Beranda Pemerintahan

Bupati Tulungagung: Fokus Pendidikan, Hilirisasi Pertanian dan Dorong Transformasi Ekonomi dalam Rembuk Pemuda 2025.

71

Tulungagung. Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., menegaskan bahwa Kabupaten Tulungagung harus segera melakukan transformasi ekonomi agar kesejahteraan masyarakat bisa meningkat. Hal itu disampaikan dalam keynote speech pada Rembuk Daerah Pemuda Tulungagung 2025 yang digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Minggu (28/9/2025).

Rembuk Pemuda 2025 ini juga dihadiri Sekda Tulungagung, H. Drs. Tri Hariadi, M.Si., Wakil Ketua DPRD Tulungagung, Ebin Sunarya, A.Md. Kep., jajaran Forkopimda, Kepala Badan Kesatuan, Bangsa dan Politik Tulungagung, Agus Prijanto Utomo, S.E., Koordinator Rembuk Pemuda Wilayah Jawa Timur Rafly Rayhan Al-Khajri, S.H., Ketua Karang Taruna Kabupaten Tulungagung, Eko Wijianto, S.Pd., serta sejumlah tokoh pemuda dan organisasi kemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu menyoroti pemikiran begawan ekonomi Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, yang juga ayah dari Presiden RI Prabowo Subianto. Menurutnya, konsep transformasi ekonomi yang digagas Soemitro masih sangat relevan untuk diterapkan di Tulungagung ini.

“Transformasi ekonomi bukan sekadar pertumbuhan, tetapi peralihan menyeluruh dari sistem ekonomi sederhana menuju yang lebih maju. Ini berarti pergeseran dari dominasi sektor pertanian menuju sektor industri dan jasa,” ujarnya.

Baca Juga  BUPATI TULUNGAGUNG GATUT SUNU, 136 PPPK YANG BARU DILANTIK MENJADI GARDA DEPAN

Bupati Gatut Sunu memaparkan bahwa berdasarkan data BPS, pergeseran ekonomi di Tulungagung memang sudah terjadi, namun peralihan tenaga kerja dari sektor pertanian ke industri dan jasa masih berjalan lambat.

Salah satu faktor utama penghambat transformasi adalah rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Kondisi ini menyebabkan pendapatan pekerja di sektor pertanian jauh tertinggal dibandingkan sektor lainnya. Bahkan, rata-rata pendapatan pekerja di pertanian kurang dari setengah pekerja di sektor industri dan jasa.

“Angka partisipasi murni pendidikan SMA/sederajat di Tulungagung baru 62,73%, sedangkan rata-rata lama sekolah hanya 8,68 tahun, setara kelas 2 SMP. Ini jelas belum memadai untuk mendukung pertumbuhan industri dan jasa,” ungkapnya.

Selama lima tahun terakhir, pertumbuhan sektor pertanian di Tulungagung hanya 0,09%, yang dinilai sangat rendah. Salah satu penyebabnya adalah terbatasnya jangkauan irigasi, khususnya pada musim tanam ulang  (gadu).

Jika peralihan tenaga kerja tidak dapat dilakukan dalam waktu dekat, Bupati Gatut Sunu menegaskan bahwa langkah strategis lain yang bisa dilakukan adalah meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Baca Juga  DPRD Tulungagung Resmi Tetapkan Pasangan Gabah sebagai Bupati dan Wakil Bupati

“ 90% sawah di Tulungagung merupakan sawah irigasi, hanya 80% yang bisa ditanami padi pada musim tanam utama. Pada musim gadu, angkanya bahkan merosot menjadi 41%,” ungkapnya.

Selain meningkatkan produksi, Pemkab Tulungagung juga mulai mempersiapkan hilirisasi agro-industri, sehingga hasil pertanian dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.

“Karena itu, salah satu fokus kami adalah membangun irigasi perpompaan untuk meningkatkan luas tanam,” tambahnya.

Bupati Gatut Sunu menekankan bahwa seluruh strategi tersebut sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tulungagung 2025-2029. RPJMD 2025-2029 Fokus Pendidikan dan Ekonomi Pertanian

“Kami akan fokus pada tiga hal utama: peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan produksi pertanian, dan pengembangan hilirisasi agro-industri, dengan sinergi dan kerja keras semua pihak, transformasi ekonomi yang dicita-citakan akan terwujud sesuai arah pemikiran Prof. Soemitro Djojohadikusumo,” pungkasnya.

 

Penulis, Kang Yon.

Editor, Koran Pilar.