Kamis, Juli 2, 2026
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
No Result
View All Result
Home Daerah Surabaya

Rapat Klarifikasi ” Eri Cahyadi Ngedabrus ” Oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Berlangsung Panas Dan Ricuh..!!

by Redaksi
Kamis, 2 Juli 2026, 14:27 WIB
A A
Rapat Klarifikasi ” Eri Cahyadi Ngedabrus ” Oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Berlangsung Panas Dan Ricuh..!!

Agus Patminto ketua DPP Promeg '96.

Liputan : Tim// Editor : Redaksi

koranpilar.com. Surabaya – Seperti di beritakan sebelumnya, DPC PDI Perjuangan kota surabaya memanggil Saudara Solekan, Happy, Wardoyo SH, Juli Wahsono dan seorang Pewarta Berita salah satu Media.

Dimana mereka di panggil untuk di mintai keterangan atau klarifikasi terkait pemberitaan di beberapa media dengan mengatakan Walikota surabaya Eri Cahyadi ” NGEDABRUS ”

Dalam rapat Klarifikasi yang di pimpin Sekretaris DPC PDI Perjuangan surabaya Syaifudin Zuhri berlangsung panas dan penuh emosional.
Hadir juga dalam rapat tersebut, pengurus DPC PDI Perjuangan surabaya lainya yaitu saudara Anas Karno Aliyuddin, dan Eko Wahyono.

Awal klarifikasi yang di mulai dari saudara Juli Wahsono berjalan sangat singkat, cuma beberapa menit saja, bahkan boleh di sebut DPC PDI Perjuangan surabaya layaknya lagi menerima tamu.
Tidak ada pertanyaan yang begitu tajam apalagi emosional pada saudara Juli Wahsono.

Beda dengan session kedua, Saudara Wardoyo SH, dan di teruskan dengan Solekan, Happy dan Pewarta Berita salah satu Media, yang secara bergantian di minta keterangannya.
Dari sekian session agenda klarifikasi tersebut, yang menarik dan jadi perhatian sesama kader partai, yaitu ada pada saat klarifikasi saudara Wardoyo SH yang juga Ketua Promeg’96 surabaya. Karena dalam klarifikasi tersebut berlangsung perdebatan yang sangat panas, cenderung emosional, bahkan boleh di katakan kasar atau Arogan.

Ada beberapa pertanyaan yang cecarkan pada saudara Wardoyo SH oleh Saudara Anas Karno yang menjabat sebagai Wakabid Hukum dan Advokasi DPC PDI Perjuangan surabaya, yang juga merangkap Anggota DPRD Komisi A hasil mendapatkan hadiah PAW sebagai pengganti Almarhum Adi Sutarwiyono.

Dalam bertanya tersebut, Saudara Anas Karno dan Syaifudin Zuhri melontarkan pada saudara Wardoyo apakah anda seorang Kader ? Wardoyo jawab ya.
Lalu sebagai Kader kenapa anda memerintahkan pada Seorang Eri Cahyadi padahal Eri Cahyadi adalah pengurus DPD PDI Perjuangan jawa timur, kan gak boleh itu, masak kader merintah Pengurus, citra partai jadi tercoreng ? Saya tidak memerintahkan tapi mohon Eri Cahyadi untuk merealisasikan janji-janjinya jawab Wardoyo SH.

Sekilas beberapa bagian dari cuplikan pertanyaan dan jawaban agenda klarifikasi yang berlangsung sangat lama tersebut, apalagi dalam suasana sangat panas dan emosional, di akhiri dengan kesepakatan Saudara Wardoyo SH di suruh tanda tangan, agar tidak mengulangi perbuatannya, dan apabila saudara Wardoyo SH mengulangi kembali perbuatannya maka DPC PDI Perjuangan surabaya tidak segan-segan akan memproses secara hukum.

Baca Juga :  Pernyataan Sikap PROMEG 96 Jatim

Melihat proses klarifikasi yang dilakukan oleh DPC PDI Perjuangan surabaya, Agus Patminto Ketua Promeg’96 jawa timur angkat bicara saat di hubungi oleh Koranpilar.com

Itu bukan klarifikasi tapi mengadili, dan memposisikan saudara Wardoyo SH sebagai pesakitan, saya sudah dengar dan melihat dari rekaman yang ada di Flash disk, Pihak pengadilnya yang bertindak sebagai hakim adalah saudara Syaifudin Zuhri, Anas Karno, Aliyuddin, dan Eko Wahyono. Kalau klarifikasi bukan begitu namanya, itu kan karena ada sebab dan ada akibat. Harusnya yang di adili itu adalah Eri Cahyadi bukan Wardoyo SH, ini kok malah kebalik. Bahkan Seorang Pewarta berita salah satu Media ikut di undang di mintai klarifikasi, itu kan sudah salah kaprah, emang DPC PDI Perjuangan surabaya itu Dewan Pers, tutur Agus.

