koranpilar.com, Tulungagung, Selasa (4/3) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana membangun Sekolah Rakyat mulai dari tingkat SD hingga setara SMA. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan hal ini usai menghadiri Rapat Paripurna Serah Terima Jabatan Pj. Bupati Tulungagung kepada Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung pada Selasa (4/3) malam.
Menurut Khofifah, setiap kabupaten di Jawa Timur, termasuk Tulungagung, akan mendapatkan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk pembangunan sekolah ini. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mengelola dua Sekolah Rakyat secara langsung.
“Dengan total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, maka akan ada 40 Sekolah Rakyat yang dibangun,” jelas Khofifah.
Ia menambahkan bahwa rencana ini merupakan hasil komunikasi dengan Menteri Sosial yang sebelumnya mengungkapkan adanya anggaran sebesar Rp4 triliun yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan di Jawa Timur.
“Saya ingin menangkap peluang ini. Ini dana besar yang bisa digunakan untuk kemajuan Jawa Timur,” ujarnya.
Khofifah optimistis, pembangunan Sekolah Rakyat ini akan berdampak positif terhadap pengurangan angka pengangguran. Untuk mewujudkan rencana ini, setiap pemerintah kabupaten/kota diminta menyediakan lahan seluas 5 hektar.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menyatakan dukungannya terhadap program ini karena selaras dengan kebijakan pembangunan nasional.
“Kami akan membahasnya lebih lanjut dengan OPD terkait,” ujar Gatut Sunu.
Saat ditanya mengenai lokasi yang akan digunakan, Gatut Sunu mengaku masih dalam tahap pertimbangan. Namun, ia yakin Pemkab Tulungagung mampu menyediakan lahan seluas 5 hektar yang dibutuhkan.
“Kami akan berkoordinasi dengan BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) Tulungagung karena ini berkaitan dengan aset daerah,” pungkasnya.









