Beranda Gaya Hidup

Bupati Tulungagung Buka Kejuaraan Pencak Silat Nasional di GOR Lembu Peteng

89
Atlet silat berlaga dalam Premiere League Pencak Silat Indonesia Bumi Ngrowo Open Tournament Nasional 2025 di GOR Lembu Peteng, Tulungagung.

koranpilar.com, Tulungagung. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, secara resmi membuka kejuaraan pencak silat tingkat nasional bertajuk Premiere League Pencak Silat Indonesia Bumi Ngrowo Open Tournament Nasional 2025 di GOR Lembu Peteng, Tulungagung, Jumat (11/4).

Kejuaraan ini diikuti oleh ratusan atlet dari berbagai provinsi dan klub pencak silat di Indonesia. Pembukaan dilakukan secara simbolis dengan menekan tombol bersama Ketua IPSI Tulungagung, Sukaji, Wakapolres Tulungagung Kompol Arie Taufan Budiman, serta tokoh-tokoh pencak silat lainnya.

Menurut Bupati Gatut Sunu, ajang ini menjadi wadah pencarian bibit unggul sekaligus sebagai upaya meminimalisasi potensi tawuran yang melibatkan oknum perguruan silat.

“Ini merupakan sarana untuk menyalurkan bakat para pesilat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pencak silat adalah warisan budaya Indonesia yang harus dilestarikan. Salah satu caranya adalah melalui penyelenggaraan kejuaraan seperti ini. Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga menyiapkan ratusan sertifikat yang ditandatangani langsung oleh Bupati.

“Saking banyaknya, saya menandatangani sampai jam 2 malam,” tuturnya.

Ketua IPSI Tulungagung, Sukaji, menyebutkan ada 621 peserta yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Baca Juga  Kecelakaan Maut di Karangrejo, Pengendara Motor Tewas Terjepit, Sopir Truk Diamankan

“Ini kejuaraan tingkat nasional dan yang pertama kalinya digelar di Tulungagung,” katanya.

Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari dini hingga remaja. Pemenang akan mendapatkan trofi dan uang pembinaan. Ia menegaskan bahwa peserta mewakili klub, bukan perguruan silat secara kelembagaan.

Untuk menjaga keamanan selama kejuaraan, Polres Tulungagung menurunkan puluhan personel.

“Kami siagakan personel di lokasi dan di Mapolres, karena kerap terjadi gesekan antar oknum perguruan silat,” jelas Kompol Arie Taufan Budiman.

Peserta dan suporter dilarang mengenakan atribut perguruan silat selama menuju dan berada di lokasi pertandingan.

“Larangan ini juga berlaku bagi para suporter,” pungkasnya.