yang sesungguhnya paling diuntungkan oleh pembangunan nasional ?.

Investasi tentu diperlukan. Modal asing juga bukan sesuatu yang harus ditolak selama berada dalam koridor konstitusi. Namun investasi tidak boleh berubah menjadi ketergantungan. Pembangunan tidak boleh mengurangi kemampuan bangsa menentukan nasibnya sendiri. Di sinilah makna kedaulatan menjadi sangat penting.

Sila Kelima Pancasila berbunyi : “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Kalimat ini bukan slogan seremonial. Ia adalah ukuran moral setiap kebijakan publik. Setiap proyek strategis semestinya dapat diuji dengan pertanyaan sederhana: apakah manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat secara luas, atau hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu?.

Demikian pula Sila Keempat. Demokrasi Indonesia tidak hanya dimaksudkan sebagai kompetisi elektoral lima tahunan.

Frasa “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan” mengingatkan bahwa demokrasi Indonesia seharusnya menghasilkan kebijakan yang bijaksana, bukan sekadar keputusan yang lahir dari kemenangan politik.

Karena itu, kritik terhadap kebijakan publik tidak boleh dianggap sebagai sikap anti-pemerintah. Sebaliknya, kritik merupakan bagian dari tanggung jawab warga negara untuk memastikan bahwa arah pembangunan tetap setia pada cita-cita konstitusi.

Baca Juga :  Rapat Klarifikasi " Eri Cahyadi Ngedabrus " oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya berlangsung panas dan ricuh..!!

Tokoh pendidikan nasional Prof. Sofian Effendi berkali-kali mengingatkan pentingnya membangun tata kelola negara yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kepentingan nasional.

Sementara Prof. Daniel Mohammad Rosyid sering menekankan bahwa kemandirian bangsa bukan hanya soal ekonomi, melainkan juga kemampuan berpikir dan menentukan arah pembangunan secara mandiri tanpa kehilangan jati diri.

Di sisi lain, almarhum KH. Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) berulang kali mengingatkan bahwa kekuasaan harus selalu dibatasi oleh moralitas, kejujuran, dan kepentingan rakyat.

Pesan-pesan tersebut sesungguhnya bertemu pada satu titik: Indonesia membutuhkan pembangunan yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkeadilan.

Bangsa besar tidak dibangun oleh gedung-gedung tinggi semata. Ia dibangun oleh institusi yang dipercaya rakyat, hukum yang ditegakkan tanpa pandang bulu, birokrasi yang melayani, serta ekonomi yang memberi kesempatan kepada semua warga untuk berkembang.

Karena itu, menuju Indonesia Emas 2045, keberhasilan tidak cukup diukur dari angka investasi atau pertumbuhan ekonomi. Ukuran yang lebih penting adalah apakah ketimpangan berkurang, apakah masyarakat adat terlindungi, apakah petani dan nelayan semakin sejahtera, apakah generasi muda memperoleh pendidikan berkualitas, dan apakah negara tetap memiliki kemandirian dalam menentukan kebijakan strategisnya.

Baca Juga :  Kasus Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Kembali Sorotan Publik: Isu Politisasi Hukum Mencuat

Indonesia tidak kekurangan sumber daya. Yang sering dipersoalkan publik justru adalah kualitas tata kelola dan keberanian menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan jangka pendek.

Akhirnya, pertanyaan “Indonesia 2030: Bugar atau Bubar?” hendaknya dipahami sebagai ajakan untuk bercermin, bukan untuk saling menyalahkan. Masa depan bangsa tidak ditentukan oleh satu orang presiden, satu partai politik, ataupun satu kelompok masyarakat. Masa depan Indonesia ditentukan oleh kemampuan seluruh elemen bangsa menjaga Pancasila tetap hidup dalam setiap kebijakan negara.

Sebab pada akhirnya, kedaulatan bukan hanya soal menjaga batas wilayah. Kedaulatan adalah kemampuan suatu bangsa menentukan masa depannya sendiri dengan berpijak pada konstitusi, keadilan sosial, dan kepentingan seluruh rakyat Indonesia (eSBe).

Tags: INDONESIA 2030 : BUGAR ATAU BUBAR? Mengembalikan Pancasila sebagai Kompas Kebijakan Negara
ShareSendTweet
Previous Post

UPACARA JAMASAN PUSAKA TOMBAK KYAI UPAS AJANG PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA

Next Post

SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS, WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID I)

Related Posts

Rapat Klarifikasi ” Eri Cahyadi Ngedabrus ” Oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Berlangsung Panas Dan Ricuh..!!
Surabaya

Rapat Klarifikasi ” Eri Cahyadi Ngedabrus ” Oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Berlangsung Panas Dan Ricuh..!!