Sebagai salah satu Pengurus DPD PDI Perjuangan jawa timur yang merangkap Walikota Surabaya , Eri Cahyadi boleh di katakan melakukan perbuatan tidak menyenangkan pada para Kader partai, dengan melakukan Wanprestasi atau ingkar janji, mudah janji tapi tidak pernah terbukti, itu yang merusak dan mencoreng nama partai, bukan Wardoyo SH yang balik di tuduh merusak nama partai, itu Syaifudin Zuhri dan Anas Karno kok kebalik-balik, apakah mereka semua itu, sang pengadil ini bagian dari corong dan kroninya Eri Cahyadi, tegas Agus.

Itu kan berawal dari pengaduan saudara Solekan dan Happy serta cibiran beberapa PAC dan Ranting PDI Perjuangan surabaya, yang kebetulan sudah lama sekali tidak di respon terkait janjinya Eri Cahyadi, saat rapat tertutup di Gedung Mahameru jalan jemursari surabaya. Perlu di ketahui terjadinya Rapat tertutup di Gedung Mahameru tersebut lantaran Eri Cahyadi pernah di tegur oleh Wakabid DPP PDI Perjuangan bapak Komarudin Watubun sekitar bulan mei 2025, karena Eri Cahyadi di anggap tidak berkonstribusi terhadap partai, sehingga suara partai jadi menurun.

Pasca di tegur tersebut, dengan gagahnya Eri Cahyadi bikin acara sendiri dengan mendatangkan para KSB PAC dan Ketua ranting se surabaya, salah satunya ya menjanjikan yang di persoalkan dalam agenda klarifikasi DPC kemarin, mungkin Eri Cahyadi ingin nunjukan pada DPP Bapak Komarudin Watubun selaku Wakabid Kehormatan Partai, di Rapat Mahameru itu Eri Cahyadi berujar janji termasuk soal sepeda motor, dan berjanji membayar tagihan hutangnya Almarhum Adi Sutaryono pada pihak eksternal kurang lebih sebesar Rp 5 Milyar, tapi sayang janji tersebut hanya Ngedabrus saja, janji tersebut itulah yang di tagih dan di persoalkan teman-teman sesama kader partai, tapi tidak pernah di respon oleh Eri Cahyadi. Bahkan Pengurus DPC sendiri tidak ada niat menyelesaikan masalah tersebut, atau paling tidak menjembatani dengan Eri Cahyadi, bukan diam saja, kalau Kader atau anggota partai mulai bersuara, tugas pengurus Cabang itu harus cepat merespon, karena kedaulatan Partai itu ada di tangan anggota, bukan di pengurus, Bapak Komarudin Watubun selaku DPP aja di bohongi, malah semakin menjadi Ngedabrusnya Eri Cahyadi, apalagi sekelas PAC dan Ranting sangat mudah untuk di kibuli.

Baca Juga :  Laporan Kemenkes: Jatim Catat Kenaikan Kasus HIV/AIDS Tertinggi Nasional, Tulungagung Masuk Zona Merah

Kini persoalannya udah jadi konsumsi publik dan Pengurus DPC malah marah. Apa yang di lakukan teman-teman itu hanya menjalankan perintah Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan Prof DR Hajjah Megawati Soekarno Putri, dimana beliau pernah berpesan ” Hai para Kader, PAC, Ranting ” lapor ke ibu apabila ada elit partai yang ada di daerah itu melakukan penyimpangan, menciderai citra partai, baik sebagai pengurus maupun saat jadi petugas partai, apalagi yang punya niat mau jadi raja-raja kecil di daerah, habis Eri Cahyadi terus di gantikan istrinya yang bernama Rini gitukah ?

Saya pikir apa yang dilakukan dan di suarakan oleh teman-teman para kader tersebut, bila perlu beritakan sampai berjilid-jilid sampai Eri Cahyadi merealisasikan janjinya. Mereka melakukan itu karena tersumbatnya saluran Aspirasi dan Komunikasi untuk menyampaikannya. Kalau lewat surat pasti tidak nyampai ke Ibu Ketua Umum, karena pasti kepotong di tengah jalan, ya jalan satu-satunya mungkin itu yang mereka lakukan lewat pemberitaan, dengan berharap Ibu Mega bisa membaca atau melihat prilaku Petugas Partainya di Surabaya.

