Oleh: Ir. Bagus Budi Hermanto, MM.
Editor : Redaksi
Koranpilar.com. Surabaya – Dua tahun berikutnya memperkuat hilirisasi, ekspor, sertifikasi mutu, serta evaluasi kebijakan. Pendekatan bertahap seperti ini memberi ruang bagi pembelajaran sebelum skala nasional diterapkan.
Investasi yang Perlu Diukur dari Hasil Sebagai ilustrasi awal, sebuah pilot project nasional diperkirakan memerlukan investasi yang mencakup pengembangan platform AI, digitalisasi data kebun, Coffee MCU, pelatihan penyuluh, penguatan koperasi, penelitian, hingga monitoring dan evaluasi.
Angka itu tentu memerlukan studi kelayakan yang lebih rinci lintas kementerian dan lembaga. Namun pertanyaan yang lebih penting bukanlah “berapa anggarannya?”. Melainkan berapa kenaikan produktivitas yang dihasilkan?. Jika indikator utama bergeser dari jumlah bantuan menjadi peningkatan hasil panen, efisiensi biaya produksi, mutu green bean, dan pendapatan petani, maka setiap rupiah yang dibelanjakan memiliki tolok ukur yang lebih jelas.
Jalan Menuju 2035 Target meningkatkan produktivitas menuju sekitar 1,8–2 ton green bean per hektare pada wilayah sasaran hingga 2035 bukanlah pekerjaan sederhana. Ia membutuhkan peremajaan tanaman tua, penyuluhan yang diperkuat teknologi, data yang terintegrasi, koperasi yang sehat, serta hilirisasi yang berjalan. hilirisasi yang berjalan.
Yang paling penting, ia membutuhkan perubahan cara berpikir. Selama pembangunan kopi masih diukur dari berapa banyak bantuan disalurkan, hasilnya mungkin akan terus bergerak lambat. Namun ketika setiap keputusan bertumpu pada data, setiap kebun memiliki identitas digital, setiap penyuluh memiliki alat analitik, dan setiap petani memperoleh pendampingan yang berkelanjutan, produktivitas bukan lagi sekadar angka statistik.
Ia menjadi ukuran kesejahteraan. Karena pada akhirnya, revolusi kopi Indonesia mungkin tidak dimulai dari mesin mahal atau laboratorium canggih. Ia bisa dimulai dari satu kebun kecil yang datanya tercatat dengan baik, dipelajari bersama, lalu menjadi pengetahuan bagi jutaan pohon lainnya. Dan di situlah masa depan kopi Indonesia bisa menemukan jalannya. ..(tamat)..













