Rabu, Agustus 12, 2026
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
No Result
View All Result
Home Daerah Mojokerto

Dua Minggu Pasca MPLS 2025-2026, Penjahit Mojokerto Ngaku Kuwalahan Pesanan Seragam

by Redaksi
Senin, 4 Agustus 2025, 12:17 WIB
A A
Dua Minggu Pasca MPLS 2025-2026, Penjahit Mojokerto Ngaku Kuwalahan Pesanan Seragam

Mojokerto – Suasana penuh antrean di lapak permak dan jahit di salah satu ruko Pasar Kedungmaling Sooko Mojokerto. Yayuk, seorang penjahit rumahan yang sudah lebih dari belasan tahun menjalani profesi ini, tengah sibuk menyelesaikan tumpukan pesanan seragam sekolah atau baju harian warga.

Tak tanggung-tanggung, hingga awal Agustus ini, ia mengaku telah menerima hampir 100 potong seragam jahit dari awal untuk diperbaiki. Hingga kinipun juga belum selesai.

Rumah aslinya berada di ujung gang buntu Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, yang juga menjadi tempat jahit. Artinya Yayuk memiliki 2 lokasi jahit, di pasar dan rumahnya.

“Kalau yang ngecilin, potong lengan, pinggang, atau jahit ulang bagian kancing dan resleting, itu banyak banget. Bahkan saya pasang stand kecil di Pasar Kedungmaling buat bantu tampung order,” ujar Yayuk saat ditemui di rumahnya, Senin (4/8/2025).

Ramainya pesanan terjadi sekitar dua minggu setelah masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) atau era dulu disebut dengan masa orientasi siswa (MOS) selesai.

Banyak orang tua baru sadar bahwa seragam anak-anak mereka masih kedodoran, atau ternyata perlu dirombak ulang karena perubahan ukuran tubuh. Tak sedikit pula orang tua memilih untuk mermak atau mengecilkan baju lama daripada menjahit baru, karena alasan praktis dan hemat.

Baca Juga :  Dorong Bidang Pendidikan, Pemkab Mojokerto Gelontorkan Beasiswa Rp1 Milyar

“Benahin seragam anak kecil itu antara 40 sampai 50 ribu. Kalau buat baru dari nol bisa 75 ribu sampai 100 ribu, belum beli kainnya. Jadi ya, banyak yang pilih permak,” jelas Yayuk sambil menyusun meteran dan gunting kain.

Yayuk mengakui bahwa pekerjaan permak seragam kini menjadi sumber pemasukan utama. Bahkan pelanggan datang dari luar wilayah seperti Trowulan, Jombang, hingga desa-desa di pinggiran Mojokerto.

Ia menjelaskan bahwa satu baju atau celana baru memakan waktu 2-3 jam pengerjaan, sementara permak hanya perlu 10 hingga 30 menit saja, tergantung tingkat kesulitannya.

“Permak bisa langsung dikerjain satu-satu, lebih cepat dan ongkosnya juga lebih ringan. Kancing dan resleting rusak itu bisa saya ganti bersih 35 ribu,” ungkapnya.

Meski tengah disibukkan dengan pesanan seragam sekolah, Yayuk mengaku sudah mulai menerima titipan pekerjaan untuk pakaian Lebaran biasanya mulai bulan Desember nanti. Dirinya harus pintar-pintar mengatur waktu agar semua pekerjaan selesai tepat waktu.

“Sejak Juni orderan masuk, sampai sekarang belum rampung semua. Saya sudah mulai atur jadwal, karena nanti pas mendekati Lebaran pasti tambah ramai lagi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pemkab Mojokerto Kolaborasi UWKS Surabaya pada Bidang Kesehatan Lewat PKL Mahasiswa Kedokteran

Kisah Yayuk menjadi cerminan realitas para penjahit rumahan di Mojokerto yang kini mengalami lonjakan pesanan seragam sekolah pasca-MOS.

Di tengah tantangan ekonomi, pilihan masyarakat untuk memodifikasi pakaian lama dibanding membuat baru membuka peluang ekonomi mikro tetap berdenyut.

Tags: kabupaten mojokertoperistiwa Mojokerto
ShareSendTweet
Previous Post

Desa Jajar Trenggalek Dihijaukan Mahasiswa KKN UIN

Next Post

Pemindahan Kantor Pemkab Mojokerto Bukan Sekedar Isu, Dipaparkan Saat Kunjungan Kementerian Pertanian

Related Posts

Gelaran Sound Horeg Kedungmaling Sooko Mojokerto Sedot Ribuan Penonton
Mojokerto

Gandeng Influencer Lokal, Mahasiswa KKN STIE Al-Anwar Belajar Bareng Warga Soal Packaging dan Pemasaran

Senin, 10 Agustus 2026, 06:57 WIB
Gelaran Sound Horeg Kedungmaling Sooko Mojokerto Sedot Ribuan Penonton
Mojokerto

