Beranda Mojokerto

STIE Al-Anwar Mojokerto, Gelar Seminar Tema Kepemudaan

68

Mojokerto – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al Anwar Mojokerto menyelenggarakan seminar legislasi bertema peran dan kesadaran generasi muda dalam proses legislasi dan pembangunan demokrasi, Minggu (3/8/2025).

Kegiatan yang digelar di lingkungan kampus ini diikuti puluhan mahasiswa sebagai upaya meningkatkan literasi politik dan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber dari kalangan legislatif dan aktivis kepemudaan, yakni Agus Fauzan, anggota DPRD Mojokerto dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB), serta Defy Firman, penggerak komunitas literasi politik dan pemerhati isu kepemudaan.

Dalam pemaparannya, Agus Fauzan mengingatkan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam ruang-ruang strategis demokrasi, terutama proses legislasi.

Ia menyampaikan bahwa generasi muda memiliki potensi besar dalam mendorong perubahan jika dibekali pemahaman dan kemauan untuk terlibat.

“Mimpi boleh sederhana, tapi tekad harus luar biasa,” ungkap Agus Fauzan. “Pemuda harus masuk dalam proses legislasi agar kebijakan yang dibuat tidak jauh dari kebutuhan generasi penerus.”

Sementara itu, Defy Firman menyoroti pentingnya meningkatkan literasi politik mahasiswa agar lebih peka terhadap isu-isu kebangsaan dan tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan pragmatis.

Baca Juga  Ratusan Kicau Mania Ramaikan Ghanjaran Bird Contest, Bupati Mojokerto Apresiasi Partisipasi Peserta, caption: Bupati saat menyerahkan piala juara lomba.

“Generasi muda jangan hanya jadi penonton. Kesadaran politik adalah pondasi agar tidak mudah dimanipulasi oleh kepentingan jangka pendek,” tegasnya dalam sesi penyampaian materi.

Seminar ini menjadi bagian dari upaya STIE Al Anwar untuk menguatkan peran pendidikan tinggi dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam ilmu ekonomi, tetapi juga sadar akan tanggung jawabnya sebagai warga negara.

Melalui forum ini, mahasiswa diajak memahami bagaimana proses legislasi berlangsung, pentingnya partisipasi dalam sistem demokrasi, serta cara mengkritisi kebijakan secara bijak dan konstitusional.

Kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif, di mana mahasiswa terlibat aktif dalam diskusi serta menyampaikan pertanyaan seputar dinamika politik lokal dan nasional. Seminar ini diharapkan dapat menjadi langkah awal pembentukan kesadaran politik yang sehat dan konstruktif di lingkungan perguruan tinggi.