Senin, Juli 6, 2026
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
No Result
View All Result
Home Daerah Tulungagung

SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID II)

by Redaksi
Senin, 6 Juli 2026, 13:18 WIB
A A
SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS, WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID I)

Winarto Penjamas Tombak Kyai Upas.

Penulis : Tim

Editor : Redaksi

Koranpilar.com, Tulungagung – Akhirnya Baru Klinthing menyiasati dengan menjulurkan lidahnya. Mengetahui hal tersebut Ki Wonoboyo lantas memutus lidah Baru Klinthing dan seketika lidahnya jatuh ke tanah dan berubah menjadi Pusaka Tombak. Baru Klinthing kemudian melarikan diri dan terjun ke laut Selatan.

Keajaiban kembali terjadi, begitu Baru Klinthing terjun ke laut, hilang musnah bentuknya lalu muncullah sebatang kayu yang langsung dipakai oleh Ki Wonoboyo untuk tempat tombak yang kemudian diberi nama Tombak Kanjeng Kyai Upas.

Sepeninggal Ki Wonoboyo, pusaka Tombak Kanjeng Kyai Upas diwariskan kepada putranya yang bernama Ki Ajar Mangir. Merasa memiliki pusaka yang ampuh, dia tidak mau tunduk kepada pemerintahan Mataram. Raja Mataram lantas memerintahkan Putri Pembayun, yaitu putri sulungnya untuk mencari kelemahan Ki Ajar Mangir dengan menjadi penari keliling.

Singkat cerita, Ki Ajar Mangir jatuh cinta kepada Putri Pembayun dan akhirnya menikah. Namun, Putri Pembayun tetap ingat akan tugasnya. Ia berhasil membawa Ki Ajar Mangir untuk menghadap Raja Mataram sebagai ayah mertua Ki Ajar Mangir dengan membawa Pusaka Tombak Kyai Upas.

Baca Juga :  Dishub Tulungagung Terapkan Pembayaran Parkir dengan Dompet Digital untuk Tingkatkan PAD
Tombak Kyai Upas saat diJamas

Namun karena menghadap raja, maka pusaka tidak boleh dibawa masuk keraton. Saat Ki Ajar Mangir sungkem di hadapan Raja Mataram, Raja Mataram langsung membenturkan kepala KI Ajar Mangir pada dhampar raja yang terbuat dari batu hingga meninggal dunia.

Namun, keberadaan pusaka tersebut rupanya membawa bencana/musibah di kerajaan Mataram, sehingga pusaka tersebut diserahkan kepada salah satu putranya yang menjadi Adipati di Ngrawa (Kabupaten Tulungagung). Tombak Kyai Upas menjadi pusaka piyandel Bupati Tulungagung secara turun temurun hingga saat ini.

Dalam perjalanan sejarahnya, Tombak Kanjeng Kyai Upas berhasil menyelamatkan Kabupaten Tulungagung dari serangan penjajah Belanda hingga tentara Belanda tidak bisa memasuki Kabupaten Tulungagung.

PERLENGKAPAN SIRAMAN/RITUAL

a. Ritual setiap hari Kamis. 1. Ayam panggang item mulus dua ekor. 2. Satu ambengan apem yang berisi 28 biji. 3. Dua buceng nasi gurih. 4. Gantenan lengkap (untuk makan sirih). 5. Dua lirang pisang raja. 6. Bunga melati yang dironce. 7. Cuplak minyak jarak sebagai lampunya.

Barang-barang tersebut harus disajikan di dalam kamar oleh embannya. Pada waktu emban menyajikan sajen itu, lampu cuplak yang berisi minyak jarak harus dinyalakan dengan disertai membakar menyan (dupa). (bersambung…….).