Gelaran Sound Horeg Kedungmaling Sooko Mojokerto Sedot Ribuan Penonton

Senin, 10 Agustus 2026, 06:51 WIB
Semangat Merah Putih, Semangat Dagang: Omzet Pedagang Agustusan di Mojokerto Capai Ratusan Ribu
Mojokerto

Semangat Merah Putih, Semangat Dagang: Omzet Pedagang Agustusan di Mojokerto Capai Ratusan Ribu

Senin, 10 Agustus 2026, 06:40 WIB
Cegah Stunting dan Cacingan, Mahasiswa KKN STIE Al-Anwar Dampingi Bidan Desa di MI Salafiyah Mojogeneng
Mojokerto

Cegah Stunting dan Cacingan, Mahasiswa KKN STIE Al-Anwar Dampingi Bidan Desa di MI Salafiyah Mojogeneng

Sabtu, 8 Agustus 2026, 10:31 WIB
Komoditas Bernilai Tinggi, Cengkeh Dusun Legundi Mojokerto Dorong Kemandirian Ekonomi Warga
Mojokerto

Komoditas Bernilai Tinggi, Cengkeh Dusun Legundi Mojokerto Dorong Kemandirian Ekonomi Warga

Kamis, 6 Agustus 2026, 07:55 WIB
Pemkab Mojokerto Dorong Raperda Baru, Satu Atur Jalan dan Empat Lainnya Pencabutan
Mojokerto

Pemkab Mojokerto Dorong Raperda Baru, Satu Atur Jalan dan Empat Lainnya Pencabutan

Rabu, 5 Agustus 2026, 11:17 WIB
Next Post
Pemindahan Kantor Pemkab Mojokerto Bukan Sekedar Isu, Dipaparkan Saat Kunjungan Kementerian Pertanian

Pemindahan Kantor Pemkab Mojokerto Bukan Sekedar Isu, Dipaparkan Saat Kunjungan Kementerian Pertanian

Recommended

Aksi Pelecehan di Tulungagung, Pelaku Berjaket Coklat dan Helm Hitam

Aksi Pelecehan di Tulungagung, Pelaku Berjaket Coklat dan Helm Hitam

Jumat, 12 Juli 2024, 18:59 WIB
Festival Balon Tulungagung, Upaya Antisipasi Bahaya Balon Udara Liar

Festival Balon Tulungagung, Upaya Antisipasi Bahaya Balon Udara Liar

Senin, 9 Juni 2025, 05:59 WIB

Don't miss it

KETIKA RAKYAT HANYA MEMIKIRKAN HARI INI,  Sebuah Negara Tidak Boleh Membuat Rakyatnya Terlalu Sibuk Bertahan Hidup Hingga Lupa Merencanakan Masa Depan
Beranda

KETIKA RAKYAT HANYA MEMIKIRKAN HARI INI, Sebuah Negara Tidak Boleh Membuat Rakyatnya Terlalu Sibuk Bertahan Hidup Hingga Lupa Merencanakan Masa Depan

Selasa, 11 Agustus 2026, 17:14 WIB
Perkuat Rantai Pasok Kopi Lokal Mojokerto, Mahasiswa KKN Dampingi Proses Edukasi Pembibitan dan Sortir Biji Kopi
Beranda

Perkuat Rantai Pasok Kopi Lokal Mojokerto, Mahasiswa KKN Dampingi Proses Edukasi Pembibitan dan Sortir Biji Kopi

Selasa, 11 Agustus 2026, 06:48 WIB
Gelaran Sound Horeg Kedungmaling Sooko Mojokerto Sedot Ribuan Penonton
Mojokerto

Gandeng Influencer Lokal, Mahasiswa KKN STIE Al-Anwar Belajar Bareng Warga Soal Packaging dan Pemasaran

Senin, 10 Agustus 2026, 06:57 WIB
Gelaran Sound Horeg Kedungmaling Sooko Mojokerto Sedot Ribuan Penonton
Mojokerto

Gelaran Sound Horeg Kedungmaling Sooko Mojokerto Sedot Ribuan Penonton

Senin, 10 Agustus 2026, 06:51 WIB
Semangat Merah Putih, Semangat Dagang: Omzet Pedagang Agustusan di Mojokerto Capai Ratusan Ribu
Mojokerto

Semangat Merah Putih, Semangat Dagang: Omzet Pedagang Agustusan di Mojokerto Capai Ratusan Ribu

Senin, 10 Agustus 2026, 06:40 WIB
Cegah Stunting dan Cacingan, Mahasiswa KKN STIE Al-Anwar Dampingi Bidan Desa di MI Salafiyah Mojogeneng
Mojokerto

Cegah Stunting dan Cacingan, Mahasiswa KKN STIE Al-Anwar Dampingi Bidan Desa di MI Salafiyah Mojogeneng

Sabtu, 8 Agustus 2026, 10:31 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved