Tulungagung – Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo melantik 17 Pimpinan Tinggi Pratama di lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung, pelantikan dan pengambilan sumpah atau janji jabatan berlangsung di Pendopo Kongas Arumkusumaning Bongso, Rabu (16/7/25).
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Tulungagung, Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung beserta staf ahli, asisten, Kepala Perangkat Daerah dan pejabat yang akan dilantik.
Dalam sambutannya, Bupati Tulungagung mengatakan pelantikan yang pertama kali setelah ia menjabat menjadi Bupati Tulungagung mempunyai makna yang istiwema, dan ia mengatakan sebelum melakukan pelantikan tersebut sudah melakukan uji kompetensi secara terukur dan sistematis sesuai ketentuan undang-undang.
“Pelantikan hari ini memiliki makna istiwema, ini merupakan pelantikan pertama sejak saya dan Wakil Bupati mengemban amanah memimpin Tulungagung. Pelantikan ini merupakan momentum strategis untuk mengawali penguatan birokrasi berbasis kinerja dalam rangka mewujudkan visi misi dan program prioritas di Tulungagung. Untuk sampai pada pelantikan ini kami telah melakukan uji kompetensi jabatan Eselon 2 secara terukur dan sistematis sesuai ketentuan Perundang-undangan, selain itu kami juga telah mendapatkan rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara dan persetujuan dari Menteri dalam Negeri,” ucap Gatut Sunu Wibowo.
Lebih lanjut ia mengatakan, semua rangkaian tersebut merupakan bentuk ketaatannya kepada peraturan Perundang-undangan.
“Semua rangkaian proses tersebut merupakan bentuk ketaatan kami kepada peraturan Perundang-undangan, khususnya Peraturan Pemerintah tentang manajemen PNS dan PermenPAN-RB tentang pengisian jabatan pimpinan tinggi secara terbuka dan kompetitif di lingkungan instansi Pemerintah,” terangnya.
Bahkan ia menegaskan untuk menciptakan pemerintah yang berintegritas bebas korupsi, pelantikan tersebut semata-mata berdasarkan profesionalisme dan tidak ada praktek transaksional dan praktek jual beli jabatan.
“Pelantikan kali ini semata-mata berdasarkan profesionalisme dan kebutuhan organisasi, tidak ada praktek transaksional dan tidak ada pula praktek jual beli jabatan, saya berharap pejabat yang baru dilantik bisa segera menyesuaikan diri dan segera tancap gas menjadi motor penggerak pencapaian program prioritas pembangunan daerah. Saya minta saudara semua selalu ingat bahwa jabatan ini adalah amanah, oleh karena itu laksanakan tugas jabatan ini dengan sepenuh hati dengan Integritas dan profesionalisme, jadilah pejabat yang inovatif dan mampu menginspirasi dan memberikan keteladanan,” ujar Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.
Berikut adalah daftar nama pejabat yang dilantik dan mengalami pergeseran jabatan:
- Johanes Bagus Kuncoro dari Kepala Dinas Perhubungan menjadi Kepala Bappeda
- Dwi Hari Subagyo dari Dinas PUPR menjadi Kepala BPKAD
- dr. Kasil Rokhmat dari Direktur RSUD dr. Iskak menjadi Kepala Dinas KB
- Imrotul Mufidah dari Asisten l menjadi Kepala DPMPTSP
- Anang Prestianto dari Kepala Dinas PERKIM menjadi Asisten Administrasi Umum
- Agus Priyanto Utomo dari Asisten III menjadi Kepala BAKESBANGPOL
- Zamrotul Fuad dari Kepala Dinas Kominfo menjadi Asisten Kesejahteraan Rakyat
- Erwin Novianto dari Kepala Bappeda menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakan
- Galih Nusantoro dari Kepala BPKAD menjadi Staf Ahli Pemerintah Anak
- Endah Inawati dari Kepala Dinas Perpustakaan menjadi Kepala Dinas Sosial
- Fajar Widariyanto dari Kepala DPMPTSP menjadi Kepala Disperindag
- Tranggono Dibjoharsono dari Inspektorat menjadi Asisten Perekonomian
- Suparni dari Kepala Dinas KB menjadi Kepala Dinas Kominfo
- Lilik Ismiati dari Kepala BAPENDA menjadi Kepala Dinas Perpustakaan
- Iswahyudi dari Kepala DPMD menjadi Kepala Dinas Perhubungan
- Sukowinarno sebelumnya Kepala BKPSDM Kabupaten Jember, kini menjadi Kepala BAPENDA
- Wahid Masrur dari Kepala Dinas Sosial ke jabatan di Badan BRIN
Reporter: Agus









