Liputan : R. Gultom // Editor : Redaksi
Koranpilar.com. Surabaya – Jumat 12 Juni 2026, bertempat di ruang Reforma Agraria Kanwil ATR/BPN Jawa Timur Jalan Injoko 60 Surabaya di langsungkan acara pisah sambut Kakanwil ATR/BPN Jatim dari pejabat Lama DR. Asep Heri,S.H., M.H.,QRMP, Kepada pejabat baru Muhammad Naim, S. SIT, M.H, QCRO.
Selanjutnya Asep Heri mendapat jabatan baru sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah Dan Pengembangan Tanah di kantor Pusat di Jakarta
Sesaat sebelum meninggalkan Kanwil BPN Jatim, Asep Heri mengaku sangat bangga sekali, karena menakhodai Kanwil BPN Jawa Timur yang menjadi barometer Nasional.
“Saya berterimakasih Kepada Gubernur Jatim Bu Khofifah Indar Parawansa, Bapak Wakil Gubernur, Forkopimda Jatim, Kapolda, Pangdam V Brawijawa, Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi, Tokoh Agama, NU, Muhammadiyah, Tokoh masyarakat, Serta tokoh-tokoh yang ada di jatim yang sangat luar biasa supportnya”, tuturnya.
Juga bangga dengan jajaran BPN jatim, yang luar biasa semangatnya, loyalitasnya dalam rangka mensukseskan program strategis Nasional.
“Saya sangat berharap, mudah mudahan BPN Jatim kedepan dibawah kepemimpinan Kakanwil yang baru pak Naim akan lebih hebat lagi, lebih sukses lagi, kita saling mendoakan”, pintanya.
Selanjutnya Saya juga mohon maaf apabila selama memimpin Kanwil BPN jatim kalau ada hal yang kurang berkenaan dan sekaligus juga saya mohon pamit kepada semuanya.
“Terimakasih atas doa, perhatian, support, kolaborasi yang selama ini sangat luar biasa” Pintanya.
Tidak lupa Sahabat-sahabat IPPAT (Ikatan Pejabat Pembuat Akte Tanah) juga yang sangat luar biasa sebagai mitra strategis dalam melaksanakan program program strategis BPN, terimakasih.
Begitu juga kepada insan pers, terimakasih atas kerjasamanya untuk membangun ATR/BPN lebih baik. Terimakasih untuk semuanya, yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
Asep menyampaikan pesan dari Romo Yai, bahwa selama ini masih banyak tanah yang belum bersetifikat dalam hal ini tanah wakaf, langgar, pondok pesantren, Masjid. Saya titip kepada pak Naim untuk terus dilanjutkan dan terus ditingkatkan, karena Jawa Timur kultur budayanya adalah pondok pesantren yang identik dengan Masjid, Mushala, pondok pesantren serta tanah wakaf, tuturnya.














