Liputan : Latif
Editor : Redaksi
Koranpilar.com. Mojokerto – STIE Al-Anwar Mojokerto resmi membuka Kuliah Perdana Tahun Akademik 2026/2027 pada Senin, 14 September 2026 di Aula Lt. 3 STIE Al-Anwar.
Mengusung tema “Menjadi Generasi Adaptif di Era Digital: Pendidikan, Kompetensi, dan Tantangan Dunia Kerja”, acara ini jadi momentum awal bagi mahasiswa baru dan lama.
Acara dibuka dan ditutup langsung oleh Wakil Ketua I Dr. Bachtiar Jusuf Helmy, S.E., M.M. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya mahasiswa untuk terus berkreasi.
“Memang para mahasiswa harus dan wajib untuk mengembangkan kemampuan akademik dan non akademik, karena perubahan zaman dan tantangan dunia kerja,” paparnya.
Menurutnya, di era digital saat ini lulusan tidak cukup hanya mengandalkan teori di kelas. Kreativitas dan inovasi jadi kunci untuk bersaing.
Sebagai narasumber, Dr. Latif Syaipudin, S.Ak., S.Pd.I., M.Pd., memberikan materi utama dalam Kuliah Perdana ini.
Dr. Latif menegaskan mahasiswa harus aktif mengembangkan skill.
“Kuliah 30%, sisanya mencari ilmu di luar, artinya apa? mahasiswa memang harus mampu berkreasi selain memfokuskan diri untuk belajar teori,” ujarnya.
Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan organisasi, magang, pelatihan, dan dunia digital sebagai ruang belajar tambahan.
“Belajar dari organisasi eksternal juga hal yang bagus, bisa membuat jejaring dan link, karena di era ini, ilmu dan skill saja kurang, harus dilengkapi dengan jaringan,” paparnya.
Tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini. Dunia kerja menuntut lulusan yang adaptif, punya kompetensi, dan siap menghadapi perubahan teknologi yang cepat.
STIE Al-Anwar ingin memastikan lulusannya tidak hanya punya ijazah, tapi juga punya daya saing.
Melalui Kuliah Perdana ini, STIE Al-Anwar Mojokerto menegaskan komitmennya mencetak generasi yang siap kerja dan siap berwirausaha.
Dengan pesan dari pimpinan dan pemateri, diharapkan mahasiswa dapat memaksimalkan masa kuliah bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga di luar kampus.













