Rabu, Mei 13, 2026
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
No Result
View All Result
Home Featured

Pemandu Wisata: Garda Terdepan Diplomasi Budaya, Kunci Citra Positif Pariwisata Indonesia

by Redaksi
Senin, 24 November 2025, 14:01 WIB
A A
Pemandu Wisata: Garda Terdepan Diplomasi Budaya, Kunci Citra Positif Pariwisata Indonesia

Jayapura – Ketika keindahan alam Indonesia mulai dari pantai hingga gunung memikat dunia, ada satu profesi di garis depan yang memegang peranan krusial adalah pemandu wisata.

Mereka bukan sekadar fasilitator perjalanan, melainkan wajah pertama yang menyambut dan suara yang merangkai narasi kebudayaan Indonesia di mata wisatawan.

Menurut Lenorci Seo, mahasiswa Program Studi Perhotelan (PS Perhotelan) AKPAR 45 Jayapura, peran pemandu wisata jauh melampaui tugas mengantar.

Mereka adalah penerjemah sejati, mengurai filosofi tersembunyi di balik ritual adat, simbol di candi, atau bahkan makna dalam sepiring makanan tradisional. Dalam kapasitas ini, pemandu wisata secara nyata menjalankan tugas sebagai duta budaya bangsa.

Peran sebagai duta budaya membawa tanggung jawab besar terhadap citra Indonesia secara keseluruhan. Satu interaksi positif sikap ramah, penjelasan yang jujur, atau bantuan kecil mampu mengubah cara pandang seseorang terhadap negara kita. Sebaliknya, layanan yang tidak profesional atau informasi yang menyesatkan dapat meninggalkan kesan buruk yang abadi.

Oleh karena itu, dukungan dari negara dan pelaku industri pariwisata menjadi sangat penting. Pemandu wisata perlu diakui sebagai profesi yang layak, dengan perlindungan kerja, penghasilan yang manusiawi, dan ruang untuk terus belajar.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Iklan, Cerita Adalah Senjata Promosi Terkuat di Era Pariwisata Modern

Di tengah era pariwisata yang kian kompetitif, peningkatan kompetensi pemandu wisata menjadi keharusan, bukan lagi pilihan. Kompetensi ini mencakup penguasaan bahasa asing, pengetahuan sejarah dan budaya, pemahaman keberagaman lokal, hingga kemampuan komunikasi lintas budaya.

Ketua Program Studi Perhotelan AKPAR 45 Jayapura, Rizky Adithia Putra Usulu, S.Par., MM.Par, menegaskan perlunya profesionalisasi melalui standar dan etika yang jelas.

“Sertifikasi yang jelas, pelatihan berkelanjutan, dan standar etika yang tegas akan membantu pemandu wisata menjalankan perannya dengan percaya diri dan terhormat. Ketika negara serius menyiapkan sumber daya manusia pariwisata yang kuat, maka setiap perjalanan wisata otomatis menjadi ruang diplomasi budaya yang efektif,” kata Rizky Adithia Putra Usulu.

Selain sebagai komunikator, pemandu wisata juga memegang peranan kunci dalam menjaga keberlanjutan budaya. Melalui cara yang persuasif di lapangan, mereka dapat mengingatkan wisatawan untuk berpakaian sopan di kawasan sakral, tidak merusak situs bersejarah, dan menghargai ruang hidup masyarakat setempat. Edukasi langsung ini sering kali jauh lebih efektif daripada sekadar poster aturan tertulis.

Baca Juga :  Komunitas Perenang Tulungagung Kibarkan Bendera Raksasa di Atas Air untuk Peringati HUT RI

Dosen Pengampu Mata Kuliah Tata Pergaulan dan Etika, Nur Mahmudah El Madja, S.Sos. M.Med.Kom, menyimpulkan bahwa kunci kemajuan pariwisata terletak pada kualitas sumber daya manusia di garis terdepan.

“Bila kita sungguh-sungguh ingin menjadikan pariwisata sebagai kekuatan budaya dan ekonomi, kita harus mulai dari manusia yang berdiri di garis depan: pemandu wisata. Di wajah mereka, dunia melihat Indonesia; di kata-kata mereka, dunia mengenal siapa kita sebenarnya,” pungkas Nur Mahmudah El Madja.

