Liputan : Latif
Editor : Redaksi
Koranpilar.com. Mojokerto – Penguatan fondasi literasi dasar dan pembentukan karakter anak menjadi fokus utama program bimbingan belajar (bimbel) yang diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIE Al-Anwar Mojokerto di Desa Jatirejo, Jumat (31/07/2026). Program pendampingan pendidikan ini disasarkan pada dua lembaga pendidikan tingkat dasar, yakni SDN Jatirejo 1 dan MI Darul Huda.
Di SDN Jatirejo 1, program bimbingan belajar difokuskan secara spesifik untuk memperkuat kemampuan membaca bagi siswa kelas 1 hingga kelas 3. Pemetaan ini didasarkan pada kebutuhan krusial anak-anak kelas rendah yang memerlukan stimulasi membaca lebih intensif guna menunjang proses pembelajaran lanjutan.
Metode pengajaran yang diterapkan mengedepankan pendekatan aplikatif melalui penjelasan interaktif dan pendampingan tatap muka secara langsung. Pola ini dipilih untuk menggantikan metode konvensional berbasis lembar kerja siswa (LKS), sehingga proses penyerapan materi membaca menjadi lebih efektif dan komunikatif.
Sementara itu, pendampingan di MI Darul Huda menyasar siswa kelas 1 hingga kelas 4. Pembatasan tingkatan kelas ini disesuaikan dengan skema akademik madrasah, mengingat siswa kelas 5 dan 6 telah memiliki konsentrasi agenda pembelajaran diniyah yang padat.
Selain aspek akademis, pendampingan di tingkat madrasah juga diintegrasikan dengan materi pembentukan karakter melalui sosialisasi pencegahan tindakan bullying (perundungan). Edukasi ini dirancang untuk merespons dinamika interaksi sosial antarsiswa yang rentan memicu perselisihan di lingkungan sekolah.
Penyisipan materi anti-perundungan di sela-sela kegiatan bimbel bertujuan memberikan pemahaman mendasar mengenai dampak negatif bullying. Langkah ini diharapkan mampu membangun empati, rasa saling menghargai, serta menciptakan iklim belajar yang aman dan kondusif bagi seluruh peserta didik.
Strategi penyampaian materi bimbel dan sosialisasi dilakukan melalui interaksi tatap muka langsung di tiap-tiap kelas. Pendekatan persuasif ini diterapkan guna membangkitkan antusiasme, rasa percaya diri, serta keterlibatan aktif para siswa selama sesi pendampingan berlangsung.
Pelaksanaan pemetaan program pendidikan terstruktur ini berjalan di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Hj. Mutmainah, S.E., M.M. dan AA. Ayu Oka Ariyani, S.Sos., MSA., guna memastikan setiap intervensi edukatif memiliki indikator keberhasilan yang terukur.
“Kami merancang program bimbingan belajar ini tidak hanya sebatas pengajaran akademik membaca secara interaktif, tetapi juga diselingi dengan edukasi karakter pencegahan bullying agar anak-anak memiliki lingkungan belajar yang aman dan mendukung,” jelas Karimatun Nisak F., mahasiswa Prodi Manajemen.
Melalui integrasi pendampingan literasi membaca dan edukasi anti-perundungan ini, mahasiswa KKN berkomitmen menghadirkan skema bimbingan belajar yang terstruktur serta tepat sasaran. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas akademis dan sosial anak-anak di Desa Jatirejo.














