Mojokerto – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menggelar Peningkatan Kapasitas Kepala Dusun di Hotel Grand Whiz Trawas, 24-26 November 2025. Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa (Gus Barra), membuka resmi kegiatan tersebut dengan menyoroti peran Kepala Dusun (Kadus) sebagai garda terdepan yang menentukan kualitas tata kelola desa.
Dalam sambutannya, Gus Barra menegaskan bahwa posisi Kadus sangat vital karena berhadapan langsung dengan masyarakat, menjadikannya ujung tombak pelayanan, penyampai informasi, dan penggerak pembangunan di tingkat dusun. Oleh karena itu, kapasitas, integritas, dan kompetensi Kadus menjadi faktor penentu utama keberhasilan pemerintah desa.
Bupati secara khusus menekankan pentingnya integritas dan keteladanan. Ia menuntut para Kadus menjadi figur yang terpercaya, disiplin, jujur, dan menjadi contoh nyata dalam pelayanan. Komitmen ini dinilai krusial untuk membangun kepercayaan publik terhadap perangkat desa.
Selain integritas, Gus Barra juga mendesak Kadus untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme mereka. Partisipasi serius dalam pembinaan ini diharapkan mampu membekali mereka dengan pemahaman baru agar dapat mengelola dusun secara lebih efektif dan akuntabel.
Aspek lain yang ditekankan adalah pentingnya komunikasi dan koordinasi yang kuat. Gus Barra meminta Kadus memperkuat sinergi antar perangkat desa, lembaga desa, hingga tingkat kecamatan demi menjamin keberhasilan program-program pembangunan dan pelayanan publik yang utuh.
Bupati berharap setiap Kadus menjadi figur yang mampu menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayahnya. Mereka harus mampu menangani potensi konflik sosial, gangguan keamanan, maupun persoalan sehari-hari melalui pendekatan partisipatif yang humanis.
“Besar harapan saya, setelah mengikuti pembinaan ini, semua dapat kembali ke desa masing-masing dengan pemahaman baru, semangat baru, serta komitmen yang lebih kuat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Gus Barra.