Bukan di respon dengan cara yang Arogan seperti apa yang dilakukan oleh Syaifudin Zuhri Sekretaris Cabang yang juga merangkap sebagai Ketua DPRD Surabaya, itu tidak elok sampai merampas Spanduk lewat orangnya, lalu teriak-teriak periksa semua itu HP, jangan ada yang boleh keluar, kalau vidio dan Foto Spanduk tulisan “Hai Eri Cahyadi tunaikan janjimu, ojok Ngedabrus ae ” itu belum hapus.
Saya kok jadi meragukan leadershipnya Syaifudin Zuhri, dia itu pemimpin apa corongnya Eri Cahyadi ? kok kayak orang kesurupan gitu teriak-teriaknya, ini partai butuh pemimpin yang santun dan elegan, butuh ketenangan dan kedewasaan dalam menyelesaikan masalah, bukan gaya preman, masak dengan Spanduk aja takut, tegas Agus patminto.

Baca Juga :  Eri Cahyadi 'Ngedabrus'? Jangan Biarkan Nama Partai Tercoreng!

Kami diam itu bukan berarti kami tidur, 20 tahun lebih kami para Promeg ini mengamati perjalanan Partai, dan cikal bakal PDI Perjuangan jadi partai itu yang mendirikan para Promeg se indonesia, dan mendaulat Ibu Prof DR Hajjah Megawati Soekarno Putri untuk menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan logonya masih banteng segi lima, ini para pengurus dan petugas partai yang ada di legislatif dan eksekutif tinggal menikmati aja kok prilakunya kayak paling yang punya partai sendiri, tegas Agus agak gemas.

Saya mendukung apa yang dilakukan teman-teman para kader partai untuk bersuara lantang sebagai chek and balance terhadap pengurus maupun petugas partai, apalagi yang duduk di legislatif dan eksekutif, kalau benar ya didukung, kalau salah ya di kritik demi eksistensi dan nama baik partai.

Jangan tabu atau takut terhadap kritik karena partai ini besar dari kritik, kalau memang faktanya Eri Cahyadi Ngedabrus, ya harus diingatkan.

Yang jelas bagi saya Eri Cahyadi itu biarpun jadi Walikota tidak membawa dampak apa-apa ke PDI Perjuangan surabaya, artinya tidak berkontribusi sama sekali ke partai, Pileg kursi menurun dari 15 kursi jadi cuma 11 kursi, Pilpres kalah, di TPS Eri Cahyadi nyoblos itu loh Ganjar-Mahfud aja kalah, apa gak kebangetan itu, padahal dia seorang Tokoh Bapaknya Arek-arek suroboyo katanya?
Apalagi menjalankan 5 Mantap Partai, Mantap Idiologi, Mantap Organisasi, Mantap Kader, Mantap Program dan Mantap Sumber Daya, dia tidak jalankan itu semua saat jadi Petugas Partai di eksekutif, kalau Eri Cahyadi jalankan 5 Mantap Partai itu diatas, Prilakunya gak akan Sen kiri Belok kanan, seperti Jokowi. Tutur Agus

ShareSendTweet
Previous Post

Rapat Klarifikasi ” Eri Cahyadi Ngedabrus ” oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya berlangsung panas dan ricuh..!!

Related Posts

DPC PDI PERJUANGAN KOTA SURABAYA, MEMANGGIL SAUDARA WARDOYO SH. TERKAIT PEMBERITAAN DI MEDIA DENGAN JUDUL “ERI CAHYADI NGEDABRUS”
Surabaya

Rapat Klarifikasi ” Eri Cahyadi Ngedabrus ” oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya berlangsung panas dan ricuh..!!

