Beranda Tulungagung

KPK Segera Ke Tulungagung, Pengelidahan Akan Di Lakukan

5
Ruang Dinas PUPR
Foto; Ruang dinas PUPR Kab Tulungagung.

Liputan: Kang Yon // Editor: Redaksi

koran pilar.com. Tulungagung – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan kembali ke Tulungagung untuk melakukan penggeledahan. Beberapa di antaranya adalah ruangan yang disegel.

Juru Bicara (Jubir) KPK Budi Prasetyo mengatakan, proses penggeledahan akan disesuaikan dengan kebutuhan penyidik dalam menangani kasus dugaan korupsi yang dilakukan Bupati Gatut Sunu Wibowo dan ajudannya Dwi Yoga Ambal.

“Sesuai kebutuhan penyidik, tentunya juga nanti akan dilakukan penggeledahan,” kata Budi melalui pesan WhatsApp, Selasa 14/4/2026).

Dari pantauan di lapangan, saat ini sejumlah ruangan di kantor Pemkab Tulungagung dan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang masih disegel oleh KPK.

Beberapa di antaranya adalah ruang bagian barang dan jasa serta ruang rapat pengadaan barang dan jasa. Sementara itu, di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung yang tersegel adalah ruang bidang bina marga, ruangan kepala dinas, administrasi bina marga dan ruangan bidang sumber daya air.

Akibat penyegelan tersebut, sejumlah pegawai harus menumpang di ruangan lain untuk bekerja. Tak hanya itu sejumlah barang adan dokumen tidak dapat diakses pegawai.

Baca Juga  Mobil Anggota DPRD Tulungagung Ditabrak Dokter Hingga Masuk Sungai

Sementara saat disinggung terkait aliran dana dan peran ajudan Bupati, Yoga, Jubir KPK menyebut tersangka memiliki peranan penting dalam alur dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Bupati Gatut.

“Tersangka YOG berperan aktif dalam konstruksi perkaranya,” ujarnya.

Budi tidak membeberkan apakah Yoga ikut mendapatkan alisan yang hasil pemalakan di 16 dinas tersebut.

Sebelumnya, KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Tulungagung. Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dan ajudan Dwi Yoga Ambal ditetapkan sebagai tersangka. KPK menyebut Bupati melakukan pemerasan di 16 OPD dan menyunat anggaran hingga Rp 5 miliar.