Jumat, September 25, 2026
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
No Result
View All Result
Home Daerah Mojokerto

Gerak Cepat Pemkab Mojokerto, Tangani 411 Korban Keracunan dan Audit Ketat Perizinan 77 SPPBG

by Redaksi
Kamis, 15 Januari 2026, 11:22 WIB
A A
Gerak Cepat Pemkab Mojokerto, Tangani 411 Korban Keracunan dan Audit Ketat Perizinan 77 SPPBG

Mojokerto – Pemerintah Kabupaten Mojokerto di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Albarraa (Gus Barra) menunjukkan respons cepat dalam menangani dugaan keracunan makanan massal yang menimpa ratusan siswa.

Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan, total kumulatif terdapat 411 pasien yang telah mendapatkan penanganan medis secara intensif. Pemkab memastikan seluruh instansi terkait berada dalam posisi siaga penuh untuk memitigasi dampak lebih lanjut dari insiden yang terjadi sejak awal Januari 2026 ini.

Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah telah memusatkan penanganan pada titik-titik krusial penyebaran kasus.

“Pemkab Mojokerto bergerak cepat dengan mendirikan posko penanganan sejak 10 Januari 2026 di Pondok Pesantren Annur, Kutorejo, yang menjadi lokasi dengan jumlah korban terbanyak,” terang Gus Barra.

Keberadaan posko ini bertujuan untuk mempercepat evakuasi dan observasi medis bagi para santri dan siswa yang mengalami gejala serupa keracunan di lokasi tersebut.

Bupati Gus Barra juga merinci fluktuasi data pasien yang ditangani secara berkala oleh tim medis di lapangan. Lonjakan kasus terpantau signifikan selama empat hari berturut-turut, mulai dari 260 pasien pada 11 Januari, melonjak menjadi 384 pasien di hari berikutnya, hingga menyentuh angka 404 pada 13 Januari.

Baca Juga :  Letjen TNI Bobby Rinal Makmun Tinjau TMMD Desa Sumbertanggul Bareng Bupati Mojokerto

Per 14 Januari, tercatat tambahan 7 pasien baru yang membuat total pasien menjadi 411 orang, yang sekaligus menjadi tanda berakhirnya masa inkubasi medis.

Kondisi para siswa saat ini dilaporkan terus membaik berkat penanganan yang sistematis di berbagai fasilitas kesehatan.

“Dari total 411 pasien, sebanyak 334 orang telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, sementara 77 pasien lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” ujarnya.

Pemkab terus memantau perkembangan sisa pasien yang dirawat untuk memastikan mereka mendapatkan layanan kesehatan terbaik hingga benar-benar pulih.

Dari sisi pembiayaan, Pemkab Mojokerto memberikan kepastian bahwa beban finansial tidak akan menjadi kendala bagi keluarga korban. Seluruh biaya pengobatan bagi warga ber-KTP Mojokerto akan ditanggung penuh melalui program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.

Sementara untuk santri yang berasal dari luar daerah, seperti Sidoarjo dan Jombang, Pemkab telah melakukan koordinasi strategis dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna sinkronisasi mekanisme pembiayaan perawatan mereka.

Paralel dengan penanganan medis, aspek perizinan dan standar keamanan pangan kini menjadi agenda utama perbaikan. Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto tengah melakukan akselerasi terhadap kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Bergizi (SPPBG).

Baca Juga :  Rayakan Agustusan Perdana Bersama Warga Jatirejo, Bupati Mojokerto Singgung Sound Horeg

Data menunjukkan tantangan besar di lapangan, di mana dari total 77 SPPBG yang beroperasi di wilayah Mojokerto, baru 11 unit yang tercatat telah mengantongi izin SLHS secara resmi.

Pemerintah daerah tidak main-main dalam melakukan audit terhadap fasilitas penyedia makanan bagi siswa. Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dilakukan secara menyeluruh mencakup pengujian kualitas saluran air, ketersediaan fasilitas cuci tangan yang memadai, hingga prosedur higienitas di area pengolahan makanan.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap unit penyedia makanan memenuhi standar keamanan pangan nasional demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Gus Barra menegaskan bahwa langkah hukum dan saintifik tetap berjalan untuk memberikan kepastian bagi masyarakat luas. Tim laboratorium masih bekerja keras meneliti sisa makanan yang dikonsumsi oleh para siswa sebelum gejala keracunan muncul.

“Saat ini, sampel makanan masih dalam proses analisis laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan,” pungkasnya, menutup penjelasan mengenai upaya komprehensif yang tengah dijalankan Pemkab Mojokerto.