Kamis, 2 Juli 2026, 06:07 WIB
DPC PDI PERJUANGAN KOTA SURABAYA, MEMANGGIL SAUDARA WARDOYO SH. TERKAIT PEMBERITAAN DI MEDIA DENGAN JUDUL “ERI CAHYADI NGEDABRUS”
Beranda

DPC PDI PERJUANGAN KOTA SURABAYA, MEMANGGIL SAUDARA WARDOYO SH. TERKAIT PEMBERITAAN DI MEDIA DENGAN JUDUL “ERI CAHYADI NGEDABRUS”

Senin, 29 Juni 2026, 16:38 WIB
Eri Cahyadi ‘Ngedabrus’? Jangan Biarkan Nama Partai Tercoreng!
Surabaya

ERI CAHYADI NGEDABRUS JILID 2 !!! “MENAGIH JANJI WALIKOTA SURABAYA”

Kamis, 25 Juni 2026, 19:22 WIB
Eri Cahyadi ‘Ngedabrus’? Jangan Biarkan Nama Partai Tercoreng!
Surabaya

Eri Cahyadi ‘Ngedabrus’? Jangan Biarkan Nama Partai Tercoreng!

Kamis, 25 Juni 2026, 18:32 WIB
ERI CAHYADI NGEDABRUS JILID 2 !!!  “MENAGIH JANJI WALIKOTA SURABAYA”
Surabaya

ERI CAHYADI NGEDABRUS JILID 2 !!! “MENAGIH JANJI WALIKOTA SURABAYA”

Kamis, 25 Juni 2026, 10:10 WIB
Asep Heri Mohon Pamit Kepada Masyarakat Jawa Timur
Surabaya

Asep Heri Mohon Pamit Kepada Masyarakat Jawa Timur

Minggu, 14 Juni 2026, 13:06 WIB

Recommended

Bawaslu Tulungagung Apresiasi Kinerja Pengawas Ad Hoc Lewat Buku “Pengawas Ad Hoc Bukan Kaleng-Kaleng”

Bawaslu Tulungagung Apresiasi Kinerja Pengawas Ad Hoc Lewat Buku “Pengawas Ad Hoc Bukan Kaleng-Kaleng”

Senin, 23 Desember 2024, 17:21 WIB
Setelah Mardinoto, Pasangan GaBah Resmi Mendaftar ke KPU Tulungagung

Setelah Mardinoto, Pasangan GaBah Resmi Mendaftar ke KPU Tulungagung

Rabu, 28 Agustus 2024, 18:23 WIB

Don't miss it

Rapat Klarifikasi ” Eri Cahyadi Ngedabrus ” Oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Berlangsung Panas Dan Ricuh..!!
Surabaya

Rapat Klarifikasi ” Eri Cahyadi Ngedabrus ” Oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Berlangsung Panas Dan Ricuh..!!

Kamis, 2 Juli 2026, 14:27 WIB
DPC PDI PERJUANGAN KOTA SURABAYA, MEMANGGIL SAUDARA WARDOYO SH. TERKAIT PEMBERITAAN DI MEDIA DENGAN JUDUL “ERI CAHYADI NGEDABRUS”
Surabaya

Rapat Klarifikasi ” Eri Cahyadi Ngedabrus ” oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya berlangsung panas dan ricuh..!!

Kamis, 2 Juli 2026, 06:07 WIB
KEJAKSAAN NEGERI TULUNGAGUNG GELEDAH KANTOR BPKAD DAN DISBUDPAR, TIGA BOX DIAMANKAN
Beranda

KEJAKSAAN NEGERI TULUNGAGUNG GELEDAH KANTOR BPKAD DAN DISBUDPAR, TIGA BOX DIAMANKAN

Rabu, 1 Juli 2026, 05:52 WIB
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Bahrudin Melepas Tim Sepak Bola Piala Presiden U-10 Dan U-12 Ke Lamongan
Tulungagung

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Bahrudin Melepas Tim Sepak Bola Piala Presiden U-10 Dan U-12 Ke Lamongan

Senin, 29 Juni 2026, 17:27 WIB
DPC PDI PERJUANGAN KOTA SURABAYA, MEMANGGIL SAUDARA WARDOYO SH. TERKAIT PEMBERITAAN DI MEDIA DENGAN JUDUL “ERI CAHYADI NGEDABRUS”
Beranda

DPC PDI PERJUANGAN KOTA SURABAYA, MEMANGGIL SAUDARA WARDOYO SH. TERKAIT PEMBERITAAN DI MEDIA DENGAN JUDUL “ERI CAHYADI NGEDABRUS”

Senin, 29 Juni 2026, 16:38 WIB
LIMBAH DAPUR SPPG, SUMUR WARGA BAGO DIDUGA TERCEMAR
Beranda

LIMBAH DAPUR SPPG, SUMUR WARGA BAGO DIDUGA TERCEMAR

Senin, 29 Juni 2026, 07:01 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved