Beranda Pemerintahan

Perbaikan Jembatan Jurang Angklung Tanpa Dana APBD, Pemkab Dapat CSR Tiga Perusahaan

76
Proses perbaikan Jembatan Jurang Angklung di Kecamatan Kalidawir (dok. PUPR Kab. Tulungagung).

koranpilar.com, Tulungagung. Pemerintah Kabupaten Tulungagung saat ini tengah memperbaiki Jembatan Jurang Angklung yang berada di Kecamatan Kalidawir. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Dwi Hari, menyampaikan bahwa progres perbaikan telah mencapai 70 persen.

“Saat ini perbaikan Jembatan Jurang Angklung masih berlangsung,” ujarnya.

Kerusakan jembatan disebabkan oleh longsor yang terjadi pada 27 Maret 2025. Bagian sisi timur jembatan ambrol sepanjang 15 meter, mengakibatkan patahnya pondasi bawah serta runtuhnya bahu jalan. Kondisi ini membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan bermuatan berat.

Dwi Hari menjelaskan, secara keseluruhan badan jembatan masih dalam kondisi baik. Kerusakan utama terjadi pada sayap jembatan sisi utara bagian timur.

Menariknya, perbaikan jembatan ini tidak menggunakan dana dari APBD. Pemkab Tulungagung mendapatkan bantuan dana melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari tiga perusahaan yang terlibat dalam proyek pembangunan Jalur Pantai Selatan (Pansela).

“Jadi, tidak ada anggaran dari APBD. Semuanya dibantu melalui CSR,” jelas Dwi.

Anggaran perbaikan jembatan diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta. Pemkab menargetkan perbaikan rampung dalam bulan ini, mengingat jembatan tersebut merupakan akses utama menuju proyek Pansela lot IA dan IB yang menghubungkan Sine-Brumbun.

Baca Juga  DPRD Tulungagung Tawarkan Solusi Cegah Penyebaran PMK

“Supaya pengerjaan proyek tidak terhambat, mereka bersedia membantu perbaikan jembatan,” tambahnya.

Proyek Pansela lot IA dan IB dijadwalkan selesai pada September 2025. Rusaknya Jembatan Jurang Angklung sempat mengganggu distribusi material ke lokasi proyek.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pansela lot IA dan IB, I Made Budiana, mengatakan bahwa pihaknya sempat terpaksa memutar lewat Popoh atau Pucanglaban untuk menuju lokasi, karena jembatan tidak bisa dilalui kendaraan bertonase besar.