Beranda Mojokerto

Melawan Hoaks Lewat Diskusi Akademik, KPI UIN Sunan Kalijaga dan LPPM STIE Al-Anwar Berkolaborasi

50

Mojokerto – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga menggelar kegiatan Bedah Artikel Kolaborasi Mahasiswa dan Dosen secara daring melalui Google Meet pada Sabtu 20 Desember 2025 malam.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIE Al-Anwar Mojokerto, yang bertujuan memperkuat literasi akademik dan kesadaran kritis terhadap maraknya hoaks di media sosial.

Acara ini menghadirkan Dr. Latif Syaipudin, dosen dan jurnalis yang juga menjabat sebagai Kepala LPPM STIE Al-Anwar Mojokerto, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa derasnya arus informasi di media sosial menuntut masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan berita.

“Tidak semua informasi yang viral itu benar. Hoaks sering kali dikemas dengan judul yang provokatif sehingga mudah dipercaya. Di sinilah pentingnya sikap kritis dan kemampuan memverifikasi informasi,” ujar Dr. Latif dalam sesi diskusi.

Ia juga menambahkan bahwa hoaks tidak hanya berdampak pada kesalahan pemahaman, tetapi dapat memicu konflik sosial dan merusak tatanan kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai insan akademik memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi penyaring informasi di ruang digital.

Baca Juga  Program MBG Mojokerto Diperkuat, Pemkab Gelar Bimtek

“Mahasiswa harus menjadi agen literasi, bukan sekadar konsumen informasi. Biasakan mengecek sumber, membandingkan berita, dan memahami konteks sebelum membagikannya di media sosial,” tegasnya.

Melalui kegiatan bedah artikel ini, peserta diajak untuk mendiskusikan secara kritis tulisan-tulisan akademik yang relevan dengan isu hoaks, sekaligus memahami peran kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dalam menjawab tantangan komunikasi di era digital.

Kolaborasi antara KPI UIN Sunan Kalijaga dan LPPM STIE Al-Anwar Mojokerto ini diharapkan dapat memperluas jejaring akademik serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi digital masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ruang akademik memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik agar lebih bijak, selektif, dan bertanggung jawab dalam menyikapi informasi dan berita yang beredar di media sosial.