Liputan : Pandu // Editor : Redaksi
Koranpilar.com. Tulungagung – Di hadapan siswa, orang tua, dan para guru, Kepala SDN 1 Kampungdalem, Muhadi, M.Pd., mengingatkan pentingnya karakter sebagai fondasi utama pendidikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI), bahwa tantangan generasi masa depan semakin kompleks. Pesan tersebut disampaikannya saat pelepasan 148 siswa kelas VI yang berlangsung penuh haru dan kebanggaan, Sabtu (31/5/2026).
Menurutnya, anak-anak harus dibekali, tidak hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta akhlak yang baik sebagai fondasi menjalani kehidupan.
“Anak-anak kita akan hidup di zaman yang jauh berbeda dengan hari ini. Karena itu mereka tidak hanya membutuhkan ilmu pengetahuan, tetapi juga karakter yang kuat agar mampu menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan tema pelepasan tahun ini, “Lulus dengan Bangga, Melangkah dengan Keyakinan, Menyongsong Masa Depan Gemilang dengan Ilmu dan Karakter Mulia.”

Momentum pelepasan menjadi semakin istimewa karena diiringi berbagai capaian membanggakan yang diraih siswa SDN 1 Kampungdalem sepanjang Tahun Ajaran 2025/2026.
Di bidang akademik, Muhammad Qowiyudin Wafa dari kelas 6A berhasil meraih nilai sempurna 100 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Delapan siswa lainnya memperoleh predikat “Sangat Istimewa”, sementara sejumlah siswa mencatat nilai tertinggi 96,67 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika.
Prestasi juga mengalir dari bidang non-akademik. Tim Marching Band SDN 1 Kampungdalem sukses meraih Juara Umum Nasional Piala Raja di Yogyakarta. Selain itu, siswa sekolah ini meraih Juara 2 FLS2N tingkat Kabupaten cabang Seni Tari, Juara 1 tingkat Kecamatan cabang Pantomim, serta berbagai prestasi olahraga.
Pada ajang O2SN, SDN 1 Kampungdalem berhasil membawa pulang enam dari sembilan trofi yang diperebutkan. Prestasi tingkat Provinsi Jawa Timur juga diraih melalui cabang olahraga Wushu dan Selam.
Muhadi menyampaikan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja sama yang baik antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan gadget di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Muhadi menyampaikan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja sama yang baik antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan gadget di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Muhadi menyampaikan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja sama yang baik antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan gadget di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Menurutnya, kehadiran Artificial Intelligence (AI) dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran, namun tidak boleh menggeser nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi pendidikan.
“AI bisa membantu belajar, mencari informasi, bahkan meningkatkan prestasi. Tetapi kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, dan akhlak yang baik tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi,” tegasnya.
Di akhir acara, Muhadi berpesan agar para lulusan terus belajar, menjaga pergaulan, menggunakan media sosial secara bijak, serta tidak melupakan jasa orang tua dan guru yang telah membimbing mereka.
“Ke mana pun kalian melangkah nanti, jangan pernah melupakan orang tua, guru, dan almamater yang telah membentuk kalian. Jadilah generasi yang berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.














