Beranda Peristiwa

Akses Komunikasi Lumpuh Total di Aceh hingga Sumbar, Starlink Langsung Beri Layanan Internet Gratis

32

Jakarta – Akses komunikasi seluler dan internet yang terputus total akibat dampak bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, memicu respons cepat dari perusahaan internet satelit Starlink.

Perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk tersebut memutuskan menggratiskan layanannya bagi pengguna yang terdampak bencana di Sumatera, guna mendukung upaya penanggulangan dan koordinasi darurat.

Lumpuhnya jaringan telekomunikasi darat ini menjadi kendala utama dalam upaya penyelamatan dan pendataan korban di lokasi terdampak.

Keterbatasan akses ini mendorong lonjakan permintaan terhadap layanan Starlink, yang mampu menyediakan konektivitas tanpa bergantung pada infrastruktur berbasis kabel atau menara seluler di darat.

Menanggapi situasi tersebut, pendiri dan CEO SpaceX, Elon Musk, mengonfirmasi keputusan tersebut melalui unggahan di akun resminya di X, Sabtu (29/11/2025) dini hari WIB.

Musk menjelaskan bahwa keputusan menggratiskan layanan ini bukan hanya berlaku di Indonesia, melainkan sudah menjadi kebijakan standar perusahaan di seluruh dunia.

Musk secara etis menegaskan alasan di balik kebijakan tersebut. Ia menganggap tidak patut bagi SpaceX untuk menarik keuntungan dari kesengsaraan yang diderita masyarakat akibat bencana alam.

Baca Juga  Kecelakaan Maut di Karangrejo, Pengendara Motor Tewas Terjepit, Sopir Truk Diamankan

“Kami memang menggratiskan Starlink setiap kali terjadi bencana alam di mana pun. Tidak pantas kalau kami mengambil untung dari musibah,” ucap Musk, memastikan bahwa bantuan komunikasi tersebut bersifat universal dan tidak bermotif bisnis.

Kebijakan ini menggarisbawahi peran penting teknologi satelit orbit rendah bumi (Low Earth Orbit/LEO) Starlink dalam situasi krisis, terutama di wilayah yang infrastruktur komunikasi tradisionalnya rusak parah.

Dengan terminal yang mudah dipasang, Starlink memungkinkan tim SAR, lembaga penanggulangan bencana, dan masyarakat setempat untuk kembali terhubung dengan cepat.

Keputusan untuk menggratiskan layanan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pemulihan, mempermudah koordinasi bantuan logistik, dan memberikan jalur komunikasi darurat yang vital bagi puluhan ribu kepala keluarga yang terdampak bencana di tiga provinsi Sumatera.