Kamis, 2 Juli 2026, 14:27 WIB
DPC PDI PERJUANGAN KOTA SURABAYA, MEMANGGIL SAUDARA WARDOYO SH. TERKAIT PEMBERITAAN DI MEDIA DENGAN JUDUL “ERI CAHYADI NGEDABRUS”
Surabaya

Rapat Klarifikasi ” Eri Cahyadi Ngedabrus ” oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya berlangsung panas dan ricuh..!!

Kamis, 2 Juli 2026, 06:07 WIB
DPC PDI PERJUANGAN KOTA SURABAYA, MEMANGGIL SAUDARA WARDOYO SH. TERKAIT PEMBERITAAN DI MEDIA DENGAN JUDUL “ERI CAHYADI NGEDABRUS”
Beranda

DPC PDI PERJUANGAN KOTA SURABAYA, MEMANGGIL SAUDARA WARDOYO SH. TERKAIT PEMBERITAAN DI MEDIA DENGAN JUDUL “ERI CAHYADI NGEDABRUS”

Senin, 29 Juni 2026, 16:38 WIB
Eri Cahyadi ‘Ngedabrus’? Jangan Biarkan Nama Partai Tercoreng!
Surabaya

ERI CAHYADI NGEDABRUS JILID 2 !!! “MENAGIH JANJI WALIKOTA SURABAYA”

Kamis, 25 Juni 2026, 19:22 WIB
Eri Cahyadi ‘Ngedabrus’? Jangan Biarkan Nama Partai Tercoreng!
Surabaya

Eri Cahyadi ‘Ngedabrus’? Jangan Biarkan Nama Partai Tercoreng!

Kamis, 25 Juni 2026, 18:32 WIB
ERI CAHYADI NGEDABRUS JILID 2 !!!  “MENAGIH JANJI WALIKOTA SURABAYA”
Surabaya

ERI CAHYADI NGEDABRUS JILID 2 !!! “MENAGIH JANJI WALIKOTA SURABAYA”

Kamis, 25 Juni 2026, 10:10 WIB
Next Post
SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS, WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID I)

SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS, WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID I)

Recommended

Pj. Bupati Tulungagung Soroti Perubahan APBD, DPRD Targetkan Selesaikan Pembahasan PAK Sebelum Masa Jabatan Habis

Pj. Bupati Tulungagung Soroti Perubahan APBD, DPRD Targetkan Selesaikan Pembahasan PAK Sebelum Masa Jabatan Habis

Sabtu, 3 Agustus 2024, 18:50 WIB
Program PTSL Tahun 2025 Di Desa lamongrejo Kecamatan Ngimbang Di Sambut Gembira Oleh Warga Masyarakat Soal Swadaya Tidak Ada Masalah.

Program PTSL Tahun 2025 Di Desa Lamongrejo Kecamatan Ngimbang Di Sambut Gembira Oleh Warga Masyarakat Soal Swadaya Tidak Ada Masalah.

Rabu, 18 Juni 2025, 13:09 WIB

Don't miss it

SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS, WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID I)
Tulungagung

SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS, WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID I)

Minggu, 5 Juli 2026, 15:10 WIB
INDONESIA 2030 : BUGAR ATAU BUBAR?  Mengembalikan Pancasila sebagai Kompas Kebijakan Negara
Surabaya

INDONESIA 2030 : BUGAR ATAU BUBAR? Mengembalikan Pancasila sebagai Kompas Kebijakan Negara

Minggu, 5 Juli 2026, 14:37 WIB
UPACARA JAMASAN PUSAKA TOMBAK KYAI UPAS AJANG PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA
Tulungagung

UPACARA JAMASAN PUSAKA TOMBAK KYAI UPAS AJANG PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA

Jumat, 3 Juli 2026, 19:31 WIB
Rapat Klarifikasi ” Eri Cahyadi Ngedabrus ” Oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Berlangsung Panas Dan Ricuh..!!
Surabaya

Rapat Klarifikasi ” Eri Cahyadi Ngedabrus ” Oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Berlangsung Panas Dan Ricuh..!!

Kamis, 2 Juli 2026, 14:27 WIB
DPC PDI PERJUANGAN KOTA SURABAYA, MEMANGGIL SAUDARA WARDOYO SH. TERKAIT PEMBERITAAN DI MEDIA DENGAN JUDUL “ERI CAHYADI NGEDABRUS”
Surabaya

Rapat Klarifikasi ” Eri Cahyadi Ngedabrus ” oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya berlangsung panas dan ricuh..!!

Kamis, 2 Juli 2026, 06:07 WIB
KEJAKSAAN NEGERI TULUNGAGUNG GELEDAH KANTOR BPKAD DAN DISBUDPAR, TIGA BOX DIAMANKAN
Beranda

KEJAKSAAN NEGERI TULUNGAGUNG GELEDAH KANTOR BPKAD DAN DISBUDPAR, TIGA BOX DIAMANKAN

Rabu, 1 Juli 2026, 05:52 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved