Mojokerto – Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Baitu Husodo mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto, dalam mendukung program rehabilitasi sosial. Hal itu ditandai dengan penyerahan bantuan tiga unit mesin jahit kepada LKS Baitu Husodo di Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Selasa (9/9/2025) pagi.
Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, kepada pengurus LKS yang selama ini dikenal sebagai wadah pembinaan bagi pemuda korban penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Try Raharjo Murdianto, menjelaskan saat ini terdapat 49 LKS Anak (LKSA) di Mojokerto, ditambah sejumlah lembaga yang menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) serta lembaga rehabilitasi korban napza.
“LKS Napza ini pengurusnya adalah Gus Solich. Tugasnya membantu pemerintah dalam melakukan rehabilitasi sosial bagi para eks pengguna narkoba. Tujuannya mengembalikan fungsi sosial mereka agar dapat diterima masyarakat secara umum,” ujar Try.
Ia menambahkan, penyaluran mesin jahit diharapkan tidak hanya menunjang proses pemulihan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi para penghuni LKS.
“Mesin jahit ini bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan sumber ekonomi, sehingga mereka tetap dapat beraktivitas dalam program rehabilitasi sosial,” katanya.
Bupati Albarra menegaskan pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, melainkan juga pada pembangunan manusia.
“Kami ingin pembangunan ini tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana mendampingi, menguatkan, dan memulihkan mereka yang sedang berjuang mencari jalan baru dalam kehidupannya,” tegasnya.
Albarra juga memberikan apresiasi kepada pengurus LKS Baitu Husodo yang dinilai sangat membantu pemerintah daerah.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan berbagai pihak, termasuk swasta, untuk menyelesaikan persoalan sosial dan pembangunan manusia,” ujarnya.
Bupati berharap seluruh LKS yang ada di Mojokerto mendapat perhatian dan dukungan agar bisa terus berperan aktif.
“LKS-LKS ini punya karakter berbeda, ada yang menangani eks napza, ODGJ, anak terlantar, dan yatim piatu. Peran mereka sangat membantu pemerintah,” tambahnya.
Acara penyerahan bantuan turut dihadiri jajaran Forkopimca Trowulan, Kepala Desa Kejagan, serta Gus Solich selaku pengasuh LKS Baitu Husodo.









