koranpilar.com, Tulungagung. Setelah dilantik sebagai Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo langsung bergerak cepat dengan menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu program 100 harinya. Ia menegaskan bahwa upaya ini akan dilakukan tanpa melanggar aturan yang berlaku.
Menurutnya, sektor pariwisata dan retribusi parkir memiliki potensi besar dalam meningkatkan PAD Tulungagung. “Sektor yang kita genjot adalah pariwisata,” ujarnya, Senin (3/3).
Untuk sektor pariwisata, Pemkab Tulungagung akan memperbaiki akses menuju lokasi wisata, khususnya di wilayah selatan, dengan meningkatkan jalur dari Campurdarat hingga ke Jalur Lintas Selatan (JLS).
Sementara untuk sektor parkir, Gatut Sunu berencana menghidupkan kembali sistem parkir berlangganan. Pada tahun 2023, sektor parkir mampu menyumbang PAD hingga Rp9 miliar per tahun. Jika sistem ini diterapkan kembali dengan optimal, ia menargetkan kenaikan PAD hingga Rp12 miliar.
“Kalau diperbolehkan dan tidak bertentangan dengan aturan, kita akan berlakukan lagi parkir berlangganan,” katanya.
Namun, ia juga mengakui bahwa pelaksanaan parkir berlangganan sebelumnya mengalami kendala, di mana kendaraan yang sudah berlangganan tetap dikenakan tarif oleh juru parkir. Oleh karena itu, solusi akan dicari bersama legislatif dan eksekutif agar sistem ini berjalan lebih efektif.
Upaya peningkatan PAD ini juga selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan efisiensi anggaran, sehingga daerah didorong untuk mengoptimalkan sumber pendapatan mereka.
Dengan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Tulungagung setiap tahunnya, Gatut Sunu optimistis bahwa sistem parkir berlangganan yang lebih baik dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan PAD daerah.









