Liputan : Kang Yon // Editor : Redaksi
Koranpilar.com. Tulungagung – Turnamen Tenis Kartini-Kartono resmi dibuka Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, SM.,MM., di Lapangan Tenis Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, dalam rangka memperingati hari Kartini yang jatuh pada bulan April, (23/5/2026).
Kompetisi ini sebagai ajang semangat dalam kebersamaan dan hidup sehat serta menjalin tali silaturahmi.
Menariknya, Turnamen ini tak hanya diikuti peserta dari domestik Tulungagung, namun dari berbagai daerah tetangga, seperti Trenggalek, Blitar, hingga Kediri. Hal ini dinilai sebagai ajang dalam mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat jaringan komunitas tenis di eks-Karesidenan Kediri.
Ketua Panitia Turnamen, Puji Hartanto, menceritakan bahwa ide kompetisi ini berawal dari obrolan santai di internal komunitas, Khususnya kelompok Happy Saturday Morning (HSM).
Lanjutnya, Mereka memandang bahwa jika ada momentum Hari Kartini, maka perlu pula dihadirkan konsep “Hari Kartono” sebagai simbol kesetaraan, kebersamaan, dan sinergi antara perempuan dan laki-laki dalam olahraga.
”Komunitas tenis di Tulungagung awalnya hanya berbincang-bincang. Kalau ada Hari Kartini, seharusnya ada Hari Kartono. Dari makna kebersamaan itulah akhirnya kegiatan tenis ini digelar,” ujar Puji Hartanto.
Dalam kesempatan itu, Puji Hartanto mengapresiasi terhadap tingginya animo peserta, terutama dari kalangan ibu-ibu dan kelompok lanjut usia (lansia) yang tetap menunjukkan stamina prima di lapangan.
”Banyak ibu-ibu yang sudah sepuh (tua) tetap semangat bermain tenis. Ini luar biasa. Tenis bukan hanya olahraga fisik, tapi juga seni mengandalkan strategi, kecepatan, dan ketahanan,” imbuhnya.
Untuk mengakomodasi berbagai tingkat kemampuan, panitia membagi turnamen ke dalam beberapa kategori, yaitu Kelas A, B, dan C. Selain itu, turnamen ini juga memberikan ruang kompetisi bagi para atlet junior berprestasi agar bisa menambah jam terbang.
Puji menegaskan bahwa kesuksesan acara ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Tulungagung.
Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran panitia dan seluruh peserta yang konsisten menjaga napas olahraga dan persaudaraan.
Kegiatan ini, Kata Baharudin, tujuan utamanya adalah menjalin silaturahmi. Kartini untuk ibu-ibu, Kartono untuk bapak-bapak.
“Mari kita jaga awak sehat, ati senang, dan urip ayem (badan sehat, hati senang, dan hidup damai),” tutur Ahmad Baharudin dalam bahasa jawa.
Ahmad Baharudin juga mengajak masyarakat luas untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus instrumen perekat kerukunan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, aspek kompetisi dalam acara ini berada di nomor sekian.
Dirinya berharap kegiatan seperti ini ikut membantu pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, rukun, dan gotong royong.
“Kalau juara itu bonus. Tapi semuanya pasti mendapat bonus sehat, bonus senang, dan bonus persaudaraan,” tutupnya.














