Beranda Tulungagung

Produksi Padi Naik Cukup Signifikan, Plt Bupati Ahmad Baharudin Mengapresiasi Petani

9
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin Saat Menghadiri Panen Raya di Desa Kepuh, Boyolangu

Penulis: Kang Yon // Editor: Redaksi

Koran Pilar.com. Tulungagung – Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, hadir langsung di tengah tengah para petani dan kelompok tani yang saat ini merasakan hasil panen yang melimpah tahun ini.

Rasa syukur para petani yang berada di Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, pada Kamis 23 April 2026 siang, di tandai dengan beberapa kegiatan, salah satunya adalah seni hiburan rakyat.

Ahmad Baharudin Dalam sambutannya, sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional.

“Terima kasih kepada seluruh petani dan pihak yang telah mendukung program ketahanan pangan. Ini adalah bentuk kerja bersama, bukan hanya pemerintah, tapi juga peran besar para petani,” ujarnya.

Keberhasilan panen ini tidak lepas dari kerja keras petani di lapangan. Menurutnya, ketersediaan pangan, khususnya padi, sangat menentukan stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat tegasnya.

“Padi ini kebutuhan pokok. Kalau bisa tercukupi, maka stabilitas ekonomi dan sosial juga akan terjaga,” Lanjutnya.

Baca Juga  Terseret Kasus Korupsi Dana Desa Tambakrejo, Rekan Kades Jadi Tersangka

Baharudin juga mendorong petani untuk memaksimalkan lahan kosong dengan tanaman selain padi, seperti jagung, cabai, dan sayur-sayuran guna memperkuat ketahanan pangan lokal.

“Monggo lahan kosong dimaksimalkan. Bisa ditanami jagung, lombok, atau sayuran lainnya supaya kebutuhan pangan kita benar-benar tercukupi,” pintanya.

Meskipun di balik hasil panen yang melimpah, Ahmad Baharudin mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Ia menekankan agar penggunaan pupuk dan pestisida harus sesuai aturan agar tidak merusak alam dalam jangka panjang.

“Kita jangan hanya menikmati hasilnya saja, tapi juga harus menjaga alam. Penggunaan pupuk dan pestisida harus sesuai ketentuan agar tidak merusak lingkungan,” tegasnya.

Lebih lanjut Ahmad Baharudin, menjelaskan bahwa panen raya tidak berlangsung serentak karena masa tanam yang berbeda-beda, di wilayah Tulungagung ini, meski secara umum puncak panen terjadi pada April hingga Mei.

Pemkab Tulungagung terus memberikan berbagai dukungan dan bantuan kepada petani. Mulai dari bimbingan teknis, pengaturan irigasi, hingga bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta benih, dan obat-obatan pertanian.

Baca Juga  Peringatan Hari Ibu ke-97 dan Hari Bela Negara ke-77, Pemkab Tulungagung Tekankan Peran Strategis Perempuan dan Jiwa Bela Negara

“Kami terus mendukung melalui bimtek, penjadwalan irigasi, bantuan benih, obat-obatan, serta alsintan. Bahkan kami masih mengusulkan tambahan alsintan ke pemerintah pusat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Suyanto, menyebutkan tren produksi padi di Tulungagung terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

“Tahun 2025 Produksi padi mencapai 319.000 ton. Tahun 2026 saat ini sudah diangka sekitar 80.000 ton dan trennya terus meningkat,” ungkap Suyanto.

Ia memperkirakan pada akhir tahun 2026, Tulungagung akan kembali mengalami surplus produksi padi yang cukup signifikan.

“Tahun 2025 Surplus sekitar 90.800 ton dan itu aman untuk kebutuhan 12 bulan ke depan. Dan untuk 2026, kami optimistis surplus tetap terjaga,” pungkasnya.