Sabtu, Oktober 10, 2026
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
No Result
View All Result
Home Daerah Tulungagung

SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS, WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID I)

by Redaksi
Minggu, 5 Juli 2026, 15:10 WIB
A A
SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS, WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID I)

Winarto Penjamas Tombak Kyai Upas.

Penulis ; Tim

Editor ; Redaksi.

Koranpilar.com, Tulungagung – Kyai Upas adalah sebuah pusaka berbentuk tombak dengan panjang bilah sekitar 35 cm dengan ditopang landhean (kayu pegangannya) sepanjang 4 meter. Pada bilah bagian bawah terdapat hiasan berbentuk huruf Arab dengan lafal Allah dan Muhammad.

Pusaka Tombak Kanjeng Kyai Upas merupakan pusaka milik masyarakat Kabupaten Tulungagung yang diyakini masih mempunyai daya magis/bertuah (dikisahkan pada masa penjajahan Belanda, keberadaan pusaka tersebut mampu menolak musuh sehingga tidak bisa masuk Kabupaten Tulungagung).

Pusaka Kanjeng Kyai Upas pada akhirnya mendapat perhatian dari masyarakat Tulungagung dalam bentuk Upacara Adat Ritual Jamasan Pusaka Kanjeng Kyai Upas yang dilaksanakan satu tahun sekali yaitu pada hari Jumat setelah tanggal 10 bulan Sura (Jawa).

Legenda tombak Pusaka Kanjeng Kyai Upas berawal pada akhir pemerintahan Majapahit. Banyak punggawa kerajaan yang keluar dari pusat pemerintahan Majapahit, salah satunya Ki Wonoboyo yang membuka hutan di dekat Rawa Pening Ambarawa atau Ambahrawa yang merupakan wilayah Mataram.

Pada suatu hari Ki Wonoboyo bermaksud mengadakan acara bersih Desa, banyak juru masak dan warga yang membantu dalam kegiatan tersebut. Ada salah satu juru masak perempuan yang menghadap Ki Wonoboyo dengan maksud untuk meminjam pisau.

Baca Juga :  Peringati HUT RI Ke-79, Pj. Bupati: Lanjutkan Perjuangan Para Founding Father

Ki Wonoboyo tidak berkeberatan untuk meminjamkan pisaunya dengan pesan agar tidak diletakkan di pangkuannya. Sudah takdir Sang Kuasa, perempuan juru masak tadi lupa akan pesan Ki Wonoboyo hingga meletakkan pisau tersebut di pangkuannya. Saat itulah terjadi kejaiban, pisau yang diletakkan di atas pangkuannya hilang dan masuk ke dalam perut perempuan itu hingga menyebabkan hamil.

Mengetahui kejadian tersebut, Ki Wonoboyo dalam hati merasa sedih dan malu karena juru masak tersebut hamil tanpa suami. Untuk mengurangi rasa sedih dan malu itu, akhirnya Ki Wonoboyo melakukan semedi di Puncak Gunung Merapi.

Sampai akhirnya waktu kelahiran tiba, namun yang lahir bukan bayi manusia, melainkan seekor ular yang selanjutnya diberi nama Baru Klinthing. Baru Klinthing tumbuh menjadi dewasa, hingga ingin menyusul ayahnya (Ki Wonoboyo, sesuai pesan beliau sebelum meninggalkan desa, jika anak juru masak nantinya menanyakan siapa ayahnya maka agar menyuruhnya untuk menjari Ki Wonoboyo di puncak Merapi dengan membawa lidi dari Ki Wonoboyo sebagai tandanya).

Baca Juga :  MUSEUM BISA MENJADI TEMPAT EDUKASI DAN INSPIRASI GENERASI MUDA

Dalam perjalanannya, lidi tersebut hilang dan sampai akhirnya Baru Klinthing bertemu dengan Ki Wonoboyo di puncak Merapi. Karena Baru Klinthing tidak bisa menunjukkan lidi peninggalan Ki Wonoboyo, maka Ki Wonoboyo tidak mau mengakui Baru Klinthing.