Baca Juga :  Sekertaris DPC PDI Perjuangan Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri
Tags: SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID II)
ShareSendTweet
Previous Post

SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS, WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID I)

Related Posts

SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS, WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID I)
Tulungagung

SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS, WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID I)

Minggu, 5 Juli 2026, 15:10 WIB
UPACARA JAMASAN PUSAKA TOMBAK KYAI UPAS AJANG PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA
Tulungagung

UPACARA JAMASAN PUSAKA TOMBAK KYAI UPAS AJANG PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA

Jumat, 3 Juli 2026, 19:31 WIB
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Bahrudin Melepas Tim Sepak Bola Piala Presiden U-10 Dan U-12 Ke Lamongan
Tulungagung

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Bahrudin Melepas Tim Sepak Bola Piala Presiden U-10 Dan U-12 Ke Lamongan

Senin, 29 Juni 2026, 17:27 WIB
LIMBAH DAPUR SPPG, SUMUR WARGA BAGO DIDUGA TERCEMAR
Beranda

LIMBAH DAPUR SPPG, SUMUR WARGA BAGO DIDUGA TERCEMAR

Senin, 29 Juni 2026, 07:01 WIB
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, Erma Susanti ; Bung Karno Sumber Inspirasi Perjuangan Bangsa
Tulungagung

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, Erma Susanti ; Bung Karno Sumber Inspirasi Perjuangan Bangsa

Minggu, 21 Juni 2026, 19:40 WIB
Lima Camat diKabupaten Tulungagung diLantik Kantah ATR/BPN Menjadi PPATS
Tulungagung

Lima Camat diKabupaten Tulungagung diLantik Kantah ATR/BPN Menjadi PPATS

Jumat, 19 Juni 2026, 10:03 WIB

Recommended

Peringatan Hari Ibu ke-97 dan Hari Bela Negara ke-77, Pemkab Tulungagung Tekankan Peran Strategis Perempuan dan Jiwa Bela Negara

Plt Bupati Tulungagung Akan Terus Melaksanakan Program Prioritas Walau Selama Ini Tidak Dilibatkan

Selasa, 14 April 2026, 05:28 WIB
Hargai Prestasi, Pemkab Mojokerto Gelontorkan Bonus Rp4,1 Miliar untuk Atlet dan Pelatih

Hargai Prestasi, Pemkab Mojokerto Gelontorkan Bonus Rp4,1 Miliar untuk Atlet dan Pelatih

Senin, 24 November 2025, 14:03 WIB

Don't miss it

SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS, WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID I)
Tulungagung

SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID II)

Senin, 6 Juli 2026, 13:18 WIB
SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS, WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID I)
Tulungagung

SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS, WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID I)

Minggu, 5 Juli 2026, 15:10 WIB
INDONESIA 2030 : BUGAR ATAU BUBAR?  Mengembalikan Pancasila sebagai Kompas Kebijakan Negara
Surabaya

INDONESIA 2030 : BUGAR ATAU BUBAR? Mengembalikan Pancasila sebagai Kompas Kebijakan Negara

Minggu, 5 Juli 2026, 14:37 WIB
UPACARA JAMASAN PUSAKA TOMBAK KYAI UPAS AJANG PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA
Tulungagung

UPACARA JAMASAN PUSAKA TOMBAK KYAI UPAS AJANG PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA

Jumat, 3 Juli 2026, 19:31 WIB
Rapat Klarifikasi ” Eri Cahyadi Ngedabrus ” Oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Berlangsung Panas Dan Ricuh..!!
Surabaya

Rapat Klarifikasi ” Eri Cahyadi Ngedabrus ” Oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Berlangsung Panas Dan Ricuh..!!

Kamis, 2 Juli 2026, 14:27 WIB
DPC PDI PERJUANGAN KOTA SURABAYA, MEMANGGIL SAUDARA WARDOYO SH. TERKAIT PEMBERITAAN DI MEDIA DENGAN JUDUL “ERI CAHYADI NGEDABRUS”
Surabaya

Rapat Klarifikasi ” Eri Cahyadi Ngedabrus ” oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya berlangsung panas dan ricuh..!!

Kamis, 2 Juli 2026, 06:07 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved