korapilar.com, Tulungagung – Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menyatakan bahwa sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang belum mampu beradaptasi dengan perubahan menjadi salah satu penghambat pembangunan di Kabupaten Tulungagung. Hal ini disampaikannya dalam acara halal bihalal bersama ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Selasa (8/4).
Menurut Gatut Sunu, ketidakmampuan ASN dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan menyebabkan program kerja tidak berjalan secara maksimal. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap ASN maupun OPD yang dianggap tidak adaptif terhadap perubahan.
“Kami akan melakukan evaluasi terhadap OPD-OPD terkait. Kami akan melihat, mana yang benar-benar bekerja dan mana yang hanya diam (tidak menjalankan tugasnya),” ujarnya tegas.
Ia menambahkan bahwa dalam 30 hari ke depan, dirinya akan mengawasi kinerja setiap OPD secara intensif. Menurutnya, kinerja yang belum optimal disebabkan oleh ketidaksesuaian OPD dengan program serta visi dan misi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung yang baru dilantik.
Padahal, menurut Gatut, masyarakat terus memberikan sorotan dan desakan agar pemerintah daerah segera menunaikan janji-janji politik saat masa kampanye.
“Saya optimis, melalui evaluasi ini kinerja OPD akan membaik. Saya dan Pak Wabup akan mencari figur-figur yang tepat untuk mengisi posisi Kepala OPD,” lanjutnya.
Saat ini terdapat sembilan jabatan Kepala OPD yang masih kosong. Untuk mengisi kekosongan tersebut, pihaknya akan melakukan uji kelayakan terhadap para calon sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Gubernur Jawa Timur.
“Perlu digarisbawahi, kami tidak memiliki niat buruk. Semua ini demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mencontohkan sejumlah kinerja yang belum maksimal, seperti pembangunan infrastruktur jalan, saluran irigasi, serta banyaknya keluhan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit daerah. Saat ini, terdapat dua RSUD milik Pemkab Tulungagung, yaitu RSUD dr. Iskak dan RSUD dr. Karneni di Kecamatan Campurdarat.
“Pelayanan publik saat ini mengalami penurunan. Namun menurut saya, pelayanan di RSUD dr. Karneni Campurdarat menunjukkan peningkatan yang cukup baik,” pungkasnya.









