Lamongan. Perum perhutani Kesatuan pemangkuan hutan KPH Mojokerto, telah melaksanakan implementasi, yaitu panen perdana dari Program Agroforestri tebu mandiri (ATM), di petak 47b, dengan luas 9,13 ha, di kawasan Resort pemangkuan hutan RPH, Pataan Sambeng , wilayah Bagian Kesatuan pemangkuan hutan BKPH Ngimbang dengan hasil cukup baik. .
Selaku kepala Bagian kesatuan pemangkuan hutan BKPH Ngimbang, (Wargono) mengatakan, bahwa adanya Program Agroforestri tebu mandiri ini, merupakan salah satu bentuk dukungan pihak Perhutani kepada Pemerintah mengenai program Ketahanan pangan, yakni untuk mewujudkan swasembada Gula secara nasional, ucapnya pada media, jum’at 11/7.
Meskipun masih dalam taraf uji coba program Agroforestri di kawasan kami, alhamdulillah” hasilnya cukup baik , dan selanjutnya semoga akan menjadikan nilai tambah bagi Perhutani, dengan adanya Program ATM tersebut, juga sebagai peluang lapangan kerja buat masyarakat sekitar hutan, harapan kami, atas suksesnya program ATM, tentunya akan bermanfaat secara ekonomi ke semua pihak juga pada masyarakat, ungkapnya.
Terbukti, di saat panen Perdana kami telah mendapatkan hasil produksi 50 ton per hektare , dengan kwalitas sangat baik juga soal rendemenya, dan katanya” per harinya masih kirim satu rit, mengenai armada langsung dari pihak PG sendiri, memang ada sedikit kendala waktu proses panen awal, bahwa curah hujan masih tinggi , ucap,Wargono.
Dan semoga proses panen yang kedua ini, target estimasinya bisa mencapai 75 ton per hektare, juga berharap bisa sampai lebih satu rit per harinya, mengingat cuaca sudah memasuki musim kemarau.
Lanjut Wargono lagi, atas terealisasinya Program Agroforestri tentu adanya sinergitas dari pihak PG krebet baru malang jatim, terlihat mulai dari awal pasca panen pertama, hingga panen kedua ini, di terima sangat baik oleh pihak perusahaan, semua berjalan lancar dan kondusif, dan semoga sampai habis kontrak besok pada bulan September bisa selesai tanpa ada kendala,. pungkasnya.
Sebagai mandor tebu dari pihak kesatuan pemangkuan Hutan (KPH) Mojokerto, (Siata) juga menambahkan memang dalam Proses panen yang ke dua ini, target estimasi kami 75 ton, per hektare, dari luas 9,13 ha, petak 47b di wilayah RPH Pataan, dan akan selesai kontranya, pada bulan september besok, jelasnya.
Pintanya, dalam proses panen terakhir ini, kiranya bisa menjadikan kegiatan positif bagi keberlanjutan program Agroforestry tebu mandiri di wilayah BKPH Ngimbang, selaku mandor tebu di lapangan, saya hanya mempersiapkan administrasi seperti dokumen atau data dari perolehan penghasilanya saja . (tiem)









