Beranda Mojokerto

Menembus Batas Akademik di Mojokerto, Prof. Chamdan Purnama Sang Pendidik Inspiratif

5

foto; prof. Dr. H. Chamdan Purnama, S.E. M.M

Liputan : Latif // Editor : Redaksi

Koran pilar.com. Mojokerto, Jawa Timur – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan tinggi di Mojokerto. Prof. Dr. H. Chamdan Purnama, S.E., M.M., dosen senior di STIE Al-Anwar Mojokerto, resmi menjadi Profesor atau Guru Besar dalam bidang Ilmu Manajemen usai keluarnya SK No. 2068/M/KPT.KP/2026. Pencapaian ini bukan sekadar gelar, melainkan simbol harapan dan inspirasi baru bagi seluruh civitas akademika di wilayah “Bumi Majapahit”.

Keberhasilan Prof. Chamdan meraih gelar tertinggi di bidang akademik per 1 Desember 2025 merupakan peristiwa yang sangat langka di Mojokerto. Kehadiran sosok Guru Besar baru ini menjadi oase di tengah minimnya jumlah profesor di perguruan tinggi lokal, sekaligus membuktikan bahwa kualitas pendidikan di daerah mampu bersaing di level nasional.

Perjalanan beliau menuju puncak karier ini bukanlah proses instan. Lahir di Kediri, 2 Mei 1963, Prof. Chamdan telah mendedikasikan puluhan tahun hidupnya untuk belajar dan mengajar. Fondasi intelektualnya yang kuat ditempa saat beliau menempuh studi Doktor (S3) Ilmu Ekonomi di Universitas Brawijaya (UB) Malang, yang ia selesaikan pada tahun 2007.

Baca Juga  Cuaca ekstrem, Pemkab Mojokerto Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi

Sebagai seorang pendidik, Prof. Chamdan adalah potret konsistensi. Beliau menunjukkan bahwa menjadi dosen di kampus daerah bukan berarti terbatas dalam prestasi. Dengan capaian angka kredit (Kum) sebesar 850.00, beliau membuktikan bahwa disiplin dan dedikasi pada riset akan membuahkan hasil yang prestisius.

Reputasi beliau tidak hanya dikenal di Mojokerto. Sebagai pakar manajemen, Prof. Chamdan telah melahirkan puluhan jurnal nasional dan berbagai karya ilmiah internasional yang terindeks Scopus. Bahkan, hingga kini beliau masih dipercaya menjadi peninjau (reviewer) untuk jurnal-jurnal ilmiah internasional, sebuah peran yang mengharuskan ketajaman analisis tingkat tinggi.

Di Mojokerto, publik mengenal beliau sebagai sosok yang sederhana dan sangat dekat dengan mahasiswa di STIE Al-Anwar. Gelar Profesor yang kini disandangnya diharapkan menjadi pemantik semangat bagi dosen-dosen muda lainnya di Mojokerto untuk terus berkarya dan tidak lelah mengejar pangkat fungsional tertinggi.

“Gelar ini adalah amanah untuk terus memajukan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Mojokerto,” tutur kolega beliau yang melihat perjuangan Prof. Chamdan dari jenjang Asisten Ahli pada 2006, Lektor Kepala pada 2011, hingga akhirnya resmi menjadi Profesor di usia yang sangat matang.

Baca Juga  Bupati Mojokerto Tekankan Integritas dan Akuntabilitas Publik Pengelolaan Keuangan Daerah

Kehadiran Prof. Chamdan menambah deretan tokoh intelektual besar di Mojokerto setelah sebelumnya publik sangat mengenal Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim. Kini, dengan adanya dua figur besar ini, ekosistem pendidikan dan intelektual di Mojokerto semakin kuat dan disegani.

Beliau menjadi bukti hidup bahwa lulusan kampus ternama seperti Universitas Brawijaya tetap bisa bersinar di mana pun mereka ditempatkan, selama memiliki integritas dan semangat juang yang tinggi. Nama Prof. Chamdan kini menjadi identitas keberhasilan akademik yang lahir dari ketekunan di tanah Mojokerto.

Kisah sukses Prof. Chamdan memberikan pesan kuat bagi generasi muda di Mojokerto: bahwa batas tertinggi prestasi hanya ditentukan oleh kemauan kita untuk terus belajar. Bumi Majapahit yang kaya akan sejarah kini memiliki satu lagi putra terbaik yang mencatatkan sejarah baru di bidang ilmu pengetahuan.

Dengan resmi menyandangnya gelar Guru Besar ini, STIE Al-Anwar dan masyarakat Mojokerto pada umumnya patut berbangga. Prof. Chamdan telah membuka jalan, menunjukkan bahwa dari sebuah institusi lokal, bisa lahir pemikiran yang diakui oleh dunia internasional.

Baca Juga  Ciptakan Momen Hangat, TK Mutiara Anak Sholeh Mojokerto Gelar Family Gathering dan Wisata Edukasi di Cimory Dairyland

Seyogyanya langkah Prof. Chamdan menjadi awal dari lahirnya profesor-profesor baru di Mojokerto, yang akan terus membimbing generasi penerus bangsa menuju masa depan yang lebih cerah dengan berlandaskan ilmu dan manajemen yang mumpuni.