Minggu, Juli 5, 2026
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
No Result
View All Result
Home Daerah Tulungagung

SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS, WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID I)

by Redaksi
Minggu, 5 Juli 2026, 15:10 WIB
A A
SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS, WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID I)

Winarto Penjamas Tombak Kyai Upas.

Penulis ; Tim

Editor ; Redaksi.

Koranpilar.com, Tulungagung – Kyai Upas adalah sebuah pusaka berbentuk tombak dengan panjang bilah sekitar 35 cm dengan ditopang landhean (kayu pegangannya) sepanjang 4 meter. Pada bilah bagian bawah terdapat hiasan berbentuk huruf Arab dengan lafal Allah dan Muhammad.

Pusaka Tombak Kanjeng Kyai Upas merupakan pusaka milik masyarakat Kabupaten Tulungagung yang diyakini masih mempunyai daya magis/bertuah (dikisahkan pada masa penjajahan Belanda, keberadaan pusaka tersebut mampu menolak musuh sehingga tidak bisa masuk Kabupaten Tulungagung).

Pusaka Kanjeng Kyai Upas pada akhirnya mendapat perhatian dari masyarakat Tulungagung dalam bentuk Upacara Adat Ritual Jamasan Pusaka Kanjeng Kyai Upas yang dilaksanakan satu tahun sekali yaitu pada hari Jumat setelah tanggal 10 bulan Sura (Jawa).

Legenda tombak Pusaka Kanjeng Kyai Upas berawal pada akhir pemerintahan Majapahit. Banyak punggawa kerajaan yang keluar dari pusat pemerintahan Majapahit, salah satunya Ki Wonoboyo yang membuka hutan di dekat Rawa Pening Ambarawa atau Ambahrawa yang merupakan wilayah Mataram.

Pada suatu hari Ki Wonoboyo bermaksud mengadakan acara bersih Desa, banyak juru masak dan warga yang membantu dalam kegiatan tersebut. Ada salah satu juru masak perempuan yang menghadap Ki Wonoboyo dengan maksud untuk meminjam pisau.

Baca Juga :  Partisipasi Pilkada Tulungagung 2024 Menurun, KPU: Hanya 71,2 Persen

Ki Wonoboyo tidak berkeberatan untuk meminjamkan pisaunya dengan pesan agar tidak diletakkan di pangkuannya. Sudah takdir Sang Kuasa, perempuan juru masak tadi lupa akan pesan Ki Wonoboyo hingga meletakkan pisau tersebut di pangkuannya. Saat itulah terjadi kejaiban, pisau yang diletakkan di atas pangkuannya hilang dan masuk ke dalam perut perempuan itu hingga menyebabkan hamil.

Mengetahui kejadian tersebut, Ki Wonoboyo dalam hati merasa sedih dan malu karena juru masak tersebut hamil tanpa suami. Untuk mengurangi rasa sedih dan malu itu, akhirnya Ki Wonoboyo melakukan semedi di Puncak Gunung Merapi.

Sampai akhirnya waktu kelahiran tiba, namun yang lahir bukan bayi manusia, melainkan seekor ular yang selanjutnya diberi nama Baru Klinthing. Baru Klinthing tumbuh menjadi dewasa, hingga ingin menyusul ayahnya (Ki Wonoboyo, sesuai pesan beliau sebelum meninggalkan desa, jika anak juru masak nantinya menanyakan siapa ayahnya maka agar menyuruhnya untuk menjari Ki Wonoboyo di puncak Merapi dengan membawa lidi dari Ki Wonoboyo sebagai tandanya).

Baca Juga :  Terobos Lampu Merah, Pengemudi Bus Harapan Jaya Ditilang Polisi

Dalam perjalanannya, lidi tersebut hilang dan sampai akhirnya Baru Klinthing bertemu dengan Ki Wonoboyo di puncak Merapi. Karena Baru Klinthing tidak bisa menunjukkan lidi peninggalan Ki Wonoboyo, maka Ki Wonoboyo tidak mau mengakui Baru Klinthing.

Namun Baru Klinthing tetap memaksa dan memohon untuk diakui sebagai putranya. Akhirnya Ki Wonoboyo mau mengakui Baru Klinthing sebagai anaknya dengan syarat Baru Klinthing harus bisa melingkari puncak Merapi. Berkali-kali Baru Klinthing berusaha, namun tetap saja kurang sedikit. (Bersambung……)

Tags: SEJARAH TOMBAK KYAI UPASWARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID I)
ShareSendTweet
Previous Post

INDONESIA 2030 : BUGAR ATAU BUBAR? Mengembalikan Pancasila sebagai Kompas Kebijakan Negara

Related Posts

UPACARA JAMASAN PUSAKA TOMBAK KYAI UPAS AJANG PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA
Tulungagung

UPACARA JAMASAN PUSAKA TOMBAK KYAI UPAS AJANG PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA

Jumat, 3 Juli 2026, 19:31 WIB
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Bahrudin Melepas Tim Sepak Bola Piala Presiden U-10 Dan U-12 Ke Lamongan
Tulungagung

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Bahrudin Melepas Tim Sepak Bola Piala Presiden U-10 Dan U-12 Ke Lamongan

Senin, 29 Juni 2026, 17:27 WIB
LIMBAH DAPUR SPPG, SUMUR WARGA BAGO DIDUGA TERCEMAR
Beranda

LIMBAH DAPUR SPPG, SUMUR WARGA BAGO DIDUGA TERCEMAR

Senin, 29 Juni 2026, 07:01 WIB
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, Erma Susanti ; Bung Karno Sumber Inspirasi Perjuangan Bangsa
Tulungagung

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, Erma Susanti ; Bung Karno Sumber Inspirasi Perjuangan Bangsa

Minggu, 21 Juni 2026, 19:40 WIB
Lima Camat diKabupaten Tulungagung diLantik Kantah ATR/BPN Menjadi PPATS
Tulungagung

Lima Camat diKabupaten Tulungagung diLantik Kantah ATR/BPN Menjadi PPATS

Jumat, 19 Juni 2026, 10:03 WIB
Pengurus Dan Dewan Kehormatan PMI Tulungagung Dilantik, Layanan Kemanusiaan dan Kemandirian Organisasi di Perkuat
Tulungagung

Kemandirian PMI Tulungagung Mendapat Apresisai Dari Plt Bupati Ahmad Baharudin

Rabu, 17 Juni 2026, 16:05 WIB

Recommended

Kamis, 2 Oktober 2025, 06:05 WIB
Pemuda Curi Uang Kotak Amal, Diamankan Polsek Kedungwaru

Pemuda Curi Uang Kotak Amal, Diamankan Polsek Kedungwaru

Jumat, 5 Juli 2024, 18:44 WIB

Don't miss it

SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS, WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID I)
Tulungagung

SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS, WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID I)

Minggu, 5 Juli 2026, 15:10 WIB
INDONESIA 2030 : BUGAR ATAU BUBAR?  Mengembalikan Pancasila sebagai Kompas Kebijakan Negara
Surabaya

INDONESIA 2030 : BUGAR ATAU BUBAR? Mengembalikan Pancasila sebagai Kompas Kebijakan Negara

Minggu, 5 Juli 2026, 14:37 WIB
UPACARA JAMASAN PUSAKA TOMBAK KYAI UPAS AJANG PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA
Tulungagung

UPACARA JAMASAN PUSAKA TOMBAK KYAI UPAS AJANG PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA

Jumat, 3 Juli 2026, 19:31 WIB
Rapat Klarifikasi ” Eri Cahyadi Ngedabrus ” Oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Berlangsung Panas Dan Ricuh..!!
Surabaya

Rapat Klarifikasi ” Eri Cahyadi Ngedabrus ” Oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Berlangsung Panas Dan Ricuh..!!

Kamis, 2 Juli 2026, 14:27 WIB
DPC PDI PERJUANGAN KOTA SURABAYA, MEMANGGIL SAUDARA WARDOYO SH. TERKAIT PEMBERITAAN DI MEDIA DENGAN JUDUL “ERI CAHYADI NGEDABRUS”
Surabaya

Rapat Klarifikasi ” Eri Cahyadi Ngedabrus ” oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya berlangsung panas dan ricuh..!!

Kamis, 2 Juli 2026, 06:07 WIB
KEJAKSAAN NEGERI TULUNGAGUNG GELEDAH KANTOR BPKAD DAN DISBUDPAR, TIGA BOX DIAMANKAN
Beranda

KEJAKSAAN NEGERI TULUNGAGUNG GELEDAH KANTOR BPKAD DAN DISBUDPAR, TIGA BOX DIAMANKAN

Rabu, 1 Juli 2026, 05:52 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved