Mojokerto – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Mojokerto Muhammad Albarra (Gus Bupati) secara resmi membuka kegiatan Kick-Off Hari Lahir (Harlah) Kopri ke-58, Minggu (2/11) siang, di Universitas KH. Abdul Chalim, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Acara ini menjadi pembuka rangkaian peringatan Harlah Kopri, organisasi perempuan yang bernaung di bawah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Pembukaan turut dihadiri oleh Kyai Asep Saifuddin Chalim beserta jajaran pemuka agama Islam lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah berpesan agar para kader Kopri terus istiqomah dalam berproses di dunia organisasi dan mampu menjadi garda terdepan dalam menyambut bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
“Pesan saya untuk sahabat Kopri cuma satu: istiqomah, yang kedua istiqomah, dan yang ketiga juga istiqomah. Dengan istiqomah, kita tidak akan banyak membuang waktu. Tahun 2045 tidak lama, sahabat Kopri harus bisa menjadi role model perempuan tangguh dan calon pemimpin masa depan,” tegas Khofifah.
Senada dengan itu, Gus Bupati Albarra turut memberikan motivasi kepada para kader perempuan agar terus berdaya dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia mengaitkan semangat Kopri dengan nilai-nilai sejarah Majapahit, yang melahirkan banyak pemimpin perempuan berpengaruh.
“Kami berharap Kopri menjadi penerus semangat para ratu Majapahit dalam wajah modern perempuan yang tangguh, terdidik, berjiwa sosial, dan berkomitmen terhadap keadilan,” tutur Gus Bupati.
Bupati Albarra juga menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan melalui berbagai program pemberdayaan yang sudah dijalankan Pemkab Mojokerto, seperti program Perempuan Berkarya yang fokus pada peningkatan keterampilan dan ekonomi keluarga.
“Melalui Perempuan Berkarya, kami melibatkan IKM untuk memberikan pelatihan dan modal usaha. Tujuannya agar ibu-ibu rumah tangga bisa mandiri dan membantu meningkatkan pendapatan keluarga,” jelasnya.
Usai pembukaan Harlah Kopri, Gubernur Khofifah dan Gus Bupati Albarra melanjutkan agenda Peninjauan Kampung Terpadu di Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, sebagai bagian dari Kunjungan Lapang Gubernur Jawa Timur.
Rombongan meninjau sejumlah titik fasilitas umum, di antaranya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), MCK, Pos Kamling, serta area pedestrian dan zona selfie yang merupakan bagian dari program beautifikasi kawasan.
Gubernur juga meninjau dua rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga setempat serta fasilitas septik komunal, sistem pengolahan limbah cair bersama untuk lingkungan permukiman.
Kegiatan peninjauan diakhiri dengan pemeriksaan kondisi fasilitas sanitasi lingkungan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Mojokerto berkomitmen menindaklanjuti hasil peninjauan tersebut dengan pembangunan, pemeliharaan, dan renovasi fasilitas publik secara kolaboratif, melibatkan Baznas.
Dalam rencana awal, Pemprov Jatim mengalokasikan dana sekitar Rp13 miliar, Pemkab Mojokerto sebesar Rp2 miliar, dan Baznas berkontribusi Rp100 juta.
Langkah kolaboratif ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat, sekaligus menegaskan peran Kopri sebagai bagian dari gerakan perempuan yang berdaya dan berdampak bagi kemajuan bangsa.