Dengan menempatkan pemandu wisata sebagai profesi terhormat dan terdidik, Indonesia dapat memastikan bahwa setiap perjalanan wisata adalah sebuah pesan budaya yang bermartabat dan positif.

Tags: jayapura
ShareSendTweet
Previous Post

Deep Learning dan Tiga Komitmen Pemkab: Strategi Mojokerto Lahirkan Generasi Unggul Digital

Next Post

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat: HKN ke-61 di Mojokerto Diramaikan Senam Massal dan Layanan Kesehatan Gratis

Related Posts

Bukan Sekadar Iklan, Cerita Adalah Senjata Promosi Terkuat di Era Pariwisata Modern
Featured

Bukan Sekadar Iklan, Cerita Adalah Senjata Promosi Terkuat di Era Pariwisata Modern

Minggu, 23 November 2025, 11:01 WIB
Komunitas Perenang Tulungagung Kibarkan Bendera Raksasa di Atas Air untuk Peringati HUT RI
Beranda

Komunitas Perenang Tulungagung Kibarkan Bendera Raksasa di Atas Air untuk Peringati HUT RI

Senin, 19 Agustus 2024, 18:37 WIB
38 PETANI MUDA DAPAT HIBAH KOMPETITIF
Beranda

38 PETANI MUDA DAPAT HIBAH KOMPETITIF

Kamis, 8 Agustus 2024, 11:30 WIB
Potong Antrian Obat: PJ Bupati Tulungagung Luncurkan Sikarisma
Daerah

Potong Antrian Obat: PJ Bupati Tulungagung Luncurkan Sikarisma

Kamis, 1 Agustus 2024, 19:36 WIB
PJ BUPATI TULUNGAGUNG MELAUNCHING SI TRUST
Daerah

PJ BUPATI TULUNGAGUNG MELAUNCHING SI TRUST

Rabu, 12 Juni 2024, 01:14 WIB
Next Post
Generasi Sehat, Masa Depan Hebat: HKN ke-61 di Mojokerto Diramaikan Senam Massal dan Layanan Kesehatan Gratis

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat: HKN ke-61 di Mojokerto Diramaikan Senam Massal dan Layanan Kesehatan Gratis

Recommended

Ketua Dewan Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Ketua Dewan Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Selasa, 11 Juni 2024, 16:14 WIB
Mediasi Gagal, Proses Hukum Kecelakaan Maut Bus Bagong vs Suzuki Satria Dilanjutkan

Mediasi Gagal, Proses Hukum Kecelakaan Maut Bus Bagong vs Suzuki Satria Dilanjutkan

Selasa, 5 November 2024, 19:47 WIB

Don't miss it

Dana Ketahanan Pangan Rp 230 Juta, Kandang Sapi Desa Slaharwotan Hanya Berisi 3 Ekor
Tulungagung

Ingkar Janji Alih Fungsi RTH di Perumahan Jepun Residence, Pengembang DiProtes Warga

Selasa, 12 Mei 2026, 15:52 WIB
Dana Ketahanan Pangan Rp 230 Juta, Kandang Sapi Desa Slaharwotan Hanya Berisi 3 Ekor
Lamongan

Dana Ketahanan Pangan Rp 230 Juta, Kandang Sapi Desa Slaharwotan Hanya Berisi 3 Ekor

Selasa, 12 Mei 2026, 15:12 WIB
Damkar Lakukan Evakuasi, Siswi SMK di Tulungagung Mendadak Tak Bisa Bergerak di Lantai Dua
Tulungagung

Damkar Lakukan Evakuasi, Siswi SMK di Tulungagung Mendadak Tak Bisa Bergerak di Lantai Dua

Selasa, 12 Mei 2026, 08:18 WIB
Penemuan Mayat Lansia di Sungai Kering Desa Kaliwungu
Tulungagung

Penemuan Mayat Lansia di Sungai Kering Desa Kaliwungu

Selasa, 12 Mei 2026, 08:00 WIB
Plt Bupati Titip Doa untuk Tulungagung, Ke Calon Jemaah Haji
Tulungagung

Plt Bupati Titip Doa untuk Tulungagung, Ke Calon Jemaah Haji

Jumat, 8 Mei 2026, 18:53 WIB
Transformasi Digital Birokrasi: Teknologi Saja Tidak Cukup
Surabaya

Transformasi Digital Birokrasi: Teknologi Saja Tidak Cukup

Jumat, 8 Mei 2026, 18:25 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved