Mojokerto – Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa atau yang akrab disapa Gus Barra, menunjukkan respon cepat terhadap bencana alam dengan meninjau langsung rumah warga yang terdampak angin puting beliung di Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal, pada Jumat 23 Januari 2026 sore.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto ini bertujuan untuk memastikan kondisi keselamatan warga sekaligus memetakan tingkat kerusakan infrastruktur di kawasan padat pemukiman tersebut.
Didampingi jajaran BPBD dan Forkopimca Bangsal, kunjungan ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah daerah di tengah situasi darurat yang dialami masyarakat.
Fokus utama tinjauan tertuju pada hunian milik Rudi Hartono di Dusun Pudakpulo yang mengalami kerusakan signifikan akibat terjangan angin kencang beberapa waktu lalu.
Meskipun lokasi rumah berada di area pemukiman yang cukup rapat, cuaca ekstrem berhasil merusak struktur bagian atas bangunan sehingga memerlukan penanganan segera.
Pemerintah daerah memastikan bahwa keluarga terdampak tidak akan dibiarkan sendiri dan akan mendapatkan prioritas pemulihan hunian agar dapat kembali ditempati dengan aman.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Barra menyerahkan bantuan material bangunan secara simbolis berupa 26 lembar asbes dan 23 batang kayu ukuran 6/12 untuk memulai proses rehabilitasi atap yang rusak.
Tidak hanya material konstruksi, bantuan juga mencakup kebutuhan dasar harian seperti paket sembako, perabotan rumah tangga, hingga perlengkapan memasak.
Langkah ini diambil guna meringankan beban ekonomi keluarga korban yang aktivitas harian dan dapurnya terganggu akibat kerusakan fisik bangunan.
Terkait proses pemulihan, Bupati menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan otoritas desa dalam pengerjaan fisik di lapangan.
“Insyaallah perbaikannya akan dikerjakan secara bersama-sama dengan desa dan didampingi oleh BPBD Kabupaten Mojokerto,” ujar Gus Barra singkat saat berada di sela-sela tinjauannya.
Mekanisme gotong royong ini diharapkan dapat mempercepat durasi pengerjaan sehingga warga terdampak bisa segera terbebas dari kekhawatiran akan cuaca ekstrem susulan.
Peninjauan ini ditutup dengan penegasan dari pihak pemerintah daerah bahwa pemantauan terhadap potensi bencana serupa akan terus ditingkatkan, terutama pada musim cuaca ekstrem tahun 2026 ini.









