Beranda Peristiwa

Tinjau Pembinaan Warga Binaan Lapas, Wabup Tulungagung: Jadi Bekal Berharga di Masyarakat

63
Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharuddin saat meninjau kegiatan kerja warga binaan di Lapas Kelas IIB Tulungagung.

koranpilar.com, Tulungagung. Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharuddin, meninjau kegiatan pembinaan terhadap warga binaan (wabin) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung pada Senin (28/4).

Peninjauan ini dilakukan usai peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan yang digelar serentak secara nasional melalui Zoom.

Menurut Ahmad Baharuddin, pembinaan yang diberikan di Lapas dapat menjadi bekal berharga bagi warga binaan setelah mereka menyelesaikan masa hukuman.

“Mudah-mudahan setelah keluar dari sini, warga binaan memiliki keahlian dan keterampilan yang dapat menghasilkan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi upaya Lapas yang mampu mengoptimalkan sarana dan prasarana yang terbatas. Untuk itu, pihaknya berkomitmen membantu pembangunan ruang pelayanan di Lapas.

“Kalapas sudah melakukan komunikasi dengan Pak Bupati, tinggal realisasi saja untuk rehabilitasi ruang pelayanan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, mengatakan bahwa fungsi Lapas harus mampu memberi manfaat bagi masyarakat.

“Pemasyarakatan pasti bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Salah satu bukti manfaat tersebut adalah keberhasilan Lapas Tulungagung dalam melakukan program deradikalisasi, termasuk ikrar setia kepada NKRI dari dua narapidana teroris (napiter).

Baca Juga  Tulungagung Peringati Hari Jadi ke-819, Pj. Bupati Ajak Warga Perkuat Kebersamaan

Selain itu, Lapas Tulungagung juga berhasil menjalankan program kemandirian pangan melalui budidaya sayuran dan ikan di lingkungan lapas sebagai bagian dari program pembinaan warga binaan.

“Kami membudidayakan ikan lele dan nila, serta menanam sayuran seperti kangkung,” jelas Ma’ruf.

Ikan lele dibudidayakan dalam kolam terpal bundar berdiameter lima meter dengan sistem bioflok (tebar padat), di mana setiap kolam diisi sekitar 5.000 ekor ikan. Ikan-ikan tersebut dipanen setiap dua bulan sekali, menghasilkan 6–7 kuintal per kolam.

Produksi ikan ini mampu menyuplai sekitar 5 persen kebutuhan lauk pauk warga binaan.

“Harapannya, lauk pauk dan sayuran untuk warga binaan bisa disediakan secara mandiri oleh Lapas,” lanjutnya.

Selain program pangan, Lapas Tulungagung juga tengah menjalin kerja sama dengan pengusaha konveksi untuk membentuk “kampung konveksi” di dalam Lapas.

Mengadopsi konsep dari Lapas Pasuruan dan Lapas Cibinong, Lapas Tulungagung berencana menggunakan gedung yang ada untuk menampung sekitar 60 mesin produksi, yang dapat melibatkan sekitar 150 warga binaan.

“Kami harap ini bisa membuka lapangan kerja baru di dalam Lapas,” paparnya.

Baca Juga  Ketua Dewan Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Untuk bidang kerajinan, Lapas Tulungagung juga telah memamerkan hasil karya warga binaan seperti lukisan, asbak marmer, pot, dan kotak tisu berbahan marmer dalam pameran di Jakarta.