Beranda Mojokerto

Deep Learning dan Tiga Komitmen Pemkab: Strategi Mojokerto Lahirkan Generasi Unggul Digital

22

Mojokerto – Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, secara resmi membuka Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Dengan Pemanfaatan Digital. Dalam sambutannya, Gus Bupati, sapaan akrabnya, mencetuskan harapan agar para pelajar di Bumi Majapahit kelak mampu menjadi agen pencipta perubahan, bukan sekadar pengikut perkembangan zaman.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Mojokerto ini digelar di Gedung PGRI Sooko dan dihadiri oleh sedikitnya 450 guru dan tenaga pengajar.

Gus Bupati menjelaskan bahwa harapan tersebut dapat terwujud melalui peran para guru yang mampu memberikan literasi secara menyeluruh, mencakup tidak hanya pengetahuan dasar, tetapi juga literasi lanjutan seperti literasi digital, literasi data, dan literasi teknologi.

“Kita pastikan bahwa anak-anak Mojokerto tidak hanya cakap dalam literasi dasar, tetapi juga unggul dalam literasi digital, literasi data, serta literasi teknologi,” tegasnya.

Penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas tinggi ini sejalan dengan Misi ke-2 Pemkab Mojokerto, yang berfokus pada mewujudkan SDM yang tangguh, cerdas, terampil, produktif, dan berkarakter melalui peningkatan kualitas pendidikan.

Baca Juga  Siswa MAN 2 Mojokerto Lolos Program Gakusei Kenshuu 2025 di Jepang

Bupati Muhammad Albarraa menyampaikan apresiasinya atas program Deep Learning, yang dinilainya searah dengan konsep pembangunan yang diusungnya.

Ia lantas menegaskan tiga komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk mendukung implementasi pembelajaran digital ini, yaitu penguatan kapasitas guru dalam penggunaan teknologi digital, penyediaan infrastruktur yang mendukung pembelajaran digital secara bertahap dan berkelanjutan, dan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komunitas pendidikan, dan dunia usaha dalam membangun ekosistem pembelajaran yang modern, inklusif, dan adaptif.

Deep Learning didefinisikan sebagai metode pembelajaran yang berfokus pada pemahaman konsep mendalam, penguasaan kompetensi, dan keterlibatan aktif siswa. Gus Bupati juga mengutip Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, yang menjelaskan tiga prinsip dalam proses Deep Learning, yaitu Mindful (kesadaran dan penghormatan), Meaningful (menemukan makna dan manfaat), dan Joyful (penghargaan atas penemuan dan kegunaan ilmu).

Menutup sambutannya, Gus Bupati mengajak seluruh pendidik dan tenaga kependidikan untuk terus bekerja dengan penuh keikhlasan, meningkatkan kompetensi, mengembangkan inovasi, dan memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik demi terwujudnya cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa.

Baca Juga  Bupati Mojokerto Ancam Evaluasi Kinerja BUMD, Tekankan Diversifikasi Usaha dan Profesionalisme Layanan