Tags: kabupaten mojokertoperistiwa Mojokerto
ShareSendTweet
Previous Post

KemenHAM Pastikan Pengawasan Ketat Program MBG, Pelaksana di Mojokerto Harus Diganti Imbas Keracunan 411 Siswa

Next Post

Studi 2025: Literasi Digital Tinggi Tak Jamin Mental Anak Sehat, 40% Pelajar SMP Terpaku Layar

Related Posts

STIE Al-Anwar Mojokerto Gelar Yudisium ke-25, Ketua Kampus Pesan Pentingnya Menjaga Almamater
Mojokerto

STIE Al-Anwar Mojokerto Gelar Yudisium ke-25, Ketua Kampus Pesan Pentingnya Menjaga Almamater

Minggu, 20 September 2026, 16:13 WIB
STIE Al-Anwar Mojokerto Buka T.A 2026/2027: Siapkan Generasi Kompeten Hadapi Tantangan Kerja
Mojokerto

STIE Al-Anwar Mojokerto Buka T.A 2026/2027: Siapkan Generasi Kompeten Hadapi Tantangan Kerja

Selasa, 15 September 2026, 08:13 WIB
Profil Bupati Mojokerto, Salah Satu Penulis Buku Islam ala Prabowo
Mojokerto

Profil Bupati Mojokerto, Salah Satu Penulis Buku Islam ala Prabowo

Selasa, 8 September 2026, 08:22 WIB
Sejumlah SPBU di Mojokerto Alami Lonjakan Pembelian Pertalite Sebabkan Antrean Panjang di Jam Sibuk
Mojokerto

Sejumlah SPBU di Mojokerto Alami Lonjakan Pembelian Pertalite Sebabkan Antrean Panjang di Jam Sibuk

Selasa, 8 September 2026, 07:42 WIB
Minggu Pagi di Alun-Alun Mojokerto: Dari Anak-Anak Hingga Lansia Olahraga, Parkir Resmi Kini Rp 3.000
Mojokerto

Minggu Pagi di Alun-Alun Mojokerto: Dari Anak-Anak Hingga Lansia Olahraga, Parkir Resmi Kini Rp 3.000

Minggu, 6 September 2026, 13:34 WIB
Mojokerto

Perayaan Maulid Nabi di Mojokerto, Ada Tradisi Keresan di Sooko

Rabu, 26 Agustus 2026, 12:52 WIB
Next Post
Studi 2025: Literasi Digital Tinggi Tak Jamin Mental Anak Sehat, 40% Pelajar SMP Terpaku Layar

Studi 2025: Literasi Digital Tinggi Tak Jamin Mental Anak Sehat, 40% Pelajar SMP Terpaku Layar

Recommended

Green Award DLH Kabupaten Mojokerto, Apresiasi Pegiat Lingkungan

Green Award DLH Kabupaten Mojokerto, Apresiasi Pegiat Lingkungan

Jumat, 12 Desember 2025, 13:05 WIB
Puluhan Kader HMI Cabang Tulungagung Gerudug Kantor Bupati Tulungagung

Puluhan Kader HMI Cabang Tulungagung Gerudug Kantor Bupati Tulungagung

Kamis, 21 November 2024, 17:41 WIB

Don't miss it

Polres Lamongan Respon Cepat Laka Tunggal Truk Trailer Di Jalur Lamongan-Babat
Lamongan

Polres Lamongan Respon Cepat Laka Tunggal Truk Trailer Di Jalur Lamongan-Babat

Selasa, 22 September 2026, 15:10 WIB
HUT Ke-81 PMI, Bupati Yes Pastikan Stok Darah di PMI Lamongan Aman dan Mencukupi
Beranda

HUT Ke-81 PMI, Bupati Yes Pastikan Stok Darah di PMI Lamongan Aman dan Mencukupi

Selasa, 22 September 2026, 15:05 WIB
DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Ketiga).
Surabaya

DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Ketiga).

Senin, 21 September 2026, 19:39 WIB
Penyegaran Birokrasi Lamongan: Pak Yes Ambil Sumpah 60 Pejabat Administrator dan Pengawas
Lamongan

Penyegaran Birokrasi Lamongan: Pak Yes Ambil Sumpah 60 Pejabat Administrator dan Pengawas

Senin, 21 September 2026, 08:57 WIB
Misteri Penemuan Wanita Meninggal Dalam Kamar di Paciran Lamongan, Polisi Dalami Penyebab Kematian
Beranda

Misteri Penemuan Wanita Meninggal Dalam Kamar di Paciran Lamongan, Polisi Dalami Penyebab Kematian

Senin, 21 September 2026, 08:51 WIB
DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Pertama).
Surabaya

DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Kedua).

Minggu, 20 September 2026, 16:30 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved