Liputan : Tim /// Editor : Redaksi
Koranpilar.com. Surabaya – Seperti di beritakan sebelumnya, persoalan menagih janji Walikota Surabaya Eri Cahyadi saat rapat dengan seluruh KSB Ketua, Sekretaris, Bendahara PAC dan Ketua Ranting PDI Perjuangan se Surabaya di gedung Mahameru Jalan Jemursari Surabaya. Tokoh Promeg’96 Surabaya Wardoyo SH meminta Walikota surabaya Eri Cahyadi agar menepati janjinya terkait mau melunasi hutang piutang mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya yang juga mantan ketua DPRD Surabaya Almarhum Adi Sutaryono terhadap saudara Solekan sebesar RP 680 juta dan saudara Happy sebesar RP 520 juta, di samping itu Eri Cahyadi juga pernah berjanji memberikan motor satu-satu pada tiap PAC Pengurus Anak Cabang dan Ranting di tiap wilayah, kalau wilayahnya menang dalam Pilkada Gubernur jawa timur dan Pilwali surabaya, waktu itu suara Bu Risma menang mutlak di semua wilayah Surabaya, termasuk suara Eri Cahyadi – Armuji menang dalam Pilwali Surabaya.
Tapi janji tinggal janji, suara hanya lantang di mulut tapi tidak pernah terealisasi. Menurut tokoh senior PDI Perjuangan Surabaya yang dikenal sebagai ketua Banteng lawas Surabaya Saleh Mukadar, biasa akrab di panggil Bang Saleh, “Seorang Pemimpin itu panutan dan di ikuti, serta taat dan selalu teguh pada janjinya, jujur pada setiap ucapanya. Kalau Pemimpin yang suka berjanji tapi suka juga mengingkari, serta tidak jujur pada kata-kata dan tindakannya, maka pasti dia tidak akan di taati dan di ikuti oleh orang-orang yang dia pimpin, dia bukan seorang panutan terang bang Saleh Mukadar tokoh Banteng lawas Surabaya.
Menurut Juli Wahsono tokoh PDI Perjuangan Kecataman Wiyung, yang juga kerabat dekat salah satu pengurus DPP PDI Perjuangan pusat, kebetulan waktu rapat di gedung Mahameru Jalan Jemursari, ikut hadir sebagai undangan KSB Ketua, Sekretaris, Bendahara, PAC waktu itu, ikut mengaminkan apa yang di lontarkan oleh Wardoyo SH, memang Eri Cahyadi pernah terucap janji seperti itu di forum rapat KSB Ketua, Sekretaris, Bendahara, PAC dan Ketua Ranting se Surabaya, bahkan waktu itu Almarhum Adi Sutaryono dan Plt Ketua DPC PDI Perjuangan surabaya saudara Yordan Batara Goa hadir dan ikut menyaksikan janji Eri Cahyadi dalam rapat tertutup tersebut, saya salah satu saksinya walikota pernah janji seperti apa yang di utarakan Wardoyo SH.
Waktu itu peserta rapat tidak boleh bawa HP supaya tidak ada yang merekam atau vidio, karena rapat bersifat tertutup, hampir semua pengurus DPC PDI Perjuangan Surabaya tidak di undang kecuali Ketua Plt DPC PDI Perjuangan saudara Yordan Batara Goa dan Almarhum Adi Sutaryono. Jangankan motor, orangnya yang janji aja sudah lupa kok, ujar Juli wahsono. Seorang pemimpin itu yang di pegang ucapanya, janji itu adalah hutang, tunaikan dulu itu janjinya baru orang percaya. Jangan ngedabrus di mana-mana, apa apalagi di sepanjang jalan lampu merah kota Surabaya, percuma banyak orang yang gak percoyo blas..!! Ujar Juli Wahsono dengan bahasa khas surabayanya.
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur dan DPP PDI Perjuangan, harus memanggil walikota surabaya supaya untuk di minta klarifikasi, biar kader partai ini tidak kenyang oleh janji Walikota Eri Cahyadi, pagi dele sore tempe, sen kiri belok kanan, prilaku kayak Jokowi kok di tiru. Ini bukti koordinasi tiga pilar DPC PDI Perjuangan Surabaya tidak jalan, eksekutif, legislatif, partai. Kalau fungsi tiga pilar ini di jalankan dan tidak di monopoli, maka saya yakin Eri Cahyadi akan berpikir ulang saat mau ngedabrus di mana – mana, hal ini terjadi karena tidak ada yang menegur Walikota itu saja, tutur Juli Wahsono.













