Liputan : Tim // Editor : Redaksi
Koranpilar.com. Tulungagung – Pemerintah Kabupaten Pemkab Tulungagung terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui percepatan program strategis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Program ini menjadi salah satu langkah nyata untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dari tingkat desa hingga kelurahan.
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pengembangan koperasi, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, SM, MM, bersama Dandim 0807 Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio, S.IP, M.Han, menyerahkan secara simbolis 82 unit kendaraan roda tiga operasional kepada 41 desa. Bantuan ini diharapkan mampu memperkuat layanan distribusi serta mendukung aktivitas usaha koperasi yang sudah dibangun di sejumlah wilayah.
Melalui penyerahan kendaraan operasional ini, sebanyak 82 unit kendaraan roda tiga disalurkan kepada 41 desa, khususnya bagi koperasi di 32 desa yang pembangunan fisiknya telah selesai sepenuhnya. Kendaraan tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran distribusi barang, mempercepat pelayanan usaha koperasi, sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Kegiatan penyerahan kendaraan operasional tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati Tulungagung, dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Tri Hariadi, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Slamet Sunarto, para Danramil dan Babinsa, kepala desa, lurah, serta pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Plt Bupati Ahmad Baharudin Dalam sambutan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dan bekerja keras dalam mempercepat pembangunan koperasi hingga ke tingkat desa. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, serta masyarakat menjadi kunci penting dalam mewujudkan penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.
“Alhamdulillah, hingga 25 Mei 2026 secara legal formal telah terbentuk sebanyak 271 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh wilayah Tulungagung. Dari jumlah tersebut, terdapat 108 titik lokasi yang sedang dalam proses pembangunan gerai koperasi, dan 32 di antaranya telah selesai terbangun 100 persen,” ujar Ahmad Baharudin.
Ia menjelaskan, meskipun progres pembangunan berjalan cukup pesat, pelaksanaan program di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan teknis. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain terkait ketersediaan lahan LP2B, kawasan hutan milik Perhutani, keterbatasan luas lahan, hingga penyesuaian teknis pembangunan di beberapa lokasi.
Pemkab Tulungagung bersama Satgas KDMP dan Kodim 0807 terus melakukan langkah percepatan untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut, mulai dari survei lokasi, koordinasi intensif dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, hingga identifikasi aset dan lahan alternatif yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan gerai koperasi.
“Pembangunan Koperasi Merah Putih ini bukan sekadar membangun gedung fisik, tetapi membangun ekosistem ekonomi desa yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Ini menjadi fondasi utama dalam penguatan ekonomi daerah dari akar rumput,” tegasnya.
Ahmad Baharudin juga menegaskan pentingnya menjaga semangat gotong royong dan kolaborasi antarpihak agar program KDMP dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar koperasi ini benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa,” ungkapnya.














