Mojokerto – Kabupaten Mojokerto tak pernah habis menawarkan pesona sejarah yang dibalut dengan nuansa rekreasi keluarga. Di Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, berdiri sebuah destinasi unggulan bernama Wisata Desa BMJ Mojopahit.
Destinasi ini bukan sekadar tempat berlibur biasa, melainkan sebuah oase yang menghidupkan kembali elemen-elemen kemegahan Kerajaan Majapahit di tanah kelahirannya.
Begitu memasuki area wisata, pengunjung akan disambut oleh aura masa lalu yang kental. Fokus utama mata tentu akan tertuju pada ikon paling unik di tempat ini, yakni Patung Mahapatih Gajah Mada.
Patung ini bukan sembarang monumen, karena telah tercatat dalam Rekor MURI sebagai patung Gajah Mada terbesar dan tertinggi di Indonesia dengan total ketinggian mencapai 23 meter.
Berdiri gagah menghadap langit, patung ini seolah menjadi pengingat akan Sumpah Palapa yang pernah menyatukan Nusantara. Keberadaan ikon raksasa ini menjadi daya tarik luar biasa, tidak hanya bagi wisatawan lokal dari Jawa Timur, tetapi juga pengunjung luar daerah hingga mancanegara yang ingin mengabadikan momen bersama sang legenda Majapahit.
Perjalanan Wisata Desa BMJ Mojopahit merupakan sebuah kisah dedikasi yang panjang. Didirikan oleh Mulyono pada tahun 2002, tempat ini berawal dari visi sederhana untuk memberdayakan potensi desa.
Siapa sangka, berawal dari lahan di Kecamatan Dlanggu, kini tempat tersebut telah bertransformasi menjadi salah satu destinasi paling konsisten di Jawa Timur selama 21 tahun terakhir.
Seiring berjalannya waktu, fasilitas di dalamnya terus berkembang secara dinamis. Pada tahun 2005, pengelola mulai menambah berbagai fasilitas permainan anak-anak seperti bebek air dan bom bom car untuk menjangkau segmen keluarga.
Langkah ini terbukti sukses menjadikan BMJ Mojopahit sebagai destinasi favorit bagi anak-anak sekolah dan orang tua.
Memasuki satu dekade perjalanannya pada tahun 2010, BMJ Mojopahit merambah dunia petualangan dengan membangun area camping dan outbond.
Fasilitas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan komunitas, instansi, hingga sekolah yang ingin mengadakan kegiatan luar ruangan dengan suasana alam desa yang masih asri dan tenang.
Salah satu inovasi paling menarik muncul pada tahun 2015 melalui Program Edukasi Kakao. Pengunjung tidak hanya diajak bersenang-senang, tetapi juga belajar mengenai proses pembuatan cokelat dari hulu ke hilir.
Mulai dari menanam pohon kakao hingga proses pengemasan cokelat yang lezat, semuanya disajikan secara edukatif bagi para pelajar maupun masyarakat umum.
Tak berhenti di situ, tantangan zaman dijawab dengan renovasi besar-besaran pada tahun 2020. Meskipun dunia sempat dilanda pandemi, BMJ Mojopahit justru bersiap diri dengan memperbaiki fasilitas lama dan menambah atraksi baru.
Langkah ini dilakukan agar saat pariwisata kembali pulih, pengunjung dapat merasakan kenyamanan yang lebih maksimal.
Dua tahun setelahnya, tepatnya pada 2022, perayaan besar digelar untuk memperingati dua dekade eksistensi mereka.
Berbagai acara dan promosi menarik diberikan sebagai bentuk syukur karena telah dipercaya melayani jutaan pengunjung dari berbagai latar belakang budaya dan daerah selama 20 tahun lebih.
Memasuki tahun 2024, wajah BMJ Mojopahit semakin modern dengan hadirnya fasilitas penginapan dan restoran yang representatif.
Wisatawan yang datang dari jauh kini tidak perlu khawatir, karena mereka bisa bermalam dan menikmati kuliner khas pedesaan sambil tetap merasakan kenyamanan fasilitas masa kini di tengah balutan budaya Majapahit.
Bagi Anda yang berencana berkunjung, manajemen tetap mempertahankan harga yang sangat terjangkau. Tiket masuk untuk dewasa dibanderol seharga Rp20.000, sementara untuk anak-anak hanya Rp18.000.
Menariknya, terdapat harga spesial bagi “pelanggan setia” yang sudah pernah berkunjung sebelumnya, yakni hanya sebesar Rp15.000.
Hingga saat ini, komitmen Wisata Desa BMJ Mojopahit tetap tidak berubah: menjadikan kualitas pelayanan sebagai prioritas utama.
Dengan memadukan unsur sejarah, edukasi, dan hiburan modern, destinasi ini terus berbenah untuk mencapai kepuasan pelanggan tertinggi, memastikan setiap tamu yang pulang membawa kenangan indah dari tanah Majapahit.
