Beranda Daerah

Dramatis! Jurnalis Diancam Balok Paving saat Konfirmasi Keracunan Massal SPPG Mantingan Ngawi

61

Ngawi – Aksi intimidasi dan pengusiran menimpa sejumlah jurnalis di Ngawi saat tengah meliput dugaan keracunan massal yang menyerang puluhan santri dan siswa di Kecamatan Mantingan. Pengusiran terjadi di lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bintang Mantingan, yang diduga menjadi sumber makanan bergizi gratis (MBG) penyebab keracunan.

Peristiwa intimidasi ini terjadi pada Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 13.00 WIB. Rizal, salah satu wartawan, menjelaskan bahwa dirinya bersama sekitar sembilan jurnalis lain diusir oleh oknum petugas SPPG saat baru tiba di gerbang lokasi.

“Kita tadi baru liputan dugaan keracunan MBG di Puskesmas Mantingan dan mau konfirmasi ke pihak SPPG. Namun baru sampai pintu gerbang sudah diusir bahkan teman saya dikejar bawa balok paving,” ujar Rizal.

Kedatangan para wartawan bertujuan untuk melakukan konfirmasi dan verifikasi terkait laporan keracunan yang menimpa siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Dugaan keracunan massal ini terjadi mulai Rabu hingga Kamis (3–4/12/2025), setelah puluhan santri dan siswa menyantap menu MBG yang disediakan oleh SPPG Bintang Mantingan.

Baca Juga  Target PTSL 2025 Berhasil Dicapai, BPN Mojokerto Siapkan Transisi Kuota untuk Tahun Depan

Total Korban: Sebanyak 66 korban dilarikan ke Puskesmas Mantingan dan RSUD Mantingan.

Gejala: Korban mengalami gejala seragam, yaitu mual, pusing, dan diare.

Menu Diduga Bermasalah: Menu MBG yang dikonsumsi berupa nasi putih, sayur buncis, telur rebus, dan pisang. Korban Bahaudin (15), siswa SMK Muhammadiyah, menyebutkan rasa telur rebusnya agak aneh sebelum ia mulai merasakan gejala keracunan pada pukul 01.00 dini hari.

Korban Terdampak Luas: Korban berasal dari delapan lembaga pendidikan, termasuk Ponpes Miftahul Jannah, Ponpes Ansorusunnah, SDN Mantingan 2, SDN Mantingan 3, SDN Mantingan 5, SD Muhammadiyah, TK Ansorusunnah, dan TK Mantingan 3.

Dampak pada Orang Tua: Keracunan juga menimpa beberapa orang tua, seperti Henita Afian (30) yang memakan jatah MBG milik anaknya.

Kepala Puskesmas Mantingan, Muh El Riza, membenarkan jumlah korban yang terus bertambah, dengan 30 pasien dirawat di puskesmas dan 36 lainnya di RSUD Mantingan.

Dinas Kesehatan telah bergerak cepat untuk menyelidiki insiden ini. Sampel makanan dari SPPG Bintang Mantingan sudah diambil dan dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti keracunan massal tersebut.

Baca Juga  Haul Ulama, Bupati Ajak Masyarakat Perkuat Gotong Royong

Insiden pengusiran dan ancaman dengan balok paving ini jelas merupakan penghalang tugas jurnalistik. Para jurnalis datang untuk menjalankan fungsi kontrol sosial dan memberikan informasi yang terverifikasi kepada publik terkait insiden kesehatan yang serius.

Pihak berwenang didesak untuk menindak tegas oknum SPPG yang melakukan intimidasi, demi menjamin kebebasan pers dan kelancaran proses peliputan fakta.

Penulis: Latif

Editor: Redaksi