Beranda Mojokerto

Puluhan Siswa IM Japan Tulungagung dari LPK Ashabi Dapat Pemahaman Ekonomi dari STIE Al-Anwar

1

Foto : Dr. Latif Syaipudin dari STIE Al-Anwar Mojokerto saat memberikan materi.

Penulis : Latif // Editor Redaksi

Koranpilar.com. Mojokerto, Jawa Timur – Dr. Latif Syaipudin dari STIE Al-Anwar Mojokerto memberikan pemahaman mendasar soal ekonomi dan pentingnya pendidikan di era sekarang dalam forum sosialisasi kampus yang digelar di LPK Ashabi Tulungagung, lembaga pelatihan pekerja ke Jepang melalui program IM Japan.

Acara yang berlangsung pekan ini diikuti 60 peserta yang tengah mempersiapkan diri bekerja di luar negeri.

“Literasi ekonomi itu bukan hanya soal hitung-hitungan, melainkan bagaimana kalian mengelola pendapatan selama di Jepang agar bisa menjadi modal usaha saat pulang nanti,” ujar Dr. Latif di hadapan peserta, Sabtu (28/02/2026.

Menurutnya, pendidikan tidak berhenti pada ijazah formal, melainkan mencakup keterampilan berpikir kritis, penguasaan bahasa, dan kemampuan adaptasi.

“Di era sekarang, pendidikan adalah kunci supaya kita tidak hanya jadi penonton globalisasi, tapi bisa ambil peran,” kata Dr. Latif.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sosialisasi penerimaan mahasiswa baru (PMB) STIE Al-Anwar Mojokerto 2025-2026.

Baca Juga  Dapur MBG Kabupaten Mojokerto Rampung, Pemkab Optimalisasi Program

Melalui forum di LPK Ashabi, kampus memperluas informasi kepada kelompok non-tradisional, termasuk calon pekerja migran yang membutuhkan bekal pengetahuan ekonomi dan pendidikan.

Para peserta tampak antusias, mengajukan pertanyaan seputar manajemen keuangan di luar negeri hingga peluang melanjutkan kuliah setelah kontrak kerja selesai. Dr. Latif menanggapi dengan menekankan sinergi antara kerja dan pendidikan.

“Kerja ke Jepang dan kuliah itu bukan pilihan saling meniadakan, keduanya bisa saling menguatkan,” ujarnya.

Forum ini menegaskan pendekatan STIE Al-Anwar Mojokerto dalam PMB 2025-2026, menjangkau bukan hanya calon sarjana reguler, tetapi juga kelompok produktif yang menempuh jalur global lewat IM Japan.

Kehadiran 60 peserta di Tulungagung menjadi indikator tingginya minat menggabungkan pengetahuan ekonomi, pendidikan, dan pengalaman kerja internasional.