Menelusuri Jejak Megah Majapahit di Wisata Desa BMJ Mojokerto, Rumah bagi Patung Gajah Mada Tertinggi di Indonesia Mojokerto – Kabupaten Mojokerto tak pernah habis menawarkan pesona sejarah yang dibalut dengan nuansa rekreasi keluarga. Di Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, berdiri sebuah destinasi unggulan bernama Wisata Desa BMJ Mojopahit.
Destinasi ini bukan sekadar tempat berlibur biasa, melainkan sebuah oase yang menghidupkan kembali elemen-elemen kemegahan Kerajaan Majapahit di tanah kelahirannya.
Begitu memasuki area wisata, pengunjung akan disambut oleh aura masa lalu yang kental. Fokus utama mata tentu akan tertuju pada ikon paling unik di tempat ini, yakni Patung Mahapatih Gajah Mada.
Patung ini bukan sembarang monumen, karena telah tercatat dalam Rekor MURI sebagai patung Gajah Mada terbesar dan tertinggi di Indonesia dengan total ketinggian mencapai 23 meter.
Berdiri gagah menghadap langit, patung ini seolah menjadi pengingat akan Sumpah Palapa yang pernah menyatukan Nusantara. Keberadaan ikon raksasa ini menjadi daya tarik luar biasa, tidak hanya bagi wisatawan lokal dari Jawa Timur, tetapi juga pengunjung luar daerah hingga mancanegara yang ingin mengabadikan momen bersama sang legenda Majapahit.
Perjalanan Wisata Desa BMJ Mojopahit merupakan sebuah kisah dedikasi yang panjang. Didirikan oleh Mulyono pada tahun 2002, tempat ini berawal dari visi sederhana untuk memberdayakan potensi desa.
Siapa sangka, berawal dari lahan di Kecamatan Dlanggu, kini tempat tersebut telah bertransformasi menjadi salah satu destinasi paling konsisten di Jawa Timur selama 21 tahun terakhir.
Seiring berjalannya waktu, fasilitas di dalamnya terus berkembang secara dinamis. Pada tahun 2005, pengelola mulai menambah berbagai fasilitas permainan anak-anak seperti bebek air dan bom bom car untuk menjangkau segmen keluarga.
Langkah ini terbukti sukses menjadikan BMJ Mojopahit sebagai destinasi favorit bagi anak-anak sekolah dan orang tua.
Memasuki satu dekade perjalanannya pada tahun 2010, BMJ Mojopahit merambah dunia petualangan dengan membangun area camping dan outbond.
Fasilitas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan komunitas, instansi, hingga sekolah yang ingin mengadakan kegiatan luar ruangan dengan suasana alam desa yang masih asri dan tenang.
Salah satu inovasi paling menarik muncul pada tahun 2015 melalui Program Edukasi Kakao. Pengunjung tidak hanya diajak bersenang-senang, tetapi juga belajar mengenai proses pembuatan cokelat dari hulu ke hilir.
Mulai dari menanam pohon kakao hingga proses pengemasan cokelat yang lezat, semuanya disajikan secara edukatif bagi para pelajar maupun masyarakat umum.
Tak berhenti di situ, tantangan zaman dijawab dengan renovasi besar-besaran pada tahun 2020. Meskipun dunia sempat dilanda pandemi, BMJ Mojopahit justru bersiap diri dengan memperbaiki fasilitas lama dan menambah atraksi baru.
Langkah ini dilakukan agar saat pariwisata kembali pulih, pengunjung dapat merasakan kenyamanan yang lebih maksimal.
Dua tahun setelahnya, tepatnya pada 2022, perayaan besar digelar untuk memperingati dua dekade eksistensi mereka.
Berbagai acara dan promosi menarik diberikan sebagai bentuk syukur karena telah dipercaya melayani jutaan pengunjung dari berbagai latar belakang budaya dan daerah selama 20 tahun lebih.
Memasuki tahun 2024, wajah BMJ Mojopahit semakin modern dengan hadirnya fasilitas penginapan dan restoran yang representatif.
Wisatawan yang datang dari jauh kini tidak perlu khawatir, karena mereka bisa bermalam dan menikmati kuliner khas pedesaan sambil tetap merasakan kenyamanan fasilitas masa kini di tengah balutan budaya Majapahit.
Bagi Anda yang berencana berkunjung, manajemen tetap mempertahankan harga yang sangat terjangkau. Tiket masuk untuk dewasa dibanderol seharga Rp20.000, sementara untuk anak-anak hanya Rp18.000.
Menariknya, terdapat harga spesial bagi “pelanggan setia” yang sudah pernah berkunjung sebelumnya, yakni hanya sebesar Rp15.000.
Hingga saat ini, komitmen Wisata Desa BMJ Mojopahit tetap tidak berubah: menjadikan kualitas pelayanan sebagai prioritas utama.
Dengan memadukan unsur sejarah, edukasi, dan hiburan modern, destinasi ini terus berbenah untuk mencapai kepuasan pelanggan tertinggi, memastikan setiap tamu yang pulang membawa kenangan indah dari tanah Majapahit.









