Beranda Peristiwa

Puluhan Pelajar Terjaring Razia di Tulungagung Saat Bolos, Satpol PP: Untuk Cegah Kenakalan Remaja

77

koranpilar.com, Tulungagung. Puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Tulungagung terjaring razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada Selasa (19/3). Mereka kedapatan membolos saat jam pelajaran dan nongkrong di sejumlah tempat umum, seperti warung kopi.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Tulungagung, Agung Setyo Widodo, menjelaskan bahwa razia ini merupakan langkah pencegahan terhadap kenakalan remaja sekaligus upaya menjaga ketertiban umum.

“Hasilnya, dari tiga lokasi warung kopi, kami temukan 20 pelajar yang sedang ngopi sambil masih mengenakan seragam sekolah,” ujar Agung saat dikonfirmasi.

Ketiga warung kopi tersebut berada di Desa Beji, Desa Serut, dan Desa Kepuh, yang semuanya berada di Kecamatan Boyolangu. Di wilayah ini memang terdapat banyak sekolah tingkat SMA. Dari 20 pelajar yang terjaring razia, tiga di antaranya adalah siswa SMP.

Menurut Agung, para pelajar tersebut langsung diberikan pembinaan di tempat. Satpol PP juga memanggil pihak sekolah masing-masing untuk memberikan penjelasan dan pembinaan lanjutan.

Baca Juga  Kecelakaan Maut di Karangrejo, Pengendara Motor Tewas Terjepit, Sopir Truk Diamankan

“Kami tidak hanya mendata, tetapi juga memberikan edukasi kepada mereka. Pihak sekolah pun kami libatkan agar pengawasan terhadap siswa bisa lebih ketat ke depannya,” jelasnya.

Agung menambahkan, Satpol PP akan rutin menggelar razia serupa sebagai bentuk komitmen menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, khususnya di kalangan pelajar.

“Kami berharap para siswa lebih sadar akan tanggung jawab mereka sebagai pelajar. Orang tua maupun pihak sekolah juga harus lebih proaktif dalam mengawasi aktivitas anak-anaknya,” ujarnya.

Agung mengakui, banyak laporan masyarakat maupun temuan dari patroli yang menunjukkan adanya pelajar bolos sekolah, yang dikhawatirkan dapat menimbulkan gangguan ketertiban umum.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Agus Sugianto, menilai razia tersebut sebagai langkah positif. Ia menyebut, selain untuk menjaga ketertiban, razia ini juga merupakan bentuk penghormatan terhadap bulan suci Ramadan, terlebih banyak aduan dari masyarakat terkait pelajar yang membolos.

“Mereka masih menggunakan seragam di jam sekolah, padahal seharusnya mengikuti kegiatan belajar,” tegas Agus.

Baca Juga  PEDAGANG CFD TULUNGAGUNG DI PUNGUT 2500 TANPA KARCIS??

Agus menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan sekolah-sekolah untuk melakukan pembinaan lebih lanjut. Dinas Pendidikan juga meminta para pelajar yang terjaring razia membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Kalender pendidikan masih berjalan, masih ada kegiatan pembelajaran. Memang beberapa sekolah ada yang mengadakan kegiatan pondok Ramadan secara bergilir,” jelasnya.

Ia menegaskan, kegiatan belajar masih berlangsung, dan baru akan berakhir pada keesokan harinya. “Besok hari terakhir, hari ini masih ada pembelajaran,” tandasnya.