Liputan Tim // Editor: redaksi
koran Pilar.com. Tulungagung, Jawa Timur – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan atensi terhadap Tulungagung. Mengingat KPK telah melakukan dua kali Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Tulungagung, (14/04/2026).
KPK telah menetapkan Bupati Tulungagung non aktif, Gatut Sunu Wibowo sebagai tersangka korupsi pemerasan terhadap 16 OPD. Kini kendali telah diambil alih oleh wakil Bupati Ahmad Baharudin sebagai Plt Bupati Tulungagung.
setelah mendapat mandat dari mendgri, Ahmad Baharudin langsung menggelar rapat staf perdana usai KPK melakukan OTT. Rapat dihadiri oleh perwakilan Kemendagri dan Pemprov Jatim, bertempat di ruang Prajamukti Pemkab Tulungagung.
Direktur Fasilitasi Kelembagaan dan Kepegawaian Perangkat Daerah Ditjen Otda Kemendagri, Efrimeiriza mengatakan, sesuai arahan dari Mendagri pihaknya diminta datang ke Tulungagung. Ada empat pesan arahan untuk Pemkab Tulungagung usai KPK melakukan OTT.
“Saya diminta untuk memastikan pemerintahan di Tulungagung tetap berjalan,” ujarnya.
Disisi lain, pihaknya juga memastikan agar pelayanan publik pemerintah tetap berjalan kepada masyarakat. Juga menyampaikan soal mitigasi, agar tidak ada lagi kasus OTT di Tulungagung.
“Kami juga memberikan motivasi kepada ASN di Tulungagung, agar bekerja sesuai tugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.
Tulungagung menjadi atensi bagi Kemendagri. Mengingat KPK telah melakukan OTT sebanyak dua kali di Tulungagung. Hal ini juga berlaku kepada daerah yang terkena kasus OTT dari KPK.
“Tentu menjadi atensi Kemendagri. Bukan hanya Tulungagung saja. Pendampingan dilakukan agar kejadian tidak terulang kembali,” jelasnya.
Kemendagri mengaku sudah berusaha melakukan evaluasi kepada pemerintah daerah agar kasus OTT tidak terulang kembali. Namun semua upaya yang dilakukan tetap tergantung dengan pribadi kepala daerah.
“Evaluasi sudah kami lakukan. Contohnya di Tulungagung, setelah OTT kami segera turun melakukan pendampingan,” paparnya.









