Tulungagung – Dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke – 80 dan Hari Koperasi (Harkop) ke-78, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (DEKOPINDA) Tulungagung, menggelar Jalan Sehat untuk umum, start dan finish Aloon – Aloon Tulungagung. Pada Sabtu (23/08/2025).
Puluhan hadiah juga ikut meramaikan jalan sehat HUT – RI Ke – 80 dan Harkop Ke -78 mulai sepeda motor, sepeda gunung, kulkas dan puluhan lainnya.
Tampak hadir dalam kegiatan ini, Wabup Tulungagung, Kepala BNN Tulungagung, Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung, Sekdakab Tulungagung, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Tulungagung, Ketua DEKOPINDA Tulungagung, beserta Undangan lainnya.
Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin dalam sambutannya, mengajak seluruh gerakan Koperasi di Kabupaten Tulungagung untuk menjadikan momentum peringatan sebagai ajang evaluasi dan pembenahan menyeluruh,” tegasnya.
Wabub Tulungagung juga menegaskan, Koperasi di Kabupaten Tulungagung harus benar-benar mengedepankan
kualitas manajemen, pelayanan, dan sumber daya manusia yang jujur, amanah dan profesional, hal tersebut akan menjadikan “Koperasi MAJU Indonesia Adil Makmur”.
Ketua DEKOPINDA Tulungagung H.Nyadin,MAP., saat ditemui awak media menegaskan, Koperasi-koperasi di Kabupaten Tulungagung harus terus berbenah, mulai dari kualitas manajemen, pelayanan, hingga sumber daya manusianya, dengan begitu Koperasi akan semakin kuat, sehat, dan mampu menyejahterakan Anggota – anggotanya,”ucapnya.
H.Nyadin juga menyoroti tantangan berat yang dihadapi koperasi saat ini, banyak koperasi kesulitan bersaing dengan lembaga keuangan lain yang mendapatkan dukungan subsidi dari Pemerintah.
“Lembaga lain diberi kredit lunak, sedangkan Koperasi tidak mendapat fasilitas serupa, padahal sama-sama dinaungi Pemerintah,”tegasnya.
“Ini menjadi hambatan serius, terutama bagi koperasi simpan pinjam,” jelasnya.
H. Nyadin juga menjelaskan, tak hanya sektor keuangan, Koperasi konsumsi juga menghadapi tekanan dari menjamurnya pasar modern yang dinilai menggerus eksistensi toko-toko koperasi tradisional,”ungkapnya.
“H.Nyadin menegaskan pentingnya peningkatan mutu pelayanan dan profesionalisme pengelola koperasi agar tetap kompetitif.
“Koperasi kita tetap eksis, tidak terdengar koperasi ambruk, itu jadi bukti kekuatannya, tapi optimisme ini juga harus diiringi persiapan dan strategi yang matang,”terangnya.
Saat ini, dari sekitar 1.000 koperasi yang tercatat di Tulungagung, sebanyak 700 koperasi masih aktif.
Sebanyak 200 di antaranya berada dalam koordinasi solid dengan DEKOPINDA dan menjadi ujung tombak gerakan koperasi di Kabupaten Tulungagung.
“Sementara Kepala BNN Tulungagung Rose Iptriwulandhani, saat diatas panggung jalan sehat mengatakan, mengajak semua warga masyarakat Tulungagung hidup sehat, jauhi segala bentuk obat obatan terlarang / narkoba,” tegasnya.
“Rose juga menambahkan, ancaman narkoba tidak pandang bulu, maka mari bergerak bersama sama menjaga Kabupaten Tulungagung dari bahaya narkoba,” pungkasnya. ( Endi S )









