Rabu, Mei 13, 2026
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
No Result
View All Result
Home Daerah Mojokerto

Dua Minggu Pasca MPLS 2025-2026, Penjahit Mojokerto Ngaku Kuwalahan Pesanan Seragam

by Redaksi
Senin, 4 Agustus 2025, 12:17 WIB
A A
Dua Minggu Pasca MPLS 2025-2026, Penjahit Mojokerto Ngaku Kuwalahan Pesanan Seragam

Mojokerto – Suasana penuh antrean di lapak permak dan jahit di salah satu ruko Pasar Kedungmaling Sooko Mojokerto. Yayuk, seorang penjahit rumahan yang sudah lebih dari belasan tahun menjalani profesi ini, tengah sibuk menyelesaikan tumpukan pesanan seragam sekolah atau baju harian warga.

Tak tanggung-tanggung, hingga awal Agustus ini, ia mengaku telah menerima hampir 100 potong seragam jahit dari awal untuk diperbaiki. Hingga kinipun juga belum selesai.

Rumah aslinya berada di ujung gang buntu Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, yang juga menjadi tempat jahit. Artinya Yayuk memiliki 2 lokasi jahit, di pasar dan rumahnya.

“Kalau yang ngecilin, potong lengan, pinggang, atau jahit ulang bagian kancing dan resleting, itu banyak banget. Bahkan saya pasang stand kecil di Pasar Kedungmaling buat bantu tampung order,” ujar Yayuk saat ditemui di rumahnya, Senin (4/8/2025).

Ramainya pesanan terjadi sekitar dua minggu setelah masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) atau era dulu disebut dengan masa orientasi siswa (MOS) selesai.

Banyak orang tua baru sadar bahwa seragam anak-anak mereka masih kedodoran, atau ternyata perlu dirombak ulang karena perubahan ukuran tubuh. Tak sedikit pula orang tua memilih untuk mermak atau mengecilkan baju lama daripada menjahit baru, karena alasan praktis dan hemat.

Baca Juga :  Pola Bencana Tak Terduga, Bupati Mojokerto Tekankan Adaptasi Strategi Penanggulangan

“Benahin seragam anak kecil itu antara 40 sampai 50 ribu. Kalau buat baru dari nol bisa 75 ribu sampai 100 ribu, belum beli kainnya. Jadi ya, banyak yang pilih permak,” jelas Yayuk sambil menyusun meteran dan gunting kain.

Yayuk mengakui bahwa pekerjaan permak seragam kini menjadi sumber pemasukan utama. Bahkan pelanggan datang dari luar wilayah seperti Trowulan, Jombang, hingga desa-desa di pinggiran Mojokerto.

Ia menjelaskan bahwa satu baju atau celana baru memakan waktu 2-3 jam pengerjaan, sementara permak hanya perlu 10 hingga 30 menit saja, tergantung tingkat kesulitannya.

“Permak bisa langsung dikerjain satu-satu, lebih cepat dan ongkosnya juga lebih ringan. Kancing dan resleting rusak itu bisa saya ganti bersih 35 ribu,” ungkapnya.

Meski tengah disibukkan dengan pesanan seragam sekolah, Yayuk mengaku sudah mulai menerima titipan pekerjaan untuk pakaian Lebaran biasanya mulai bulan Desember nanti. Dirinya harus pintar-pintar mengatur waktu agar semua pekerjaan selesai tepat waktu.

“Sejak Juni orderan masuk, sampai sekarang belum rampung semua. Saya sudah mulai atur jadwal, karena nanti pas mendekati Lebaran pasti tambah ramai lagi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Aliansi Guru Honorer Non Database BKN di Mojokerto Gelar Sanrunan Anak Yatim, Ini Pesan Bupati

Kisah Yayuk menjadi cerminan realitas para penjahit rumahan di Mojokerto yang kini mengalami lonjakan pesanan seragam sekolah pasca-MOS.

Di tengah tantangan ekonomi, pilihan masyarakat untuk memodifikasi pakaian lama dibanding membuat baru membuka peluang ekonomi mikro tetap berdenyut.