Namun Baru Klinthing tetap memaksa dan memohon untuk diakui sebagai putranya. Akhirnya Ki Wonoboyo mau mengakui Baru Klinthing sebagai anaknya dengan syarat Baru Klinthing harus bisa melingkari puncak Merapi. Berkali-kali Baru Klinthing berusaha, namun tetap saja kurang sedikit. (Bersambung……)

Tags: SEJARAH TOMBAK KYAI UPASWARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID I)
ShareSendTweet
Previous Post

INDONESIA 2030 : BUGAR ATAU BUBAR? Mengembalikan Pancasila sebagai Kompas Kebijakan Negara

Next Post

SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID II)

Related Posts

Panen Perdana Bongkar Ratoon Tulungagung, Produktivitas Tebu Ditarget Naik 120 Ton per Hektare
Tulungagung

Panen Perdana Bongkar Ratoon Tulungagung, Produktivitas Tebu Ditarget Naik 120 Ton per Hektare

Sabtu, 10 Oktober 2026, 08:43 WIB
Plt Bupati Tulungagung, Sinergitas TNI, Polri dan Pemkab Sangat Penting Untuk Ciptakan Kondusifitas
Tulungagung

Plt Bupati Tulungagung, Sinergitas TNI, Polri dan Pemkab Sangat Penting Untuk Ciptakan Kondusifitas

Senin, 5 Oktober 2026, 18:50 WIB
SEJARAH BERDIRINYA NEGARA REPUBLIK INDONESIA 17 Agustus 1945 Disampaikan Pada Malam Tirakatan 16 Agustus 2026 (Episode Dua….)
Tulungagung

VULGARNYA PERMAINAN GELAP BIROKRASI DI REPUBLIK INI “Pemberontakan Birokrasi itu Bentunya Bisikan”

Jumat, 18 September 2026, 14:50 WIB
Wisata Alam dan Kuliner Kampung Kerapu Labuhan Lamongan, Optimis Mendunia
Tulungagung

Wisata Alam dan Kuliner Kampung Kerapu Labuhan Lamongan, Optimis Mendunia

Selasa, 15 September 2026, 05:44 WIB
DPRD Kabupaten Tulungagung Menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Raperda Perubahan APBD Tahun 2026
Tulungagung

DPRD Kabupaten Tulungagung Menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

Kamis, 10 September 2026, 12:25 WIB
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin Melantik Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Dan Dewan Hakim MTQ
Tulungagung

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin Melantik Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Dan Dewan Hakim MTQ

Jumat, 4 September 2026, 17:18 WIB
Next Post
SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS, WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID I)

SEJARAH TOMBAK KYAI UPAS WARISAN LELUHUR TURUN TEMURUN (JILID II)

Recommended

Pawai Budaya Trawas Mojokerto Angkat Tema Kearifan Lokal

Pawai Budaya Trawas Mojokerto Angkat Tema Kearifan Lokal

Kamis, 28 Agustus 2025, 12:29 WIB
Iklan Sekretasis DPRD Jawa Timur

Iklan Anggota DPRD Jawa Timur

Senin, 17 Agustus 2026, 15:22 WIB

Don't miss it

Panen Perdana Bongkar Ratoon Tulungagung, Produktivitas Tebu Ditarget Naik 120 Ton per Hektare
Tulungagung

Panen Perdana Bongkar Ratoon Tulungagung, Produktivitas Tebu Ditarget Naik 120 Ton per Hektare

Sabtu, 10 Oktober 2026, 08:43 WIB
21 Pejabat Eselon II Dilantik Plt Bupati Tulungagung, Enam Jabatan Masih Kosong
Beranda

21 Pejabat Eselon II Dilantik Plt Bupati Tulungagung, Enam Jabatan Masih Kosong

Sabtu, 10 Oktober 2026, 08:25 WIB
Sejumlah SPBU di Mojokerto Alami Lonjakan Pembelian Pertalite Sebabkan Antrean Panjang di Jam Sibuk
Mojokerto

Hampir 1 Bulan Kelangkaan Pertalite dan Biosolar di Mojokerto Raya, DPRD Turun Tangan

Jumat, 9 Oktober 2026, 08:25 WIB
Takut Erosi atau Banjir, Warga Keluhkan Rumpun Pohon Bambu atau Barongan Ori Nyangkut di Tiang Jembatan Brangkal Mojokerto
Mojokerto

Takut Erosi atau Banjir, Warga Keluhkan Rumpun Pohon Bambu atau Barongan Ori Nyangkut di Tiang Jembatan Brangkal Mojokerto

Jumat, 9 Oktober 2026, 08:21 WIB
Plt Bupati Tulungagung, Sinergitas TNI, Polri dan Pemkab Sangat Penting Untuk Ciptakan Kondusifitas
Tulungagung

Plt Bupati Tulungagung, Sinergitas TNI, Polri dan Pemkab Sangat Penting Untuk Ciptakan Kondusifitas

Senin, 5 Oktober 2026, 18:50 WIB
Penyelidikan Laka Lantas di Jalan JLU Lamongan, Polisi Amankan Barang Bukti dan Minta Keterangan Saksi
Lamongan

Penyelidikan Laka Lantas di Jalan JLU Lamongan, Polisi Amankan Barang Bukti dan Minta Keterangan Saksi

Minggu, 4 Oktober 2026, 15:02 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved