Liputan: Lion King // Editor: Redaksi
Koranpilar.com. Tulungagung – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan program revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana pendidikan di Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan dalam kunjungan kerja di Kabupaten Tulungagung, Kamis (14/5/2026).
Peresmian dipusatkan di SMKN 1 Tulungagung sebagai bagian dari langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat kualitas pendidikan, khususnya pendidikan vokasi yang berorientasi pada keterampilan dan kesiapan kerja siswa.
Khofifah dalam kunjungannya, tidak hanya meresmikan pembangunan fisik sekolah, tetapi juga meninjau langsung program unggulan ketahanan pangan yang dikembangkan SMKN 1 Tulungagung, seperti peternakan sapi, peternakan ayam, hingga budidaya sayur sayuran.
Program tersebut masuk dalam konsep Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), yang dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis sekaligus menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini.
“Program seperti ini sangat penting karena siswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga memiliki kemampuan hidup, keterampilan usaha, dan kesiapan menghadapi tantangan ekonomi ke depan,” ujar Khofifah.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan, terdapat 48 lembaga pendidikan yang menerima program revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp 46,9 miliar.
“Rinciannya, sebanyak 20 lembaga berada di Tulungagung, 11 lembaga di Trenggalek, dan 13 lembaga di Pacitan,” terangnya.
Di Tulungagung terdapat 20 lembaga pendidikan yang mendapat bantuan, total anggaran rehabilitasi dan revitalisasi mencapai Rp 23.241.817.786, untuk:
- Delapan Bangunan SMA senilai Rp 4.721.031.786.
- 10 Bangunan SMK senilai Rp 17.332.887.000.
- Dua Bangunan SLB senilai Rp 1.187.899.000.
Ia menambahkan, revitalisasi tersebut mencakup berbagai fasilitas penting penunjang kegiatan belajar mengajar. Mulai dari ruang kelas, ruang praktik siswa, laboratorium, perpustakaan, ruang bimbingan konseling (BK), UKS, ruang OSIS, toilet, hingga tempat ibadah.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan yang dibarengi penguatan pendidikan vokasi dapat menciptakan kualitas pendidikan yang lebih merata di berbagai daerah.
Selain itu, program ini diharapkan mampu memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu barometer pendidikan nasional, terutama dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja maupun sektor usaha mandiri.















