foto pelepasan Zakat fitrah oelh pemkab Mojokerto
liputan :Latif // Editor : Redaksi
koran pilar.com. Mojokerto, Jawa Timur – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Mojokerto meluncurkan distribusi zakat fitrah yang bersumber dari ASN-KORPRI pada Selasa (17/3) pagi di Pendopo Graha Maja Tama, menandai konsolidasi data filantropi daerah.
Angka utamanya zakat fitrah terkumpul Rp 186.025.000 dari 3.720 muzakki ASN, naik dari Rp 171.351.000 pada 2025 sinyal kenaikan partisipasi pegawai di tengah pengetatan anggaran.
Ketua Baznas Zamroni Ahmad memerinci, 2.829 muzakki berasal dari Pemkab Mojokerto, 891 dari Kemenag kabupaten. Seluruh dana dikonversi menjadi beras 10.380 kg atau lebih dari 10 ton.
Beras itu didistribusikan kepada mustahik di 304 desa se-Kabupaten Mojokerto, memastikan cakupan geografis merata hingga kantong-kantong rentan yang jauh dari pusat layanan.
Secara total, Baznas mencatat penerimaan ZIS (Zakat, Infaq, Sadaqah) tahun ini mencapai Rp 574.633.000 angka kumulatif dari ASN maupun publik luas Bumi Majapahit.
Zamroni menegaskan mekanisme penyaluran verifikasi data mustahik, koordinasi dengan perangkat desa, dan pendataan ulang agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
“Dana zakat fitrah yang terkumpul tersebut telah kami konversikan dalam bentuk beras sebanyak 10.380 kg atau lebih dari 10 ton, beras zakat fitrah ini didistribusikan kepada para mustahik atau warga yang berhak menerima di 304 desa di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto,” pungkas Zamroni Ahmad.
Pada agenda pelepasan simbolis, Bupati Muhammad Albarraa mengingatkan dimensi spiritual zakat sebagaimana tercantum dalam QS At-Taubah 103 pembersihan harta dan diri muzakki.
“Kami berharap dengan disalurkannya zakat oleh teman-teman KORPRI dan teman-teman ASN Kabupaten Mojokerto, semoga ini dapat mensucikan harta-harta mereka, (karena) Ada harta atau hak orang lain yang berada pada harta-harta mereka, teman-teman ASN,” ujarnya.
“Ada peningkatan (nilai zakat dan muzakki) dari tahun ke tahun, sekarang kurang lebih ada sekitar 3.700 sekian, teman-teman ASN Kabupaten Mojokerto yang telah menunaikan zakat,” bebernya.
Dari sisi program, Baznas membagi jalur fitrah disalurkan menjelang Idul Fitri dalam bentuk beras, sementara infak-sedekah reguler diarahkan ke bantuan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi mikro.
Pemkab mendorong ASN menjadi contoh kepatuhan fiskal sosial kenaikan partisipasi ini diharapkan memicu swasta dan masyarakat umum menambah kontribusi ZIS di tahun-tahun mendatang.
Logistik lapangan melibatkan relawan karang taruna dan perangkat desa untuk mengantar beras ke titik bagi pelaporan realisasi diminta tuntas sebelum lebaran agar bisa diaudit publik.
Dengan angka 10.380 kg beras ke 304 desa, Baznas menutup lingkaran dari potongan penghasilan ASN, kembali ke dapur-dapur warga yang paling membutuhkan, tepat waktu untuk santapan Lebaran.









