Beranda Mojokerto

Momen Hari Santri 2025, Bupati Albarraa Dorong Santri Mojokerto Jadi Penggerak Peradaban Digital

86

Mojokerto – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggelar Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025 pada Rabu (22/10), bertempat di halaman Kantor Pemkab Mojokerto.
Infomojokerto.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggelar Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025 di halaman Kantor Pemkab Mojokerto pada Rabu (22/10).

Dalam apel yang khidmat tersebut, Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, menegaskan agar santri tidak hanya fokus menguasai ilmu agama, tetapi juga harus berinovasi dan menguasai teknologi untuk menjadi penggerak peradaban.

“Sebagai santri, dituntut tidak hanya bisa menguasai kitab kuning, tetapi lebih dari itu, santri harus berinovasi dengan teknologi seiring dengan kemajuan zaman,” tegas Gus Barra, sapaan akrab Bupati, saat membacakan amanat Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.

Apel HSN 2025 di Mojokerto mengusung tema ‘Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia’, yang dihadiri oleh ASN Kementerian Agama, Banser, Kokam, GP Ansor, IPNU, IPPNU, dan perwakilan pondok pesantren se-Kabupaten Mojokerto.

Dalam sambutannya, Gus Barra menyampaikan bahwa HSN merupakan momentum strategis untuk meneguhkan peran santri sebagai garda terdepan dalam pembangunan bangsa.

Baca Juga  24 Tim Ikuti Lomba Dayung Perahu Naga Panglima TNI di TBI Mlirip Mojokerto

Ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, yang menewaskan 67 santri. Gus Barra memastikan bahwa negara telah hadir langsung di lokasi untuk memberikan bantuan.

Bupati mengapresiasi berbagai kebijakan strategis pemerintah yang membuktikan kepedulian negara terhadap pesantren, termasuk:

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.
Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.
Pelibatan pesantren dalam Program Makan Bergizi Gratis (MSG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Program Cek Kesehatan Gratis merupakan sejarah baru bagi pesantren, karena untuk pertama kalinya santri mendapatkan layanan kesehatan gratis secara massal,” imbuhnya.

Kegiatan Apel HSN diawali dengan penampilan seni Whirling Darwis atau tari sufi, dilanjutkan dengan atraksi marching band SMKN 1 Jetis. Apel ditutup dengan pesan dari Gus Barra kepada para santri: “Tanamlah ilmu dengan sungguh-sungguh, jaga akhlak, hormati guru dan kiai, serta cintai Tanah Air. Karena dari tangan para santrilah, masa depan Indonesia akan ditulis.”