Tags: kabupaten mojokertoperistiwa Mojokerto
ShareSendTweet
Previous Post

Desa Jajar Trenggalek Dihijaukan Mahasiswa KKN UIN

Next Post

Pemindahan Kantor Pemkab Mojokerto Bukan Sekedar Isu, Dipaparkan Saat Kunjungan Kementerian Pertanian

Related Posts

BPK Jatim Siap Audit Terperinci LKPD 2025 Pemkab Mojokerto
Mojokerto

BPK Jatim Siap Audit Terperinci LKPD 2025 Pemkab Mojokerto

Jumat, 3 April 2026, 17:04 WIB
Foto : Pemkab Gelar Rapat Koordinasi Antisipasi Perang di Timur Tengah
Mojokerto

Respons Dinamika Global, Pemkab Mojokerto Perkuat Ketahanan Pangan dan Perlindungan Sosial

Sabtu, 28 Maret 2026, 12:18 WIB
Baznas Mojokerto Distribusikan 10 Ton, Total ZIS Rp 574 Juta
Mojokerto

Baznas Mojokerto Distribusikan 10 Ton, Total ZIS Rp 574 Juta

Kamis, 19 Maret 2026, 11:53 WIB
Ibu Kota Kabupaten Mojokerto Resmi Pindah ke Mojosari, DPRD Setujuai dalam Paripurna
Mojokerto

Ibu Kota Kabupaten Mojokerto Resmi Pindah ke Mojosari, DPRD Setujuai dalam Paripurna

Senin, 16 Maret 2026, 12:43 WIB
Menembus Batas Akademik di Mojokerto, Prof. Chamdan Purnama Sang Pendidik Inspiratif
Mojokerto

Menembus Batas Akademik di Mojokerto, Prof. Chamdan Purnama Sang Pendidik Inspiratif

Sabtu, 14 Maret 2026, 09:10 WIB
Pantau Kenaikan Harga Komiditas Bahan Pangan, Pemkab Mojokerto Siapkan Langkah Mitigasi Inflasi
Mojokerto

Siaga Mudik Lebaran 2026, 250 Personel Gabungan Dikerahkan

Jumat, 13 Maret 2026, 12:26 WIB
Next Post
Pemindahan Kantor Pemkab Mojokerto Bukan Sekedar Isu, Dipaparkan Saat Kunjungan Kementerian Pertanian

Pemindahan Kantor Pemkab Mojokerto Bukan Sekedar Isu, Dipaparkan Saat Kunjungan Kementerian Pertanian

Recommended

KDMP Mojokerto Tancap Gas, Gus Bupati Targetkan Seluruh Desa Aktif Sebelum Akhir 2025

KDMP Mojokerto Tancap Gas, Gus Bupati Targetkan Seluruh Desa Aktif Sebelum Akhir 2025

Rabu, 23 Juli 2025, 13:59 WIB
Serah Terima Jabatan Bupati Tulungagung: Gubernur Jatim Tekankan Sinkronisasi Program

Serah Terima Jabatan Bupati Tulungagung: Gubernur Jatim Tekankan Sinkronisasi Program

Rabu, 5 Maret 2025, 04:02 WIB

Don't miss it

Dana Ketahanan Pangan Rp 230 Juta, Kandang Sapi Desa Slaharwotan Hanya Berisi 3 Ekor
Tulungagung

Ingkar Janji Alih Fungsi RTH di Perumahan Jepun Residence, Pengembang DiProtes Warga

Selasa, 12 Mei 2026, 15:52 WIB
Dana Ketahanan Pangan Rp 230 Juta, Kandang Sapi Desa Slaharwotan Hanya Berisi 3 Ekor
Lamongan

Dana Ketahanan Pangan Rp 230 Juta, Kandang Sapi Desa Slaharwotan Hanya Berisi 3 Ekor

Selasa, 12 Mei 2026, 15:12 WIB
Damkar Lakukan Evakuasi, Siswi SMK di Tulungagung Mendadak Tak Bisa Bergerak di Lantai Dua
Tulungagung

Damkar Lakukan Evakuasi, Siswi SMK di Tulungagung Mendadak Tak Bisa Bergerak di Lantai Dua

Selasa, 12 Mei 2026, 08:18 WIB
Penemuan Mayat Lansia di Sungai Kering Desa Kaliwungu
Tulungagung

Penemuan Mayat Lansia di Sungai Kering Desa Kaliwungu

Selasa, 12 Mei 2026, 08:00 WIB
Plt Bupati Titip Doa untuk Tulungagung, Ke Calon Jemaah Haji
Tulungagung

Plt Bupati Titip Doa untuk Tulungagung, Ke Calon Jemaah Haji

Jumat, 8 Mei 2026, 18:53 WIB
Transformasi Digital Birokrasi: Teknologi Saja Tidak Cukup
Surabaya

Transformasi Digital Birokrasi: Teknologi Saja Tidak Cukup

Jumat, 8 Mei 2026, 18:25 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved